Perkembangan Kemampuan Sensorik Bayi dan Cara Mengasahnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/07/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Kemampuan sensorik mungkin lebih jarang terdengar, jika dibandingkan dengan perkembangan motorik bayi. Kemampuan ini merupakan keterampilan yang berkaitan dengan fungsi berbagai indra pada tubuh.

Sejatinya, sejak baru dilahirkan, seorang bayi sudah memiliki kemampuan sensorik ini. Nah, seperti apa sebenarnya perkembangan sensorik pada bayi baru lahir sampai usia 11 bulan? Cari tahu selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

Apa itu kemampuan sensorik?

cara mengatasi kulit kering pada bayi

Kemampuan sensorik pada bayi adalah keterampilan yang dimiliki seorang bayi untuk menggunakan indra yang ada pada dirinya. Meliputi indra penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, hingga sentuhan.

Dikutip dari Collaborative for Children, dengan adanya kemampuan sensorik, buah hati Anda bisa mengenali dan menjelajahi lingkungan sekitar selama masa tumbuh kembangnya.

Jadi bisa dibilang, kemampuan sensorik adalah salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dimiliki dengan baik oleh bayi.

Kemampuan sensorik bayi akan berkembang seiring dengan usianya. Secara rinci, ada 7 hal mendasar mengenai keterampilan sensorik guna mendukung perkembangan bayi:

  • Penciuman (smell)
  • Penglihatan (vision)
  • Perasa (taste)
  • Pendengaran (hearing)
  • Keseimbangan (balance)
  • Sentuhan (touch/tactile)
  • Kesadaran tubuh terkait otot dan sendi (body awareness/propriocetioon)

Kemampuan sensorik sebenarnya tidak berfungsi sendiri, melainkan berhubungan dengan kecerdasan emosional bayi, perkembangan kognitif bayi, serta fisik.

Semua indra yang ada pada tubuh harus saling bekerja sama guna mendukung proses pembelajaran, pergerakan, serta perilaku bayi.

Tahap perkembangan kemampuan sensorik bayi

Perkembangan kemampuan sensorik adalah hal yang tidak bisa disama ratakan pada setiap bayi. Pasalnya, masing-masing bayi memiliki waktu yang berbeda-beda sampai kemudian bisa melakukan suatu kemampuan tertentu.

Namun sebagai gambaran, berikut perkembangan keterampilan sensorik bayi seiring bertambahnya usia:

Usia 0-3 bulan

kemampuan sensorik bayi

Saat usia bayi 1 bulan, perkembangan penglihatan si kecil ada di jarak sekitar 30 cm. Menginjak usia perkembangan bayi 2 bulan, si kecil mulai mengikuti perpindahan mainan atau benda lain yang bergerak di depan wajahnya.

Pada rentang usia 0-3 bulan juga, ia bisa melihat warna tapi cukup terbatas. Ia juga sudah mulai melakukan kontak mata dengan orang lain, khususnya saat memasuki usia perkembangan bayi 3 bulan.

Di usia ini juga, si kecil mampu fokus pada suatu benda maupun wajah Anda pada jarak 1-2 meter.

Indra penciumannya juga terbilang sudah sepenuhnya berkembang. Ia mengerti bau yang manis, seperti aroma air susu ibu (ASI). Demikian juga indra pendengaran bayi yang sudah cukup banyak berkembang.

Hal ini terbukti saat ia tampak akan memberi reaksi saat mendengar suara yang sudah cukup familir baginya. Hal ini karena di usia 1 bulan, bayi senang saat mendengar suara manusia. Memasuki usia 8 minggu atau 2 bulan, si kecil juga mulai bersuara dengan mengucapkan “ooh” dan “aah”.

Buah hati Anda juga telah merasakan kemampuan sentuhannya, sehingga senang saat terjadi interaksi antara kulit ke kulit dengan Anda.

Indra perasa yang dimilikinya juga telah berfungsi cukup baik, meski masih akan terus berkembang. Hal ini membuatnya bisa merasakan nikmatnya ASI yang Anda berikan.

Usia 3-6 bulan

tanda bayi cukup asi

Di rentang usia 3-6 bulan, kemampuan sensorik dari sisi indra penglihatan bayi semakin baik memperhatikan objek dan orang di sekitarnya. Tepat di usia perkembangan bayi 4 bulan, si kecil bisa fokus melihat suatu objek dan wajah Anda, bahkan di jarak 1-2 meter.

Penciumannya juga semakin tajam. Ini membuatnya cenderung tertarik pada aroma makanan, dan menunjukkan reaksi tertentu saat menghirup aroma yang tidak sedap.

Si kecil juga akan mulai mengerti suara yang berkaitan dengan suatu objek. Saat usia bayi 4 bulan, buah hati Anda juga dapat mendengar, mengoceh sendiri dan mulai memahami bahwa nada suara memiliki arti yang berbeda.

Di akhir usia perkembangan bayi 6 bulan, biasanya ia mulai meniru suara yang baru saja didengarnya. Seiring dengan perkenalan terhadap makanan pendamping ASI (MPASI), kemampuan merasakan makanannya mulai terbuka untuk rasa lain.

Contohnya rasa asin dari garam. Minatnya ketika melihat makanan yang dimakan orang lain juga mulai tampak.

Usia 6-9 bulan

cara membuat bayi tertawa

Dalam hal penglihatan, si kecil mulai bisa melakukan kontrol mata serta koordinasi antara mata dan tangan yang lebih baik. Memasuki usia perkembangan bayi 7 bulan, penglihatan bayi sudah sama seperti orang dewasa.

Selain itu, ia juga mulai mampu mengaitkan bau dengan suatu rasa sebagai bentuk perkembangan penciuman bayi. Di sisi lain, buah hati Anda juga bisa mengenali darimana arah suara yang ia dengar berasal, dan hafal dengan kata-kata yang sering ia dengar.

Sedangkan dalam keterampilan sentuhan, si kecil dapat mengenal tekstur makanan maupun objek apa pun yang ia sentuh. Indra perasanya juga berkembang semakin baik, karena tertarik untuk meraih dan mencicipi makanan yang ada di dekatnya.

Usia 9-12 bulan

perkembangan bayi 26 minggu perkembangan bayi 6 bulan 2 minggu

Menginjak usia 9-11 bulan ini, bayi sudah lebih mampu melihat objek di jarak yang cukup jauh. Hal ini membuatnya mudah meraih benda yang ia inginkan.

Dalam hal penciuman, ia mulai mengerti aroma atau bau apa yang ia sukai, dan menunjukkan reaksi saat menghirup bau yang kurang menyenangkan.

Kemampuan pendengarannya juga semakin baik, karena bisa mengenali dan bereaksi saat mendengar lagu atau suara. Buah hati Anda masih terus belajar untuk meraih suatu objek, baik di jarak yang dekat maupun jauh.

Ini merupakan bentuk dari perkembangan kemampuan sensorik dalam hal sentuhan. Begitu pula dalam kemampuannya untuk merasakan sesuatu, di usia perkembangan bayi 9 bulan sampai usia bayi 12 bulan, si kecil terlihat lebih menikmati berbagai rasa makanan.

Bagaimana cara mengasah kemampuan sensorik bayi?

kemampuan sensorik bayi
Sumber: Bebez Club

Selama masa awal kehidupannya, bayi cenderung berkembang dengan sangat pesat. Agar kemampuan sensorik si kecil terasah dengan baik, Anda dapat membantunya mengembangkan keterampilan tersebut.

Usia 0-6 bulan

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan sensorik bayi usia 0-6 bulan adalah sebagai berikut:

1. Sering menatap mata bayi

Sejak pertama kali lahir, bayi akan senang dan sering melihat mata Anda. Untuk mendorong kemampuan sensorik bayi dalam hal penglihatan, Anda bisa membantunya dengan sering menatap mata si kecil.

Tidak hanya itu saja, jangan lupa untuk memperkenalkan berbagai macam warna dari mainan atau kartu bermain untuk pembelajarannya.

2. Ajak bayi bicara

Sembari menatap matanya, ajak juga ia bicara, bernyanyi, maupun membacakannya cerita. Di samping melatih penglihatan, suara yang ia dengar setiap kali Anda mengatakan sesuatu akan membantunya untuk mengenali suara Anda.

Tidak hanya melatih kemampuan sensorik, hal ini juga sekaligus melatih perkembangan bahasa untuk bayi nantinya.

3. Makan beragam sumber makanan

Bagi bayi yang masih memperoleh ASI, maka Anda dapat mengonsumsi berbagai makanan yang berbeda. Hal ini dapat memberikan rasa yang berbeda pula pada ASI.

Perbedaan rasa tersebut akan melatih kemampuan sensorik bayi untuk merasakan berbagai rasa makanan, meski secara tidak langsung.

4. Beri mainan dengan tekstur yang berbeda-beda

Setiap kali memegang mainan atau benda dengan tekstur yang berbeda-beda, kemampuannya menyentuh dan merasakan berbagai tekstur benda akan terlatih.

5. Lakukan kontak langsung

Sementara untuk meningkatkan kemampuan sensorik dalam hal sentuhan, Anda bisa coba lebih untuk lebih sering melakukan kontak antarkulit. Anda dapat memeluk bayi, menyusui, memandikan, dan kegiatan lainnya yang menimbulkan sentuhan pada kulitnya.

Usia 6-11 bulan

Beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan sensorik bayi usia 6-11 bulan yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

1. Bermain cilukba

Latih kemampuan sensorik bayi dalam hal penglihatan dengan mengajaknya bermain cilukba. Cara lainnya, Anda juga bisa memperkenalkan mainan atau benda baru yang aman sebagai pengalaman baru untuk bayi.

2. Berikan bayi beragam rasa makanan baru

Setiap kali Anda memberikan makanan maupun memperkenalkan makanan baru, indra penciuman dan perasa si kecil semakin terlatih. Cara ini akan membantunya untuk belajar menghirup aroma berbagai jenis makanan.

Anda juga dapat menawarkan makanan jari (finger food) yang mudah digenggam dan membuatnya mengetahui berbagai rasa dan tekstur makanan baru.

3. Biarkan bayi mendengarkan musik

Latih kemampuan sensorik bayi dalam hal pendengaran dengan mengajaknya berkomunikasi dua arah dan menyetel musik yang menyenangkan untuknya.

Hal ini karena salah satu manfaat dari musik adalah baik untuk kemampuan perkembangan sensorik bayi. Tidak hanya sekadar untuk didengarkan, musik juga dapat memberikan sensasi yang berbeda.

4. Berikan mainan yang mendorong bayi mengontrol jari dan tangannya

Anda bisa memberikannya mainan yang memiliki tangkai sehingga bisa digenggam. Dengan begitu, dapat melatih kemampuan sensorik bayi dalam hal sentuhan menggunakan jari-jari dan tangannya.

Hal ini tentunya bertujuan untuk melatih rasa serta sentuhan anak. Apabila ia sudah bisa memegang dan mengambil benda, berikan pula mainan yang sekaligus melatih tangannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi ternyata mengerti dan suka bila gerakannya ditiru. Mengapa begitu dan adakah pengaruhnya dalam perkembangan sosial?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab bayi kejang

Berbagai Hal yang Dapat Menyebabkan Bayi Kejang, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit