Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pemberian Makanan Untuk Anak Usia 1-3 Bulan

Pemberian Makanan Untuk Anak Usia 1-3 Bulan

Selama usia 3 bulan pertama bayi Anda, ASI atau susu formula akan memberikan semua nutrisi yang ia butuhkan. Namun, seiring bayi Anda tumbuh berkembang, baik fisik dan mentalnya, proses menyusui juga akan berkembang. Umumnya, bayi akan cenderung lebih banyak mengonsumsi susu selama waktu makan, oleh karena itu tidak perlu untuk memberinya makan sesering biasanya dan ia, juga Anda, akan tidur lebih lama di malam hari.

Cara terbaik untuk memantau apakah bayi Anda mendapatkan cukup gizi adalah dengan melihat pertumbuhannya. Dokter Anda akan mengukur berat badan, panjang, dan ukuran kepalanya pada setiap kunjungan. Kebanyakan bayi pada masa menyusui akan terus meminta disusui di sepanjang hari dan malam hari. Jumlah rata-rata yang ia konsumsi pada masa menyusui akan meningkat secara bertahap dari sekitar 4 – 5 ons (120 hingga 150 ml) selama bulan kedua, 5 atau 6 ons (150-180 ml) pada bulan keempat, namun jumlah ini akan bervariasi dari bayi satu dengan bayi lainnya dan dari satu jenis makanan dan makanan lainnya. Asupan sehari-hari harus berkisar sekitar 25 – 30 ons (750-900 ml) dalam empat bulan. Biasanya, jumlah ini sudah cukup untuk memberikan semua kebutuhan gizi pada usia ini.

Apabila bayi Anda tampak terasa masih lapar setelah Anda berikan susu yang cukup, konsultasikan dengan dokter anak Anda untuk meminta saran mengatasi kondisi si kecil. Ketika bayi yang menyusui tidak kunjung meningkat berat badannya, jumlah susu yang Anda hasilkan mungkin telah menurun. Penurunan jumlah susu yang dihasilkan ini dapat disebabkan dengan kondisi tubuh ibu yang telah kembali ke kondisi untuk bekerja dan tidak menghasilkan cukup susu, atau juga meningkatnya stress bagi ibu, interval tidur lebih lama pada bayi, atau berbagai faktor lainnya. Beberapa teknik dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah susu yang dihasilkan untuk asupan bayi. Cobalah meningkatkan frekuensi menyusui, dan menggunakan pompa payudara untuk meningkatkan produksi susu. Jika Anda terus khawatir tentang jumlah susu yang Anda hasilkan, konsultasikanlah ke dokter, atau periksakan ke konsultan laktasi bersertifikat.

Umumnya, Anda harus menghindari memberikan makanan padat sebelum usia enam bulan, dan terutama tidak memberikannya sebelum empat bulan. Ketika Anda memberinya makanan padat, gunakanlah sendok. Namun, menempatkan sendok di mulut bayi yang berusia belum empat bulan akan menyebabkan bayi mendorong lidahnya, yang merupakan keadaan normal pada tahap ini, meskipun orangtua atau perawat bayi Anda mungkin mengira perilaku ini sebagai rasa berontak atau tidak menyukai makanan. Pada usia empat sampai lima bulan, kondisi mendorong lidah saat makan menggunakan sendok ini akan hilang dan pada enam bulan bayi akan mampu memindahkan sejumlah kecil bubur makanan padat dari depan mulut ke bagian belakang mulut dan menelannya. Tetapi jika bayi Anda tampaknya tidak menyukai makanan padat, cobalah untuk tidak menawarkan makanan tersebut selama satu sampai dua minggu dan coba lagi. Jika masalah terus berlanjut, bicarakan dengan dokter anak Anda untuk memastikan bahwa perlawanannya bukanlah suatu masalah.

Walau tanpa penambahan menu makanan pada bayi Anda, Anda mungkin akan melihat perubahan dalam kondisi buang air besar selama bulan-bulan ini. Saat ini, ususnya sudah dapat menyimpan makanan dengan jumlah yang lebih dan dapat menyerap sejumlah besar nutrisi dari susu, sehingga tinjanya mungkin lebih solid. Refleks gastroskopiknya juga berkurang, sehingga ia tidak lagi mengalami buang air besar setelah makan. Bahkan, di antara dua dan tiga bulan, frekuensi buang air besar baik pada bayi yang menyusui maupun bayi yang diberi susu formula dapat menurun secara drastis; beberapa bayi yang disusui hanya mengalami satu kali buang air besar setiap tiga atau empat hari, dan beberapa bayi sehat yang disusui terkadang buang air besar hanya satu kali pada satu minggu. Selama bayi Anda makan dengan baik dan berat badan bertambah, serta feses yang tidak terlalu keras atau kering, tidak ada alasan untuk khawatir dengan penurunan frekuensi buang air besar ini.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team