Sodium Chloride

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Kegunaan

Untuk apa NaCl (sodium chloride)?

NaCl atau sodium chloride adalah elektrolit dengan fungsi untuk mengatur jumlah air dalam tubuh Anda. Sodium juga memainkan peran pada bagian impuls saraf dan kontraksi otot. Sodium chloride adalah nama kimia untuk garam.

Sodium chloride digunakan untuk mengatasi atau mencegah kehilangan sodium yang disebabkan dehidrasi, keringat berlebih, atau penyebab lainnya.

Sodium chloride dapat juga digunakan untuk alasan yang tidak disebutkan dalam petunjuk pengobatan ini.

Dosis dan efek samping sodium chloride akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan NaCl (sodium chloride)?

Gunakan persis seperti aturan minum obat yang diresepkan dokter Anda.  Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, lebih lama dari yang disarankan. Ikuti petunjuk yang ada pada resep.

  • Gunakan obat ini dengan segelas air penuh (8 ons)
  • Sodium chloride dapat diminum dengan atau tanpa makan

Untuk memastikan bahwa obat ini membantu kondisi Anda, darah Anda akan mungkin akan dites secara berkala. Kunjungi dokter Anda secara rutin.

Jangan berbagi obat ini dengan orang lain, meskipun jika mereka memiliki gejala yang sama dengan Anda

Hubungi dokter Anda jika gejalanya tidak berkurang atau jika menjadi lebih buruk ketika menggunakan sodium chloride.

Simpan dalam ruangan dengan temperatur jauh dari lembap, panas, dan cahaya.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram NaCl ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan.

Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan dengan NaCl (sodium chloride).

Bagaimana dosis NaCl (sodium chloride) untuk orang dewasa?

ICP refgraktori tinggi karena berbagai etiologis (misalnya, pendarahan subarachnoid, trauma, neoplasma), sindrom herniasi transtentorial (penggunaan tanpa label): IV: Hypertonic saline: 23,4% (30-60 mL) diberikan 2-20 menit diberikan melalui pusat akses vena saja.

Sepsis berat, resusitasi cairan awal: IV: saline normal (0,9% NaCl), minimal 30 mL / kg.

Bagaimana dosis NaCl (sodium chloride) untuk anak-anak?

Anak-anak IV: Solusi Hypertonic (>0,9%) sebaiknya hanya digunakan untuk pengobatan awal untuk gejala hyponatremia serius atau meningkatnya tekanan intracranial dalam letak cedera trauma otak.

Pengembangan: 3-4 mEq/kg/hari; maksimal: 100 – 150 mEq/hari; dosis berbeda berdasarkan kondisi klinis.

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

  • Solution, Inhalation 0.9% (90 mL, 240 mL)
  • Gel: 14.1 g
  • Cairan, eksternal 355 mL
  • Salep, Ophthalmic 5% (3,5 g)

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena NaCl (sodium chloride)?

Seperti penggunaan obat-obatan lainnya, penggunaan NaCl dapat menyebabkan beberapa efek samping. Kebanyakan dari efek samping berikut jarang terjadi dan tidak memerlukan pengobatan tambahan.

Namun, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda memiliki masalah apapun setelah minum obat ini.

Jika ada efek samping berikut yang terjadi ketika menggunakan sodium chloride, segera periksa ke dokter Anda:

  • detak jantung cepat
  • demam
  • gatal-gatal atau ruam
  • suara serak
  • iritasi
  • nyeri sendi, kaku, atau bengkak
  • dada sesak

Tidak menutup kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya reaksi alergi. Segera hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter Anda jika terjadi reaksi alergi parah (anafilaktik), dengan gejala-gejala seperti:

  • pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah
  • ruam kulit
  • gatal-gatal
  • kesulitan bernapas

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Jika Anda khawatir tentang efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan NaCl (sodium chloride)?

Beberapa kondisi medis dapat berinteraksi dengan saline bacteriostatic. Bilang pada dokter atau apoteker jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, khususnya beberapa hal berikut:

Obat-obatan dan penyakit tertentu

Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan NaCl.

Selain itu, penting juga untuk menginformasikan dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap NaCl atau bahan lainnya yang terkandung dalam obat ini. Selain itu, periksakan diri Anda untuk mengetahui jika Anda memiliki alergi lain, misalnya terhadap makanan, pewarna, atau hewan tertentu.

Lansia

Beberapa jenis obat belum diuji keamanannya untuk orang-orang berusia lanjut. Maka itu, obat ini mungkin memiliki cara kerja yang berbeda, atau berpotensi menyebabkan efek samping berbeda pada lansia. Khusus untuk lansia, konsultasikan pemakaian obat ini ke dokter terlebih dahulu.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •  A= Tidak berisiko
  •  B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C= Mungkin berisiko
  •  D= Ada bukti positif dari risiko
  •  X= Kontraindikasi
  •  N= Tidak diketahui

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan NaCl (sodium chloride)?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi.

Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Menurut Drugs.com, obat-obatan yang bisa jadi menimbulkan interaksi jika dikonsumsi bersamaan dengan NaCl adalah lithium dan tolvaptan.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan NaCl (sodium chloride)?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter, tim medis, atau apoteker.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain.

Kondisi-kondisi kesehatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan NaCl adalah:

Masalah retensi cairan

Jika tubuh Anda mengidap masalah retensi cairan, hindari konsumsi obat-obatan NaCl. Hal ini disebabkan penggunaan obat tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya hipernatremia, hipokalemia, serta gagal jantung kongestif.

Asidosis

Konsumsi NaCl berlebihan dapat meningkatkan kadar klorida dalam tubuh, sehingga terjadi masalah asidosis metabolisme pada tubuh.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118 atau 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Berikut adalah gejala-gejala overdosis obat yang perlu Anda waspadai:

  • mual
  • muntah-muntah
  • pusing
  • hilang keseimbangan
  • mati rasa dan kesemutan
  • kejang-kejang

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis obat dalam satu kali penggunaan.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

    Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda

    3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

    Usia tidak menghambat sebagian lansia untuk puasa. Agar tetap lancar dan kuat berpuasa, lakukan persiapan untuk lansia saat sahur dan puasa ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Apa Penyebab Rasisme yang Masih Terjadi di Sekitar Kita?

    Rasisme masih menjadi masalah dalam kehidupan bermasyarakat di berbagai belahan dunia. Ternyata, ini faktor yang menjadi penyebab rasisme.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Wabah Virus Ebola Kembali Muncul di Kongo, Bagaimana Penanganannya?

    Wabah Ebola di Kongo sebelumnya diprediksi akan berakhir dalam waktu dekat. Namun, virus yang menyerang sistem imun manusia ini kembali muncul.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Direkomendasikan untuk Anda

    kecerdasan emosional terlalu tinggi

    5 Dampak Memiliki Kecerdasan Emosional yang Terlalu Tinggi

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
    menghadapi amarah anak

    Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020

    Anak Penyandang Autisme Lebih Riskan Mengalami Gangguan Makan, Ini Faktanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
    junk food menurunkan konsentrasi

    Studi: Makan Satu Porsi Junk Food Saja Sudah Bisa Turunkan Konsentrasi

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020