Tips Memilih Box Bayi yang Aman dan Nyaman untuk Si Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Box bayi menjadi salah satu perlengkapan bayi yang wajib ada, terutama setelah si kecil lahir. Sampai usia sebulan, bayi juga lebih banyak tidur, kira-kira 20 jam sehari. Selain itu, box bayi bisa digunakan hingga anak berusia 3 tahun. Maka itu, memilih box bayi yang nyaman dan aman menjadi sangat penting untuk para orangtua. Bagaimana cara memilih box bayi yang paling baik?

Bagaimana memilih cara box bayi yang aman?

Tempat tidur atau box untuk bayi ini merupakan ruang milik bayi Anda, yang nantinya akan mereka jelajahi sendiri saat Anda tidak mengawasinya. Berhubung Anda tidak bisa terus-menerus mengawasi bayi Anda, box untuk bayi ini haruslah aman, nyaman, dan berfungsi baik ketika digunakan. Sebelum membelinya, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal berikut ini terlebih dahulu.

1. Beli yang mahal belum tentu bagus dan aman

Membeli tempat tidur bayi tidak perlu yang mahal, karena mahal tidak menjamin kenyamanan dan keselamatan bayi. Pilihlah box bayi yang sederhana. Hindari membeli box yang antik dan terbuat dari kayu, sebab kayu biasanya memiliki tekstur yang kasar dan bisa mengeluarkan getah sewaktu-waktu. Sebisa mungkin juga hindari menggunakan box untuk bayi yang pagarnya mudah dibuka, tutup, atau diturunkan.

2. Pilih desain yang pas dengan perkembangan bayi

Setelah memilih model yang diinginkan, tahap selanjutnya adalah memilih yang ukurannya tidak terlalu luas tapi juga tidak terlalu sempit. Jika memilih yang terlalu kecil, dikhawatirkan bayi Anda tidak dapat bergerak bebas di dalamnya. American Academy of Pediatrics menyarankan tinggi ideal untuk pagar box bayi sebatas 50-60 cm.

Pastikan juga pagar box bayi tidak terlalu renggang jaraknya. Pagar tempat tidur bayi yang terlalu renggang dapat menyebabkan anggota badan, terutama kepala bayi, masuk di antaranya dan terjebak.

3. Pilih kasur bayi yang tepat

Saat membeli box untuk bayi pastinya Anda juga membeli satu paket dengan kasur atau matras. Ada baiknya untuk memilih kasur yang tidak terlalu empuk. Mengapa? Kasur yang terlalu empuk dapat membuat bayi masuk tenggelam. Hal inilah yang kadang menyebabkan risiko SIDS (sudden infanth death syndrome).

Bayi yang posisi tidurnya tidak benar atau nyaman cenderung memiliki kesulitan untuk bernapas. Saat bayi dalam posisi telungkup, pergerakan udara di mulut menjadi terganggu karena adanya penyempitan jalan napas. Hal ini menyebabkan bayi menghirup karbondioksida yang baru saja ia embuskan, sehingga kadar oksigen dalam tubuh bayi menjadi kurang. Hal itulah yang menyebabkan bayi bisa meninggal.

4. Periksa box bayi secara menyeluruh

Periksa badan box lainnya. Cermati, apa ada cat yang terkelupas, apa ada sekrup yang longgar atau hilang, dan pastikan bahwa box bayi yang Anda pilih aman untuk si kecil. Jangan lupa, kasur bayi harus pas dengan ukuran box. Bila kasur yang Anda beli berukuran lebih besar daripada box-nya sehingga menekuk pinggiran kasur, hal itu dapat membahayakan. Bayi Anda bisa saja bermain dan menggeser posisi kasur.

5. Bila ingin menggunakan box bekas, periksa ulang keamanannya

Terkadang, orangtua akan mewariskan box turun-temurun, dimulai dari anak pertama hingga anak terakhir. Namun sayang, hal ini sebetulnya menyimpan sisi bahaya jika tidak cermat. Jika ingin menggunakan box, Anda wajib memeriksa ulang seluruh engsel box, ketahanan pagar, kepadatan kasur dan bentuk kasurnya, serta beberapa hal lainnya.

Usia anak Anda pertama dan terakhir Anda mungkin memiliki perbedaan yang cukup jauh. Itu sebabnya memeriksa keamanan box tentu menjadi penting mengingat box yang Anda gunakan juga sudah memiliki usia. Anda mungkin bisa menghubungi toko atau produsen penyedia box untuk memeriksa standar keamanan box yang terbaru.

Memangnya, apa bahaya yang bisa terjadi akibat pakai box bayi?

tanda bayi dehidrasi

Menurut CDC atau Center for Disease Control and Prevention, pada tahun 2015 terdapat 3.700 bayi meninggal dunia di Amerika Serikat akibat SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak. Masih menurut kumpulan kasus CDC, terdapat beberapa beberapa bahaya lain yang disebabkan oleh box bayi, yaitu:

  • Sekitar 15 persen bayi cedera karena jatuh dan terbentur pagar box bayi.
  • Sekitar 6 persen bayi cedera karena terjepit pagar box.
  • Beberapa bayi mengalami memar dan tergores di dalam box mereka.
  • Sekitar 1 persen bayi  meninggal karena terjepit di dalam box.

Perhatikan beberapa hal ini sebelum menggunakan box bayi!

  1. Baiknya letakkan bayi dalam posisi berbaring telentang saat tidur.  Jangan sekali-sekali meletakkan bayi untuk tidur tengkurap di tempat tidur sekalipun anak sudah bisa membalik badannya sendiri.
  2. Gunakanlah kasur yang padat, datar, gunakan seprai. Ini berguna untuk mencegah bayi tersedak saat tidur karena tenggelam di dalam kasurnya dan menghindari risiko kematian bayi mendadak.
  3. Letakkan box bayi dekat dengan Anda, jangan beda kamar atau ruangan. Usahakan box berada di samping ranjang Anda. Ini bisa dilakukan setidaknya sampai bayi berusia 1 tahun.
  4. Jangan isi box untuk bayi dengan selimut, mainan, bantalan, atau boneka. Bayi berusia 1 tahun bisa menggunakan bantalan ini untuk memanjat keluar box dan bayi berisiko terjatuh.
  5. Jangan tutup kepala bayi dengan topi tidur. Ini bisa membuat bayi kepanasan dan tidak nyaman karena berkeringat.
  6. Taruh box untuk bayi jauh dari jendela. Sinar matahari dan angin yang mungkin langsung menerpa bayi dapat membuatnya merasa tidak nyaman. Jangan lupa juga untuk menjauhkan box bayi dari gorden atau tirai yang menjulang tinggi. Bayi bisa terlilit atau tertimpa penahan gorden jika ia menariknya.
  7. Begitu anak Anda tingginya sekitar 1 meter, ada baiknya ia mulai tidur di tempat tidur biasa. Jika takut anak Anda jatuh, sediakan kasur yang ditaruh di lantai dan temani agar anak merasa nyaman terbiasa.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Bayi cenderung mengisap jempolnya saat sedang tidak menyusu. Namun, lebih baik bayi pakai empeng untuk mencegahnya atau dibiarkan saja? Ini kata para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ada yang bilang sebaiknya memandikan bayi di pagi hari, tapi ada juga yang bilang sore lebih pas. Yang benar yang mana? Simak jawabannya di sini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit