Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Walaupun Sehat, Seberapa Banyak Anak Boleh Makan Buah?

Walaupun Sehat, Seberapa Banyak Anak Boleh Makan Buah?

Orangtua tentu merasa senang bila mengetahui bahwa anaknya suka makan buah-buahan yang kaya vitamin dan mineral. Memang buah bisa jadi sumber serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk si kecil, tapi ternyata porsinya juga tidak berlebihan, lho. Lantas, berapa banyak porsi buah yang harus anak makan dalam sehari?

Anjuran porsi buah yang harus anak makan

Mengacu pada Departemen Kesehatan RI, anak-anak berusia 1-9 tahun membutuhkan asupan serat sebesar 16-26 gram setiap hari. Kebutuhan serat dapat diperoleh dari makanan sehari-hari, terutama dari sayuran dan buah-buahan.

Nah, supaya memenuhi kebutuhan serat tersebut, anak-anak dalam rentang usia itu dalam sehari disarankan untuk makan buah dengan jumlah berikut:

  • 2-3 tahun: 175 gram buah, atau setara dengan 1 potong besar pepaya.
  • 4-8 tahun: 175-260 gram buah, atau setara dengan 2 buah jeruk.
  • 9-13 tahun: 260 gram buah, atau setara dengan 4 buah stroberi berukuran besar.

Berikan si kecil buah-buahan dengan warna, bentuk, dan tekstur yang bervariasi sesuai usia dan jenis yang disukainya. Buah-buahan ini dapat berbentuk segar, beku, jus, atau kalengan. Akan tetapi, konsumsi buah dalam bentuk segar lebih disarankan.

Bolehkah anak makan buah lebih dari yang dianjurkan?

Buah-buahan kaya akan sejenis gula alami yang disebut fruktosa. Gula inilah yang menyebabkan buah-buahan memiliki rasa manis. Mengingat banyaknya kandungan fruktosa pada gula, Anda mungkin bertanya-tanya apakah konsumsi buah-buahan yang berlebihan bisa membahayakan kesehatan anak Anda?

Ternyata, tidak demikian. Walaupun kaya akan fruktosa, buah-buahan mengandung lebih banyak kandungan serat dan air sehingga lebih cepat menimbulkan rasa kenyang. Karena alasan inilah, hampir mustahil bagi seseorang untuk mengonsumsi buah-buahan secara berlebihan dalam satu hari.

Sebagai gambaran, anak Anda akan cepat merasa kenyang setelah makan satu buah apel berukuran besar. Apel mengandung 23 gram gula, dengan 13 gram berbentuk fruktosa. Coba bandingkan dengan sekaleng minuman bersoda.

Minuman ini mengandung 52 gram gula, 30 gram diantaranya berbentuk frutosa tanpa diimbangi dengan kandungan nutrisi lain di dalamnya. Akibatnya anak tidak merasa kenyang hanya dengan minum soda.

Asupan gula yang berlebihan memang berbahaya bagi kesehatan. Namun, gula yang dimaksud adalah gula berbentuk sukrosa atau sirup fruktosa yang terdapat pada pemanis tambahan. Sedangkan gula fruktosa yang terkandung dalam buah lebih aman dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Tips makan buah untuk mengoptimalkan kesehatan anak

Anda dapat membiarkan si kecil mencoba berbagai jenis buah tanpa perlu merasa cemas konsumsinya akan berlebihan. Cukup pastikan bahwa ia mengonsumsi buah-buahan segar melalui tips berikut:

  • Berikan si kecil buah-buahan dalam bentuk utuh, bukan jus. Jus buah memang praktis dan terasa lezat, tapi minuman ini mengandung gula tambahan yang tidak diperlukan.
  • Jika anak Anda ingin mengonsumsi jus buah, maka buatlah sendiri tanpa memberikan gula ataupun krimer kental manis.
  • Cucilah buah-buahan sebelum dikonsumsi untuk mencegah kontaminasi bakteri dan pestisida.
  • Awasi anak balita saat makan buah, terutama bila buah bertekstur keras karena dapat memicu tersedak.
  • Simpanlah berbagai macam buah di rumah agar anak Anda bisa menjadikannya sebagai camilan sehat.

Semua jenis buah mengandung nutrisi yang menyehatkan. Maka dari itu, variasi sangatlah penting. Kenalkan anak Anda pada berbagai macam buah-buahan agar ia tidak hanya makan satu jenis buah yang sama. Hal ini juga berguna untuk menghemat biaya karena beberapa jenis buah memiliki harga yang mahal di luar musimnya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia. http://gizi.depkes.go.id/download/kebijakan%20gizi/tabel%20akg.pdf Diakses pada 18 April 2019.

Why Kids Should Eat More Fruit. https://www.verywellfamily.com/fruits-and-vegetables-2633930 Diakses pada 18 April 2019.

How Much Fruit Should You Eat per Day? https://www.healthline.com/nutrition/how-much-fruit-per-day Diakses pada 18 April 2019.

Is Fruit Good or Bad for Your Health? The Sweet Truth. https://www.healthline.com/nutrition/is-fruit-good-or-bad-for-your-health#section2 Diakses pada 18 April 2019.

Children’s diet – fruit and vegetables. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/childrens-diet-fruit-and-vegetables Diakses pada 18 April 2019.


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x