Manfaat Laktosa pada Susu Pertumbuhan Anak & Takaran Konsumsi yang Aman

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Laktosa merupakan salah satu jenis gula yang dapat ditemukan dalam susu atau produk dengan kandungan susu. Pada dasarnya, sebagian besar susu yang Anda konsumsi hingga susu formula anak juga mengandung laktosa. Namun adakah manfaat dari jenis gula yang satu ini terutama untuk anak? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal manfaat laktosa bagi tubuh anak

Menurut World Gastroenterology Organization (WGO), laktosa terdiri dari glukosa dan galaktosa, yang merupakan dua jenis gula yang lebih sederhana dan digunakan tubuh secara langsung sebagai sumber energi. Laktosa dipecah oleh enzim bernama laktase dalam tubuh menjadi glukosa dan galaktosa.

Lebih lanjut, glukosa memang bisa ditemukan dalam jenis makanan lain, akan tetapi galaktosa hanya terdapat dalam laktosa. Galaktosa bermanfaat bagi berbagai fungsi biologis anak.

Mengenai manfaat dari laktosa sendiri, selain sebagai sumber energi bagi tubuh anak, jenis gula ini juga membantu dalam penyerapan kalsium dan beberapa jenis mineral lain seperti zinc, terutama pada bayi.

Terlebih lagi, laktosa juga bisa menjadi “bakteri baik” atau sebagai prebiotik dalam usus, yang bermanfaat bagi tubuh untuk menjaga kinerja sistem imun atau daya tahan tubuh dalam melawan berbagai penyakit.

Lalu, laktosa memiliki indeks glikemik yang rendah. Berdasarkan penelitian tahun 2019 tentang peran laktosa bagi tubuh manusia, kadar glikemik yang rendah baik untuk metabolisme anak.

Sebagai informasi, berdasarkan NHS.uk, indeks glikemik adalah sistem penghitungan untuk makanan yang mengandung karbohidrat. Indeks glikemik menunjukkan seberapa cepat setiap makanan mempengaruhi kadar gula darah ketika mengonsumsi makanan tertentu.

Di samping itu, laktosa berbeda dengan sukrosa. Sukrosa sendiri memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi dibanding laktosa dan diambil dari tebu atau bit. Sayangnya, berdasarkan WHO, sukrosa seringkali digunakan sebagai pemanis tambahan dalam jumlah besar dalam berbagai jenis olahan makanan, termasuk susu pertumbuhan anak. Hal ini bisa mengakibatkan penumpukan energi yang tak dibutuhkan dalam tubuh dan menyebabkan penambahan berat badan yang tidak sehat hingga obesitas.

Berapa banyak laktosa yang boleh dikonsumsi anak dalam sehari?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, laktosa juga dapat ditemukan dalam ASI sehingga laktosa sebenarnya aman diberikan pada anak sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan WHO, anak usia di bawah 6 bulan dianjurkan untuk sepenuhnya diberikan ASI (ASI eksklusif). Namun, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan anak bermasalah dengan laktosa, yaitu:

Lactose maldigestion

Kondisi ini menyebabkan anak kesulitan untuk mencerna laktosa. Hal ini terjadi karena menurunnya aktivitas laktase (enzim pencerna laktosa).

Biasanya, lactose maldigestion muncul setelah si kecil melalui proses menyapih, di mana aktivitas laktase secara alami mulai berkurang. Sebagian besar kondisi ini sedikit bahkan sama sekali tidak memicu gejala.

Lactose intolerance

Kondisi ini dikenal juga dengan sebutan intoleransi laktosa. Bedanya dengan lactose maldigestion, intoleransi laktosa merupakan kondisi yang menyebabkan anak sama sekali tidak bisa mencerna laktosa.

Intoleransi laktosa biasanya ditandai atau memiliki gejala seperti kembung, diare, dan sering buang gas. Penting untuk diingat bahwa intoleransi laktosa bukan sebuah penyakit melainkan sebuah kondisi yang tidak merugikan kesehatan.

Apabila anak tidak mengalami masalah ketika mengonsumsi susu dan produk olahannya yang mengandung laktosa, rekomendasi harian pemberian susu yang mengandung laktosa dapat mengikuti panduan dari US Department of Agriculture berikut:

  • Anak usia 2-3 tahun: 2 gelas (480 milliliters) per hari
  • Anak usia 4-8 tahun: 2½ gelas (600 milliliters) per hari
  • Anak usia 9-18 tahun: 3 gelas (720 milliliters) per hari

Di sisi lain, Anda perlu memperhatikan kandungan sukrosa juga pada susu pertumbuhan anak. Ada baiknya memiliki susu pertumbuhan yang rendah sukrosa. Terlalu banyak asupan gula tambahan (seperti sukrosa) bisa berdampak buruk bagi kesehatan, misalnya meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada anak.

Mengatasi kondisi anak yang sulit atau tidak bisa mencerna laktosa

Mengingat laktosa memiliki manfaat yang menguntungkan bagi tumbuh kembang anak, perlu dilakukan langkah agar si kecil tetap bisa mengonsumsi susu. Bahkan WGO menuturkan bahwa menghindarkan anak dari susu bisa memicu konsekuensi kesehatan.

Berdasarkan Mayo Clinic, Anda bisa mencoba untuk mengurangi kandungan laktosa dalam makanan yang dikonsumsi, contohnya:

  • Membatasi konsumsi susu dan produk olahannya
  • Mencampurkan sedikit susu atau olahannya ke dalam menu makan utama
  • Memberikan susu dan olahannya yang sudah mengalami penurunan jumlah laktosa
  • Memanfaatkan cairan atau bubuk mengandung enzim laktase ke dalam susu untuk membantu si kecil mencerna laktosa

Kesimpulannya, laktosa merupakan kandungan dalam susu yang berperan sebagai salah satu nutrisi penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, jika tidak memiliki kondisi tertentu, jangan ragu untuk memberikan susu formula dengan kandungan laktosa pada anak sesuai dengan aturan pakai yang dianjurkan.

Jika si kecil memiliki kondisi tertentu dan Ibu ragu untuk memberikan susu, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter untuk mencari jalan keluar terbaik.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Cari tahu apa itu introvert, apa tanda-tandanya jika si kecil memiliki kepribadian introvert, dan apa yang perlu Anda lakukan sebagai orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Usia Berapa Bayi yang Baru Lahir Diperbolehkan Keluar Rumah?

Saat baru dilahirkan Anda mungkin cemas untuk membawa si kecil keluar rumah. Memangnya, kapan pada umur berapa bayi baru lahir boleh keluar rumah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 18 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Demam anak umumnya mudah ditangani dengan obat penurun panas. Tapi jika demamnya tidak kunjung sembuh setelah minum obat, bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

10 Cara Seru Mengajarkan Anak Belajar Membaca

Hobi membaca buku wajib ditanamkan sejak kecil agar terus berlanjut sampai dewasa. Bagaimana cara mengajarkan anak mulai belajar membaca?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 16 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
kasur tempat tidur bayi

4 Tips Mudah Memilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit