6 Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak rentan terhadap penyakit, misalnya pilek atau batuk. Untuk itu, orangtua harus ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan di sekitar anak. Yuk, simak ulasan berikut untuk meningkatkan sistem imun anak supaya tidak mudah sakit.

Kenapa anak-anak sering sakit?

Sistem imun anak belum sempurna dan sekuat orang dewasa. Apalagi mereka belum mengerti dan belum begitu peduli dengan kebersihan sekitar. Ya, anak-anak masih kesulitan membedakan mana yang bersih dan mana yang kotor. Akibatnya, mereka pun lebih rentan terpapar bibit penyakit.

Ini menjadi alasan mengapa mereka lebih mudah sakit karena banyak dihadapkan dengan bakteri dan risiko untuk sakit pun menjadi lebih tinggi sedangkan sistem imun mereka belum cukup kuat.

Orangtua harus meningkatkan sistem imun anak

“Ketika bayi baru dilahirkan, sistem imunnya tidak cukup kuat,” kata dr. Charles Shubin, seorang spesialis kesehatan anak di University of Maryland, dilansir dari Parents. Sistem kekebalan tubuh bayi harus beradaptasi terlebih dahulu untuk menjadi lebih kuat.

Pelan-pelan, sistem imun anak melawan serangkaian kuman dan virus, dan terus berlanjut hingga mereka kebal terhadap virus dan kuman tersebut. Inilah sebabnya banyak dokter mempertimbangkan normal ketika anak jatuh sakit, yaitu enam sampai delapan kali terkena pilek, flu, atau infeksi telinga. Oleh karena itu, orangtua harus berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh supaya tidak mudah sakit, berikut caranya:

1. Penuhi kebutuhan nutrisinya

Pada bayi yang baru lahir, ASI merupakan makanan utama sebagai antibodi yang meningkatkan sisitem kekebalan tubuh pada bayi. Ini dilakukan setidaknya sampai dua atau tiga bulan pertama, sesudahnya, Anda bisa memberikan susu kombinasi dengan susu formula.

Menurut penelitian, manfaat ASI lainnya adalah membantu meningkatkan kekuatan otak dan mencegah terjadinya penyakit, seperti diabetes, alergi, atau infeksi telinga di kemudian hari.

Ketika bertambah usia, paduan sayur dan buah sangat baik untuk kesehatan dan perkembangan tubuhnya. Beberapa sayur dan buah mengandung fitonutrien yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya karena memperbanyak produksi sel darah putih dan interferon untuk melawan infeksi bakteri dan virus. Makanan tersebut juga melindungi anak dari penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker saat dewasa. Sajikan wortel, kacang hijau, jeruk, stroberi, dan brokoli pada menu makanannya. Untuk camilan, Anda bisa siapkan yogurt, salad buah, atau kacang-kacangan.

Namun, pastikan bahwa porsi makanannya sesuai dengan usianya. Sebab terlalu banyak makan bisa membuat bayi rentan memiliki berat badan berlebih.

2. Pantau waktu tidurnya

Studi menunjukkan orang dewasa yang kurang tidur akan mudah sakit karena sistem kekebalan tubuhnya gagal melawan virus, bakteri, atau sel kanker.

Hal ini berlaku juga pada anak-anak. Ketika bayi, waktu yang dibutuhkan untuk tidur adalah 18 jam, kemudian balita membutuhkan 12 sampai 13 jam, dan anak prasekolah membutuhkan sekitar 10 jam sehari untuk tidur. Bila anak tidak sempat tidur siang, maka cobalah untuk tidur lebih awal.

3. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar

Selain menjaga kebersihan lingkungan sekitar anak, Anda harus mengawasi juga kebersihan tubuh anak. Misalnya selalu rutin membersihkan tangan dengan tisu basah atau dengan air. Sebab anak seringkali memasukkan tangannya ke mulut. Pastikan juga kebersihan mainan dan jaga kebersihan bintang peliharaan dan kandangnya. Kemudian, bila terjadi luka saat bermain, segera bersihkan dengan air dan diobati.

4. Mengajaknya berolahraga

Olahraga meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak apalagi jika rutin dilakukan. Olahraga menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat daripada sekadar bermain di taman. Bukan hanya kesehatan anak saja, tubuh Anda juga akan lebih sehat dan terhindar dari penyakit yang bisa menular ke anak Anda.

anak optimis

5. Jauhkan dari asap rokok dan kendaraan

Asap rokok dan asap kendaraan dapat mengiritasi organ pernapasan anak. Anak lebih rentan mendapatkan efek negatif rokok, seperti bronkitis atau asma, dibanding orang dewasa bila ada asap rokok di sekitarnya. Bila pasangan Anda adalah perokok sebaiknya merokok di luar rumah atau hentikan kebiasaan merokok lebih baik dilakukan, ini menghindari anak terpapar langsung dari asap rokok. Gunakan masker pada anak Anda jika bepergian keluar untuk mengurangi paparan polusi udara.

6. Rutin memeriksa kesehatan anak ke dokter

Pergi ke dokter bukan hanya ketika anak sedang sakit, Anda perlu memeriksakan kesehatan tubuh anak secara berkala. Ini dilakukan untuk mengecek kemungkinan terjadinya penyakit yang gejalanya seringkali disepelekan.

Ketika anak sakit, Anda juga tidak boleh memaksakan dokter untuk memberikan antibiotik atau melakukan tes pencitraan (CT Scan atau rontgen). Sebab, penyakit yang sering terjadi pada anak sering disebabkan oleh virus. Bila diberikan antibiotik, bakteri tertentu malah menjadi resisten terhadap obat.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Gigi susu anak mulai tumbuh di usia 8-12 bulan. Gigi-gigi kecil ini kemudian akan digantikan oleh 32 buah gigi permanen. Mulai kapan gigi susu copot?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Gigi Anak, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan virus. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Growing Pain

Growing pain biasanya lebih sering terjadi pada anak laki-laki dari pada perempuan. Kenapa itu bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali 5 Tanda Anak Mudah Sakit serta Nutrisi yang Bisa Mencegahnya

Apakah si Kecil sering tidak aktif seperti biasanya? Yuk, kenali lebih dekat tanda-tanda si Kecil sering sakit dan cara meningkatkan sistem imun anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
anak yang sering sakit dan cara meningkatkan imun
Kesehatan Anak, Parenting 30 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit