Bolehkah Ibu Menyusui Melakukan Diet Keto? Pahami Aturan Ini Dulu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setelah melahirkan, Anda tentu ingin kembali langsing dalam waktu yang cepat. Itulah alasannya mengapa kebanyakan ibu menyusui rela melakukan diet supaya berat badannya cepat turun. Dari sekian banyak jenis diet yang ada, kebanyakan wanita memilih diet keto. Lantas, apakah diet keto untuk ibu menyusui ini aman untuk ibu dan bayinya? Berikut penjelasannya.

Apakah ibu menyusui boleh menjalani diet keto?

diet keto untuk kanker

Diet ketogenik atau disingkat diet keto adalah jenis diet yang memiliki pola makan rendah karbohidrat, tapi tinggi lemak. Contohnya dengan perbanyak makan daging, produk susu seperti mentega atau butter, dan sumber protein lainnya.

Diet ini pada awalnya dibuat khusus untuk orang yang memiliki riwayat epilepsi. Sebenarnya, diet ini termasuk diet yang ekstrem karena mengharuskan penggiatnya untuk mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sangat rendah.

Meski begitu, sekarang ini memang banyak yang mengandalkan diet keto sebagai jurus pamungkas untuk menurunkan berat badan. Jelas saja tidak sedikit ibu menyusui yang tergoda untuk menerapkan diet keto ini.

Dikutip dari Parents, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa diet keto dapat mengurangi jumlah ASI atau menurunkan kualitasnya. Meski begitu, Elizabeth Ward, seorang penulis Expect The Best: Your Guide to Healthy Eating Before, During, and After Pregnancy, tidak menganjurkan diet keto untuk ibu menyusui.

Apa efeknya diet keto untuk ibu menyusui?

lepuhan payudara

Elizabeth Ward mengungkapkan bahwa diet keto dapat membuat asupan nutrisi pada ibu menyusui jadi berkurang. Pasalnya, diet keto menghalangi Anda untuk mendapatkan nutrisi penting dari buah-buahan dan gandum utuh yang sebenarnya termasuk makanan sehat.

Ya, Anda juga tidak dianjurkan untuk makan biji-bijian, kentang, dan nasi saat melakukan diet keto. Akibatnya, tubuh Anda akan kekurangan serat dan berakibat pada gangguan pencernaan.

Selain itu, diet keto juga membuat Anda jadi lebih mudah dehidrasi. Ini karena hati akan menghasilkan senyawa bernama keton yang digunakan sebagai energi, tapi keton ini juga akan ikut terbuang bersama urine. Maka tak heran kalau Anda jadi cepat dehidrasi saat menjalani diet keto.

Terlebih lagi, Anda tidak bisa mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air, seperti semangka, belimbing, tomat, atau jeruk bali untuk mengatasi dehidrasi. Padahal, Anda membutuhkan banyak cairan supaya produksi ASI jadi melimpah dan cukup untuk kebutuhan si kecil.

Apakah diet keto berbahaya untuk bayi?

minum obat hipertensi

Kabar baiknya, diet keto tidak berbahaya untuk kesehatan bayi Anda. Pasalnya, ASI mengandung tinggi lemak yang justru dibutuhkan oleh si kecil.

Ketika Anda makan makanan tinggi lemak, bayi Anda otomatis akan langsung beradaptasi secara natural dengan kondisi ketosis dalam tubuh Anda. Meski begitu, ini bukan berarti Anda dianjurkan untuk menjalani diet keto saat menyusui, ya.

Alih-alih melakukan diet keto, pilih jenis karbohidrat yang tepat

menurunkan berat badan saat menyusui

Diet keto termasuk diet yang cukup ekstrem karena tidak memperbolehkan asupan karbohidrat lebih dari 30 persen dari total kebutuhan kalori harian. Padahal orang dewasa normal setidaknya memerlukan 50-60 persen karbohidrat dari total kalori harian.

Angka pada diet keto cukup jauh dari ketentuan yang seharusnya, apalagi bagi Anda yang sedang memerlukan banyak energi untuk menyusui. Nah, sebenarnya tidak masalah jika Anda sedikit-sedikit mengurangi asupan karbohidrat, tapi jangan sampai menghindarinya sama sekali seperti prinsip pada diet keto.

Alih-alih memangkas karbohidrat, Anda bisa memilih jenisnya yang tepat, misalnya karbohidrat yang penuh serat seperti biji gandum utuh, roti gandum, hingga nasi merah.

Dengan begitu, Anda tetap bisa menjaga atau bahkan menurunkan berat badan karena asupan serat yang tinggi. Anda juga tak perlu khawatir kekurangan energi dan produksi ASI menurun.

Perlu diingat juga, bila Anda ingin mengurangi asupan karbohidrat sebaiknya lakukan ketika sang buah hati sudah memasuki usia 6 bulan dan siap untuk disapih. Lebih baik Anda berkonsultasi dulu pada ahli gizi sebelum menentukan diet yang akan Anda lakukan ketika menyusui.

Ingat, mengubah pola makan Anda akan memengaruhi kuantitas ASI. Jadi jangan sampai salah memilih diet, ya.

 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit