backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Dijamin Seru, Ini 8 Tips Belajar Mengenal Warna untuk si Kecil

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 27/09/2023

Dijamin Seru, Ini 8 Tips Belajar Mengenal Warna untuk si Kecil

Tidak hanya dari lembaga pendidikan, si Kecil bisa belajar mengenal warna dari lingkungan di sekitarnya, termasuk rumahnya sendiri, lewat bantuan orangtua dan keluarga. Berikut berbagai cara mengenalkan warna pada anak yang bisa Anda lakukan.

Tips belajar mengenal warna untuk si Kecil

Belajar mengenal warna merupakan bagian dari tumbuh kembang anak.

Dengan mempelajari warna, si Kecil dapat terhubung dengan lingkungannya, meningkatkan daya ingat, memperkaya kosakata, dan mengasah imajinasinya. 

Bahkan lewat pengenalan warna, si Kecil juga belajar mengekspresikan emosi. Ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universiti Sains Malaysia.

Menurut peneliti, warna dapat merepresentasikan emosi dan suasana hati seseorang, terutama anak-anak.

Kapan anak belajar mengenal warna?

Bayi usia 18 bulan sudah bisa belajar dan mengenal warna. Beberapa bayi mungkin dapat belajar lebih awal, tapi ada juga yang baru benar-benar mempelajari warna dengan baik ketika usia prasekolah awal, misalnya anak dengan gangguan penglihatan. Dalam semua kasus, konsep pengenalan warna akan dipelajari dan diperkuat di bangku taman kanak-kanak.

Lantas, apa yang harus dilakukan orangtua untuk membantu anak belajar mengenal warna? Berikut adalah berbagai cara atau tips pengenalan warna pada anak sejak usia dini.

1. Kenalkan satu atau dua warna yang menarik perhatian

anak siap sekolah

Mengajari anak berbagai macam warna bisa dimulai dengan warna dasar, seperti merah, biru, dan hijau.

Warna ini cukup mencolok sehingga mudah bagi anak untuk mengenalinya dan membedakannya.

Namun, Anda jangan terburu-buru mengenalkan semua warna tersebut sekaligus. Anda bisa mengenalkan warna biru terlebih dahulu dalam beberapa hari, kemudian diikuti hijau dan merah.

Cara mengenal warna dasar untuk anak usia dini ini cukup efektif dan minim menimbulkan kebingungan.

Selayaknya orang dewasa, anak juga membutuhkan waktu dalam memproses pengetahuan yang diterimanya. Jadi, Anda perlu bersabar dalam mengajari mereka.

2. Tunjuk benda di sekitar dan beri tahu warnanya

Untuk mengasah kemampuan anak dalam mengenal warna, Anda bisa menunjuk benda yang ada di sekitar.

Contohnya, menunjuk pisang yang berwarna kuning, botol yang berwarna merah, atau bola yang berwarna hijau. Jangan lupa menyebut, “pisang kuning, botol merah, dan bola hijau”.

Anda juga bisa mengelompokkan benda yang ada di sekitar berdasarkan warnanya. Misalnya, mengumpulkan pisang, bola, atau botol yang berwarna kuning ke dalam satu wadah.

3. Selipkan pengenalan warna dalam kegiatan sehari-hari anak

Belajar mengenal warna tidak hanya dilakukan sekali dua kali. Anda perlu melatih anak dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh yang bisa Anda ikuti, yaitu mengenalkan warna kuning dalam bak mandi anak.

Caranya, kumpulkan bola, bebek karet, atau mobil berwarna kuning dalam bak. Lalu sebut kata “kuning” beberapa kali.

Selain mengenalkan anak pada warna, kegiatan ini bisa mempererat hubungan dan komunikasi antara anak dengan orangtua. Sangat sayang jika Anda lewatkan, bukan?

4. Belajar warna dengan mengeksplorasi lingkungan

Belajar dan mengenal berbagai warna tidak hanya di dalam rumah. Anda bisa mengajak si Kecil pergi ke taman, pusat perbelanjaan, atau tempat umum lainnya,.

Cobalah lebih aktif bertanya pada si Kecil mengenai warna setiap benda yang menarik perhatiannya.

Misalnya, ketika mengunjungi pusat perbelanjaan untuk membeli bahan makanan. Tanyakan padanya apa warna wortel, paprika, cabai, serta sayur dan buah lainnya. 

5. Belajar warna lewat nyanyian

aktivitas untuk otak anak

Selain senang diajak berkomunikasi, bayi dan anak-anak suka bernyanyi. Nah, Anda bisa mengenalkan warna pada anak lewat nyanyian.

Salah satu contoh lagu yang bisa membantu pengenalan warna pada anak sejak usia dini, yaitu  Balonku Ada Lima. 

Bahkan, sudah banyak video nyanyian edukasi yang bisa membantu anak mengenal berbagai warna. Lewat kegiatan ini, anak bisa belajar warna sekaligus nada bersama Anda. 

6. Lakukan kegiatan menggambar dan mewarnai

Mengasah imajinasi anak lewat warna akan jadi optimal dengan kegiatan menggambar dan mewarnai, termasuk melalui finger painting

Anak tidak hanya belajar dari warna-warna yang Anda berikan, tapi juga bisa mengeksplorasi warna yang ia pilih sendiri.

Anda bisa menyiapkan buku gambar, krayon, spidol, dan pensil warna. Kegiatan belajar warna ini akan jauh lebih menyenangkan jika anak sudah bisa bermain dengan cat air.

Anak bisa belajar paduan berbagai warna dasar, misalnya mencampur warna biru dengan merah untuk menghasilkan warna ungu.

7. Belajar warna lewat membaca buku dongeng

Belajar mengenal warna pada anak usia dini juga bisa dilakukan lewat kegiatan membaca.

Apalagi, buku anak umumnya penuh warna. Jadi, selama membacakan dongeng untuk anak, Anda juga bisa mengenalkan warna padanya. 

Selipkan pertanyaan-pertanyan, “Dek, coba lihat katak ini warnanya apa?” atau “Kalau kelinci ini warnanya apa, coba tebak?”

Mengajak si Kecil lebih terlibat dengan Anda pada kegiatan ini juga bisa menarik minatnya untuk membaca.

8. Minta bantuan profesional

Pada beberapa kasus, anak bisa terlahir dengan gangguan penglihatan. Kondisi ini membuat Anda perlu usaha ekstra untuk mengenalkan warna pada anak.

Jika menghadapi hal ini, Anda jangan berkecil hati. Anda bisa meminta bantuan pengajar profesional dan dokter anak untuk membantu si Kecil belajar warna.

Anak mungkin perlu mengikuti kelas khusus atau bantuan alat untuk membantunya melihat lebih baik. 

Itulah berbagai tips yang bisa Anda terapkan untuk mengenalkan warna pada anak.

Penting untuk memahami bahwa proses setiap anak dalam mempelajari hal baru bisa berbeda-beda. Jadi, lakukan secara perlahan dan penuh kesabaran, ya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 27/09/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan