home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Melatih Anak Perempuan Buang Air di Toilet (Toilet Training)

Tips Melatih Anak Perempuan Buang Air di Toilet (Toilet Training)

Toilet training terkadang menjadi kendala para orangtua yang memiliki balita, khususnya anak perempuan. Mengajarkan anak perempuan untuk mulai pipis dan pup sendiri tentu beda caranya dengan mengajarkan anak laki-laki. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mulai toilet training anak perempuan dan bagaimana caranya? Yuk, mari kita simak tips berikut ini.

Kapan waktu yang tepat untuk mulai toilet training anak perempuan?

Kebanyakan anak perempuan dapat memulai toilet training lebih cepat dibandingkan anak laki-laki. Rata-rata usia anak perempuan untuk mulai toilet training yaitu pada usia 18 bulan. Tapi waktu untuk memulai toilet training masing-masing anak bisa berbeda tergantung dari kesiapan anak Anda. Oleh karena itu, jika Anda ingin memulai toilet training anak perempuan Anda, pastikan ia siap secara fisik dan mental.

Sebelum anak Anda menggunakan toilet, pastikan ia dapat mengontrol keinginannya untuk pipis maupun buang air besar. Jika anak Anda sering buang air besar di waktu yang sama setiap harinya, tidak buang air besar pada malam hari, dan popoknya tetap kering setelah tidur siang setidaknya dalam waktu 2 jam, berarti ia sudah bisa mengontrol keinginannya. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu perkembangan motorik anak. Anak harus sudah dapat berbicara ketika ia ingin pipis atau buang air besar, naik ke kursi toilet serta melepaskan pakaiannya sebelum ia menggunakan toilet.

Selain siap secara fisik, anak Anda tentunya juga harus siap secara mental ketika memulai toilet training. Kebanyakan anak sudah siap secara fisik, tapi mereka belum siap secara mental. Anak Anda harus memiliki keinginan untuk menggunakan toilet dan tentunya harus bersikap kooperatif dengan Anda. Ia mungkin dapat berkata bahwa dirinya sudah besar dan lebih memilih memakai celana dalam dibandingkan dengan popok. Toilet training tidak akan berjalan dengan baik apabila anak Anda selalu menolak permintaan Anda.

Tips toilet training anak perempuan

1.Pilih peralatan yang sesuai

Anda dapat memilih kursi toilet kecil untuk anak Anda. Kursi toilet kecil lebih nyaman dan tidak membahayakan dibandingkan dengan kursi toilet yang besar. Ketika anak Anda memiliki kursi toiletnya sendiri, hal tersebut dapat membuat ia lebih berani untuk menggunakannya. Kursi toilet yang besar pun juga sebenarnya bisa tetap dipakai. Anda dapat memasang tempat duduk kecil yang disambungkan di atas kursi toilet besar tersebut.

2. Tunjukkan cara memakainya

Anak sering meniru apa yang orang dewasa lakukan. Coba ajak anak Anda ke toilet bersama-sama dengan Anda. Berikan contoh apa yang harus ia lakukan. Ajarkan kepadanya cara membersihkan kemaluannya, menyiram setelah pipis atau buang air besar, dan juga mencuci tangan.

3. Buatkan jadwal untuknya

Atur jadwal anak Anda ketika ia ke toilet. Jika Anda membuatkan jadwal yang rutin untuknya, maka ia akan terlatih dan tahu kapan sebaiknya ia ke toilet. Sebagai contoh, usahakan ia ke toilet saat pagi hari, setelah sarapan, dan makan siang. Jangan terlalu sering mengganti jadwalnya karena hal tersebut dapat membuatnya bingung.

4. Ajari anak Anda tentang kebersihan

Kebersihan toilet merupakan salah satu hal yang penting terutama bagi anak perempuan. Penggunaan toilet yang tidak bersih dapat mencetuskan terjadinya infeksi saluran kencing. Ajari anak Anda cara membersihkan vaginanya dengan benar, yaitu dengan membersihkan dari arah depan ke belakang.

5. Berikan pujian pada anak Anda

Ketika melakukan toilet training, berikan anak Anda semangat. Jika terjadi kesalahan, jelaskan dengan baik apa yang seharusnya ia lakukan. Jangan terlalu cepat memarahinya. Selain itu, Anda juga dapat memberikan pujian pada anak Anda ketika ia melakukan hal yang benar. Dengan hal tersebut, anak menjadi lebih semangat dalam menjalani toilet training.

6. Night training

Night training dilakukan pada bagian akhir toilet training. Pastikan anak Anda siap terlebih dahulu dengan night training dengan cara melihat bahwa popoknya tetap kering ketika tidur siang maupun tidur pada malam hari. Anda dapat memulainya dengan cara membawa anak Anda ke kamar mandi dan membiarkan ia duduk di toilet sebelum tidur dan segera setelah ia bangun tidur. Selain itu, Anda juga dapat mensiasatinya dengan cara membatasi asupan minumnya ketika ia akan tidur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Potty Training Girls. http://www.newkidscenter.com/Potty-Training-Girls.html Diakses pada 20 Agustus 2017.

Potty Training for Girls. https://www.babycentre.co.uk/a548953/potty-training-for-girls Diakses pada 20 Agustus 2017.

Toilet Training – Topic Overview. http://www.webmd.com/parenting/tc/toilet-training-topic-overview#1 Diakses pada 20 Agustus 2017.

8 Simple Steps to Potty-Train Your Girl. http://www.momjunction.com/articles/steps-to-potty-train-your-girl_00354871/ Diakses pada 20 Agustus 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Yurika Elizabeth Susanti
Tanggal diperbarui 07/10/2017
x