Metamizole

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat metamizole digunakan?

Metamizole adalah obat yang umum digunakan untuk meredakan rasa sakit, menurunkan demam, serta mengurangi peradangan dalam tubuh. Obat ini memiliki nama lain metampiron dan dipyrone.

Obat ini tergolong daam kelas non-steroidal anti-inflammatory drug atau NSAID. Cara kerjanya adalah dengan menghambat peradangan dalam tubuh, sehingga suhu tubuh menurun dan rasa nyeri berkurang.

Biasanya, obat ini diberikan untuk mengatasi rasa sakit akibat tumor, sakit setelah operasi, atau rasa sakit berat lainnya.

Metamizole tidak digunakan untuk menangani rasa sakit ringan (sakit gigi, sakit kepala, nyeri haid).

Bagaimana aturan pakai obat metamizole?

Mengonsumsi metamizole atau metampiron harus mengikuti aturan minum obat pada brosur pasien atau petunjuk dokter anda, termasuk:

  • Minum obat ini setelah makan. Telan obat secara langsung dengan bantuan air putih.
  • Jangan mengunyah atau menghancurkan tablet karena hal tersebut dapat meningkatkan efek samping obat.
  • Minum obat ini di waktu yang sama setiap harinya agar kinerja obat dapat bekerja lebih efektif.
  • Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.
  • Apabila kondisi Anda semakin memburuk atau tidak menunjukkan adanya perubahan, segera periksakan diri ke dokter.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Berikut adalah beberapa cara penyimpanan obat metamizole atau metampiron:

  • Simpan obat ini di tempat dengan suhu ruang. Jangan di tempat yang terlalu dingin atau terlalu panas.
  • Jauhkan obat ini dari paparan sinar matahari atau cahaya langsung.
  • Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jangan menyimpan obat ini di dalam kamar mandi atau tempat-tempat lembap.
  • Jangan pula menyimpan obat ini hingga membeku di dalam freezer.
  • Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.
  • Selalu perhatikan aturan penyimpanan obat yang tertera pada kemasan.

Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat.

Salah satunya, jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet.

Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.

Jangan menyiram obat ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti resep dokter. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis obat metamizole untuk dewasa?

Menurut European Medicines Agency, berikut adalah dosis metamizole atau metampiron yang direkomendasikan untuk orang dewasa:

Tablet

Dewasa dan usia 15 tahun ke atas: 500 – 1.000 mg sebanyak 4 kali dalam sehari, dengan jarak 6-8 jam pada setiap dosis.

Dosis maksimal harian untuk tablet metamizole adalah 4.000 mg (4 mg).

Injeksi (suntik)

Dewasa dan usia 15 tahun ke atas: 500 – 1000 mg sebanyak 4 kali dalam sehari, dengan jarak 6-8 jam pada setiap dosis.

Dosis maksimal harian untuk metamizole dalam bentuk injeksi adalah 4.000 – 5.000 mg (4-5 mg).

Berapa dosis metamizole untuk anak-anak?

Belum diketahui keamanan dan efektivitas obat ini untuk anak-anak. Penggunaan obat metamizole untuk anak harus berada di bawah pengawasan dokter.

Dalam dosis dan sediaan apa obat ini tersedia?

Metamizole tersedia dalam dosis dan bentuk berikut:

Tablet

Metamizole sodium bentuk tablet tersedia dalam ukuran 250 atau 500 mg. Tablet dikemas dalam bentuk blister, strip, dan botol plastik.

Injeksi (suntik)

Metamizole sodium dalam bentuk suntik injeksi tersedia dengan ukuran 2 mL (kandungan 500 mg/mL).

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat metamizole?

Sebelum mengonsumsi metamizole, perhatikan hal-hal berikut:

Obat-obatan dan penyakit tertentu

Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan metamizole sodium.

Selain itu, penting juga untuk menginformasikan dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap metamizole sodium atau obat-obatan NSAID lainnya.

Apakah obat ini aman bagi ibu hamil dan menyusui?

Metamizole atau metampiron tidak bole dikonsumsi selama kehamilan, terutama selama 12 minggu pertama dan 12 minggu terakhir karena adanya risiko kerusakan janin.

Hindari menyusui ketika Anda menggunakan metamizole. Setelah Anda berhenti menggunakan obatnya, berikan jeda setidaknya 2 hari sebelum kembali menyusui.

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan metamizole pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan metamizole.

Efek Samping

Apa efek samping metamizole yang mungkin terjadi?

Metamizole atau metampiron dapat menyebabkan efek samping berikut:

Gangguan pencernaan

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit dan tidak nyaman di perut

Gangguan sistem saraf

  • Kantuk
  • Nervous
  • Sakit kepala
  • Mabuk

Gangguan ginjal

  • Darah pada urin, perubahan warna urin

Reaksi alergi

  • Ruam kulit
  • Gatal
  • Bengkak
  • Napas pendek
  • Keringat dingin dan lainnya

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Ada efek samping yang tidak tercantum diatas.

Jika Anda memiliki kekhawatiran tersendiri tentang efek sampingnya, konsultasikan pada dokter atau apoteker anda.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang bisa mengganggu kerja obat metamizole?

Metamizole atau metampiron dapat berinteraksi dengan obat yang sedang Anda konsumsi, yang dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan resiko efek samping serius.

Untuk mencegah interaksi, sebaiknya simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Obat-obatan berikut ini mungkin dapat memicu terjadinya efek samping:

  • penicillin
  • metformin
  • glimepiride
  • gliclazide
  • glipizide
  • warfarin
  • heparin
  • nadroparin
  • prednisone
  • methylprednisolone
  • dexamethasone

Apakah makanan dan minuman tertentu bisa mengganggu kerja obat metamizole?

Obat-obatan tertentu, termasuk metamizole, tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter.

Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.

Kondisi kesehatan apa yang bisa mengganggu kinerja obat ini?

Metamizole dapat berinteraksi dengan kondisi kesehatan Anda. Interaksi ini dapat memperburuk kondisi kesehatan atau mengubah cara kerja obat.

Sangat penting untuk selalu membuat dokter dan pelayan kesehatan Anda mengetahui semua tentang kondisi kesehatan Anda yang sekarang, terutama:

  • Hipotonia
  • Hipovolemia
  • Dehidrasi
  • Tukak lambung
  • Asma bronkial
  • Gangguan ginjal
  • Ketergantungan alkohol

Overdosis

Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau muncul tanda overdosis akibat konsumsi metamizole, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus dilakukan kalau lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Apabila Anda melupakan satu dosis, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Prolaktinoma

DefinisiApa itu prolaktinoma? Prolaktinoma adalah suatu kondisi di mana terdapat tumor bersifat nonkanker (adenoma) pada kelenjar hipofisis di otak yang memproduksi hormon prolaktin secara berlebihan. Penyakit ini ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tumor Mediastinum

Tumor mediastinum adalah jaringan abnornal yang terjadi di bagian mediastinum atau rongga dada. Ketahui gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Glioblastoma

Glioblastoma adalah jenis kanker otak yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Intip pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Otak 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Meningioma

Meningioma adalah tumor otak. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegahpenyakit ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Ileus adalah istilah medis untuk menunjukkan penurunan pergerakan pada saluran pencernaan yang dapat menyebabkan obstruksi usus.

Ileus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Tubektomi

Mengulas Tubektomi, Prosedur Sterilisasi Wanita untuk Cegah Kehamilan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
operasi tulang belakang

Operasi Tulang Belakang: Kondisi yang Membutuhkan, Prosedur Hingga Risikonya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
herpes labialis di bibir dan mulut

Herpes Labialis (Mulut/Bibir)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit