Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makanan dan minuman manis memang selalu menggoda “iman”. Banyak orang mungkin termasuk Anda akan menyediakan ruang di perut untuk cokelat, kue, permen, atau es krim meskipun Anda telah makan banyak sebelumnya. Lagipula, siapa yang dapat menahan godaan lelehan cokelat pada cake kesukaan Anda? Rasanya memang sulit.

Jangan heran jika banyak orang yang kesulitan untuk menghindari, atau bahkan sekadar mengurangi gula, meskipun mereka tahu bahwa konsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan.

Apakah benar-benar harus mengurangi gula?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa batas asupan gula untuk orang dewasa adalah tidak lebih dari 50 gram atau setara dengan 12 sendok teh gula per orang per hari.

Rekomendasi tersebut belum mencakup gula yang dijumpai secara alami pada susu, buah, atau sayuran. Konsumsi gula berlebih dapat mempengaruhi kesehatan Anda, seperti meningkatkan risiko terjadinya diabetes atau obesitas.

Gula bukan untuk dihindari, tapi untuk dibatasi; karena tanpa gula, pusat susunan saraf tidak bisa bekerja secara optimal. Akibatnya, Anda akan sulit berkonsentrasi dan mengalami kelelahan.

Diet atau pola makan bebas gula yang baik adalah dengan membatasi ”gula tambahan” seminimal mungkin, namun tetap mendapatkan gula alami, seperti yang ditemukan dalam roti, sayuran, buah, produk susu, dan kacang-kacangan.

The Food and Drugs Administration(FDA) mengatakan bahwa konsumsi gula tambahan secara berlebih dapat menyulitkan tubuh untuk mencerna makanan berserat, vitamin, dan mineral yang penting bagi tubuh.

Tips mengurangi gula dalam konsumsi sehari-hari

Jika Anda ingin mengurangi gula, atau bahkan ingin mencoba hidup bebas gula, di bawah ini adalah tips yang dapat Anda terapkan.

1. Perhatikan label makanan

FDA mengatakan bahwa adanya keterangan mengenai gula tambahan pada label makanan dapat membantu meningkatkan kesadaran konsumen mengenai jumlah gula tambahan yang terkandung pada produk makanan tertentu.

Sebaiknya, jika Anda sudah mengetahui batas asupan gula per hari, Anda perlu memperhatikan kandungan gula pada produk makanan yang Anda beli, terutama kandungan gula tambahannya.

Saat Anda membaca label produk makanan tersebut, Anda harus lebih jeli karena sering kali kata gula ditulis dengan istilah lain, seperti gula tebu, sirup gula, gula pasir, dekstrosa, fruktosa, madu, sukrosa, atau kata apapun yang berakhiran dengan “-osa”.

2. Beli makanan atau minuman tanpa pemanis tambahan

Hal sederhana untuk memulai hidup bebas gula adalah dengan membeli makanan atau minuman tanpa pemanis tambahan, seperti susu kedelai dan oatmeal.

3. Kombinasikan gula dengan protein, lemak sehat, dan serat

Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan gula darah dalam tubuh yang akan menurun dengan cepat. Tentunya kadar gula darah ini akan segera menurun pula sehingga akan membuat Anda segera lapar. Untuk menghindari hal tersebut, Anda perlu mengombinasikan gula dengan protein, lemak sehat, dan serat pada makanan Anda. Kombinasi tersebut dapat memperlambat pelepasan gula darah ke dalam tubuh Anda dan membuat Anda kenyang lebih lama.

4. Tambahkan lebih banyak rasa

Hal yang membuat Anda sulit menghindari gula adalah rasa manis yang dihasilkannya; sehingga salah satu cara untuk mengurangi gula adalah dengan menambahkan lebih banyak rasa pada makanan atau minuman yang Anda konsumsi. Anda dapat menggunakan bubuk kakao atau vanila, rempah-rempah seperti pala, jahe, kayu manis, dan lain-lain.

Studi dalam Journal of Medicinal Food menyebutkan bahwa rempah-rempah telah terbukti secara alami dalam mengatur gula darah yang membantu mengendalikan nafsu makan Anda.

5. Tak perlu tinggalkan cake dan es krim favorit Anda

Siapa bilang mengurangi gula artinya tak boleh lagi makan makanan dan minuman manis favorit? Tidak ada salahnya jika Anda ingin menikmati makanan favorit Anda, seperti donat, es krim, brownies, permen, cokelat, dan lain-lain. Hanya saja, Anda perlu membatasinya dan tidak mengonsumsi terlalu sering maupun terlalu banyak.

Jika Anda takut semakin sulit menahan godaan makanan favorit, Anda dapat menjadikan hari tertentu sebagai hari khusus Anda, yaitu hari di mana Anda dapat menikmati makanan atau minuman tertentu yang tidak dapat Anda nikmati di hari lain. Misalnya, hanya satu kali tiap akhir pekan.

6. Jadikan mengurangi gula sebuah kebiasaan

Meskipun sulit, namun Anda perlu melakukannya untuk menjaga kesehatan Anda. Kurangi gula secara perlahan, jangan mendadak. Asal dilakukan konsisten, sedikit demi sedikit Anda dapat terbiasa hidup rendah gula.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Kalau muncul migrain atau sakit kepala setelah keramas, Anda mungkin bertanya-tanya apa artinya. Nah, ini dia berbagai penyebabnya. Simak baik-baik, ya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit