Pusing Setelah Makan Manis? Ternyata Ini Penyebabnya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sering pusing dan sakit kepala? Mungkin Anda suka makan makanan manis. Pasalnya makanan manis dan gula ternyata bisa bikin Anda sakit kepala dan pusing. Sebenarnya, apa sih yang menyebabkan pusing setelah makan manis?  Simak jawabanya berikut ini.

Kenapa saya pusing setelah makan manis?

Gula adalah makanan utama otak, jadi ketika Anda makan makanan manis, entah itu dalam jumlah sedikit atau banyak, maka otak akan langsung bereaksi. Makan makanan manis bukannya tidak baik, tetapi memang harus diatur porsinya.

Pasalnya, ketika Anda mengonsumsi makanan manis yang cukup banyak dalam waktu yang singkat, maka tak lama kemudian kadar gula darah Anda pasti melonjak. Ya, makanan manis dengan kandungan gula yang banyak akan sangat mudah untuk diubah jadi glukosa darah. Kondisi ini disebut dengan hiperglikemia.

Saat seseorang mengalami hiperglikemia, maka gula akan berkumpul di dalam darah. Hal ini membuat hormon insulin (yang bertugas untuk mengolah gula dalam tubuh) butuh waktu lebih banyak untuk mengubahnya jadi gula otot. Nah, saat ini terjadi, maka sel-sel di tubuh akan tertunda untuk mendapatkan makanan dan sumber energi, termasuk sel-sel di otak. Akhirnya, otak mengalami kekurangan makanan sehingga menimbulkan gejala sakit kepala dan pusing.

Selalu tergoda dengan makanan manis? Yuk, coba trik-trik ini!

Bagi Anda yang sangat suka makanan manis, mungkin akan susah untuk menjauhkan diri dari makanan manis. Akan tetapi, jika Anda tidak melakukannya, Anda bisa saja merasa selalu pusing setelah makan manis. Tak hanya itu saja, Anda juga berisiko tinggi untuk mengalami penyakit kronis seperti diabetes, stroke hingga penyakit jantung.

American Heart Association menyatakan bahwa sebagian orang menggunakan gula sekitar 6 sendok makan per hari dan yang lainnya dua kali lipat lebih banyak dari ini. Dari kebiasaan itu saja, Anda sudah mendapatkan sekitar 100-150 kalori dari gula dan tentu saja akan mudah membuat berat badan naik. 

Padahal, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia hanya menganjurkan gula sebanyak 5-9 sendok teh per hari pada orang yang sehat.

mencegah diabetes bagi orang yang suka makanan manis

Nah, maka itu mulai sekarang sebaiknya hindari makan makanan manis dan menggunakan gula yang berlebihan. Bagaimana agar tidak tergoda lagi untuk makan manis? Begini caranya:

Mulai dari mengurangi porsi makanan manis

Jika sebelumnya Anda bisa makan satu kue besar, sekarang batasi hanya makan setengahnya saja. Kalau sudah terbiasa, kurangi lagi jadi seperempat saja.

Ganti jenis makanan manis Anda

Alih-alih makan kue atau permen yang manis, Anda bisa menggantinya dengan buah-buahan yang punya rasa manis pula. Selain kalorinya yang lebih rendah dari camilan manis Anda sebelumnya, buah-buahan juga punya banyak serat, vitamin, serta mineral yang Anda butuhkan.

Perbaiki pola makan

Pola makan yang tidak benar bisa membuat Anda kelaparan dan akhirnya mencari makanan manis sebagai pengganjal perut. Sebenarnya, makanan manis bukanlah makanan yang tepat untuk dijadikan pengganjal perut, karena justru makanan ini hanya akan membuat Anda tambah lapar. Jadi, sebaiknya perbaiki pola makan Anda dan pilih makanan yang mengenyangkan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit