Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Obat pereda nyeri memang bisa menjadi solusi untuk Anda yang mengalami nyeri serta rasa sakit yang tidak tertahankan. Tetapi tidak sedikit orang yang meminum obat pereda nyeri atau obat analgesik, walaupun rasa sakit yang dirasakannya tidak terlalu parah. 

Seberapa sering Anda meminum obat pereda nyeri, seperti paracetamol, untuk menghilangkan rasa sakit kepala Anda? Apakah aman terlalu sering minum obat tersebut? Apakah tidak apa-apa jika sedikit saja nyeri yang timbul lalu langsung minum obat pereda nyeri?

Mengenal toleransi tubuh terhadap obat pereda nyeri

Terlalu sering minum obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, aspirin, atau jenis obat NSAIDs, justru membuat tubuh lebih kebal dan lama kelamaan obat tidak akan bekerja dengan efektif lagi – tentu saja dalam dosis yang sama.

Orang yang telah mengonsumsi obat analgesik, otomatis akan memiliki toleransi terhadap obat tersebut. Toleransi obat adalah kondisi di mana obat tidak lagi bekerja secara efektif dan tidak mampu untuk mengatasi gejala nyeri serta sakit yang muncul. Untuk membuat obat pereda nyeri tersebut dapat bekerja normal lagi dan mampu mengobati rasa nyeri yang dirasakan, maka dosis obat harus ditambahkan.

Apabila suatu saat obat tersebut kembali tidak memberikan efek apapun pada rasa sakit Anda, maka dapat diartikan bahwa dosis obat yang diberikan menjadi kurang. Sehingga dosis obat yang Anda minum akan terus-menerus bertambah.

Bagaimana tubuh menjadi kebal terhadap obat-obatan yang sering diminum?

Saat salah satu bagian tubuh mengalami nyeri atau sakit, otak akan memproduksi zat kimiawi yang menyebabkan Anda merasakan rasa sakit tersebut. Kemudian, obat analgesik atau penghilang nyeri akan bertugas untuk menghentikan otak memproduksi zat tersebut.

Namun saat seseorang terlalu sering mengonsumsi obat-obatan tersebut dengan dosis yang cukup tinggi, maka tubuh alan beradaptasi dan tidak mampu untuk menghentikan zat kimiawi yang dihasilkan otak tersebut. Saat itu terjadi, Anda memerlukan dosis yang lebih agar tubuh kembali peka dengan adanya obat pereda nyeri yang masuk ke dalam tubuh.  

Lalu apa yang harus dilakukan jika sudah telanjur obat pereda nyeri tak mempan lagi?

Apabila Anda mengalami penyakit kronis, biasanya dokter akan mengizinkan Anda untuk meminum obat pereda rasa nyeri dengan dosis yang melebihi sebelumnya. Atau bisa juga dokter memberikan jenis obat-obatan yang baru dan lebih ampuh untuk mengatasi rasa nyeri Anda. Hal ini tergantung dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Toleransi terhadap obat ini akan terus terjadi selama Anda meminum obat yang sama, tetapi tenang saja, hal ini kan hilang ketika Anda memutuskan untuk menghentikan penggunaannya. Hal yang perlu diingat adalah ketika Anda memulai untuk mengonsumsi obat yang sama, jangan meminum obat tersebut dengan jumlah dosis yang sama saat Anda menghentikan obat tersebut. Dosis tersebut terlalu tinggi untuk tubuh Anda yang baru saja memulai pengobatan tersebut. Untuk itu, sebaiknya Anda konsultasikan hal ini ke dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Manfaat Propolis, Getah Lebah yang Penuh Khasiat (Tidak Kalah dari Madu!)

Propolis disebut-sebut berkhasiat sebagai obat herbal untuk mengatasi gejala herpes, mengobati luka kulit, dan meredakan maag. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit