Jangan Campur Ibuprofen dan Alkohol, 4 Bahaya Ini Mengintai Anda!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ibuprofen adalah obat bebas yang tergolong dalam kelompok obat nonsteroid antiinflamasi (NSAID). Ibuprofen sering digunakan untuk menghilangkan rasa sakit, mengurangi bengkak, dan meredakan demam. Ibuprofen termasuk aman dikonsumsi jika sesuai dengan anjuran. Namun, jika Anda mencampur ibuprofen dan alkohol bersamaan, efeknya tentu berbahaya bagi kesehatan Anda.

Efek minum obat ibuprofen dan alkohol

Alkohol dapat mengganggu kerja beberapa obat, sehingga obatnya tidak mempan. Alkohol juga dapat memperparah efek samping obat tertentu. Nah, mencampur ibuprofen dan alkohol akan menimbulkan interaksi obat. Misalnya Anda minum alkohol setelah minum ibuprofen atau minum ibuprofen dengan alkohol.

Meskipun umumnya aman untuk mengonsumsi ibuprofen dan alkohol, sangat disarankan agar Anda menghindari minum alkohol saat minum obat apa pun, terutama ibuprofen.

Jika Anda menggunakan ibuprofen untuk pengobatan jangka panjang, konsultasikan dengan dokter Anda sebelum Anda ingin minum alkohol. Dokter akan memberi tahu apakah Anda boleh minum alkohol berdasarkan kondisi Anda.

Jika Anda hanya mengonsumsi ibuprofen sesekali, mungkin aman bagi Anda untuk minum alkohol secukupnya. Namun, Anda perlu tahu bahwa minum alkohol satu kali saja sambil minum obat ibuprofen bisa menyebabkan hal-hal berikut ini.

1. Perdarahan perut dan lambung

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Sebuah penelitian terhadap 1.224 peserta menunjukkan bahwa mengonsumsi ibuprofen secara teratur meningkatkan risiko perdarahan perut dan usus pada orang yang juga minum alkohol. Pasalnya, ibuprofen berisiko melukai lambung dan usus, begitu juga dengan alkohol. Sementara orang yang minum alkohol tetapi hanya beberapa kali mengonsumsi ibuprofen tidak memiliki peningkatan risiko ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda masalah perut seperti di bawah ini, segera hubungi dokter Anda.

  • Sakit perut berkepanjangan
  • Feses hitam dan keras
  • Muntah darah dengan muntahan terlihat seperti bubuk kopi

2. Kerusakan ginjal

gejala kanker ginjal

Mengonsumsi ibuprofen jangka panjang dapat merusak ginjal Anda, dan minum alkohol juga dapat membahayakan ginjal. Maka, kombinasi obat ibuprofen dan alkohol secara bersamaan akan semakin meningkatkan risiko masalah ginjal.

Gejala masalah ginjal dapat meliputi:

  • Badan lemas
  • Bengkak, terutama di tangan, kaki, atau pergelangan kaki
  • Sesak napas

3. Kerusakan hati

jenis hepatitis adalah

Mengonsumsi ibuprofen dan alkohol dapat menyebabkan kerusakan hati, meskipun ibuprofen biasanya aman jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan dan dalam waktu singkat, tetapi risiko kerusakan hati dapat meningkat pada orang yang mengonsumsi ibuprofen dalam jangka panjang.

Peningkatan enzim di hati, yang menandakan kerusakan sel-sel hati, bisa terjadi pada hingga 15 persen pasien yang sering mengonsumsi ibuprofen.

Minum ibuprofen dan alkohol bersamaan semakin meningkatkan kemungkinan kerusakan hati. Pasalnya, alkohol mengaktifkan enzim yang membuat ibuprofen jadi lebih beracun daripada biasanya.

Seiring waktu, penggunaan ibuprofen dan alkohol dapat menyebabkan penyakit hati seperti sirosis, hepatitis, sakit kuning, hingga gagal hati.

4. Tidak waspada

efek kurang tidur

Ibuprofen menyebabkan rasa sakit Anda hilang, yang dapat membuat Anda rileks. Alkohol juga bisa membuat Anda rileks. Keduanya dapat meningkatkan risiko Anda seperti hilang kendali, memperlambat reaksi tubuh, dan jatuh tertidur.

Karena itu, minum ibuprofen dan alkohol tentu berbahaya bila setelahnya Anda mengemudi, mengoperasikan mesin atau alat berat, atau berolahraga yang rentan cedera.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Obat pereda nyeri memang efektif, tapi juga memiliki sederet efek samping. Lalu, berapa banyak dosis aman minum obat pereda nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Orangtua Perlu Tahu, Ini Persiapan Menjelang Sekolah Tatap Muka

Keputusan mengenai sekolah tatap muka di masa New Normal membuat orangtua khawatir. Berikut adalah persiapan yang bisa Anda lakukan untuk lindungi si Kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Anak 6-9 tahun, Parenting 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Mematahkan Mitos bahwa Ibuprofen Tidak Aman untuk Anak

Ibuprofen aman dan tetap boleh diberikan untuk anak, Bu. Simak alasannya berdasarkan berbagai penelitian dan tips memberikannya untuk si kecil sekarang.

Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat batuk untuk bayi

Obat Batuk untuk Bayi, Mulai dari Alami Hingga Resep Dokter

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit
ibuprofen demam

Ibuprofen, Si Pereda Demam dan Nyeri yang Aman untuk Anak-anak

Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat masuk angin

5 Pilihan Obat Masuk Angin yang Manjur Meredakan Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit