Makan Pedas Sebelum Olahraga, Bermanfaat Atau Malah Bahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ada yang bilang makan pedas sebelum olahraga bisa membantu membakar lebih banyak lemak dan juga membentuk otot lebih cepat. Pasalnya, makanan pedas diyakini bisa mempercepat proses metabolisme. Namun, apa kata para ahli soal hal ini? Benarkah makan pedas sebelum olahraga baik untuk menurunkan berat badan dan membentuk otot? Atau jangan-jangan cuma mitos belaka? Langsung saja simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Benarkah makanan pedas bisa mempercepat metabolisme?

Sejak lama para peneliti telah mempelajari efek makanan pedas bagi metabolisme tubuh. Metabolisme sendiri merupakan proses pengolahan sumber pangan jadi energi. Dirangkum dari berbagai penelitian, makanan pedas memang bisa memberikan efek yaitu proses metabolisme jadi lebih cepat hingga delapan persen.

Ini lantaran makanan pedas dari cabai atau paprika mengandung zat bernama capsaicin. Capsaicin adalah kandungan alami yang memberikan efek peningkatan suhu tubuh. Maka tubuh pun akan lebih cepat membakar kalori.

Dengan metabolisme yang lebih cepat, tubuh pun bisa menghasilkan lebih banyak energi untuk membentuk otot. Akan tetapi, untuk mendapatkan manfaat ini Anda harus makan cabai dalam porsi yang sangat banyak. Maka, meskipun makan pedas bisa mempercepat metabolisme, efeknya tidak akan terlalu terasa bagi tubuh Anda.   

Bolehkah makan pedas sebelum olahraga?

Meskipun cabai punya manfaat baik bagi metabolisme Anda, sebaiknya hindari makan pedas sebelum olahraga. Ini karena manfaat yang Anda dapatkan mungkin tak sebanding dengan risiko-risiko yang mungkin muncul akibat makan pedas sebelum olahraga. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Dehidrasi

Seperti dijelaskan di atas, kandungan capsaicin dalam makanan pedas bisa berefek pada peningkatan suhu tubuh. Inilah mengapa setelah makan pedas, Anda pasti merasa gerah dan panas. Bila setelah makan pedas Anda langsung berolahraga, suhu tubuh Anda bisa langsung melonjak naik.

Untuk menurunkan suhu tubuh, badan Anda akan memproduksi keringat. Tanpa makan pedas saja Anda pasti sudah banyak berkeringat saat olahraga. Maka, makan pedas sebelum olahraga berisiko membuat Anda kehilangan banyak sekali cairan lewat keringat. Hal tersebut bisa memicu dehidrasi. Dehidrasi parah bisa membuat Anda kehilangan kesadaran (pingsan).

2. Refluks asam lambung

Makan pedas memang tidak bisa menyebabkan refluks asam lambung (maag). Namun, kalau Anda punya penyakit ini, makan pedas sebelum olahraga bisa memicu asam lambung naik ke kerongkongan hingga menyebabkan dada sesak dan nyeri. Bukannya membentuk otot dan menurunkan berat badan, Anda malah jadi tak bisa berolahraga karena refluks asam lambung kumat.

3. Diare

Kandungan capsaicin dalam cabai tidak mudah dicerna oleh tubuh. Oleh karenanya, kandungan ini bisa terjebak dalam usus dan mengakibatkan iritasi. Makanan yang tadi Anda konsumsi pun akan cepat keluar lagi sebelum dicerna dengan sempurna oleh usus. Inilah yang disebut dengan diare. 

Diare tentu akan sangat mengganggu aktivitas olahraga Anda. Jadi, sebaiknya hindari makan pedas sebelum olahraga. Kalau Anda memang ingin makan pedas, pastikan Anda memberi jeda paling tidak empat jam sebelum mulai berolahraga.  

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit