Makan Kurma Terlalu Banyak Ternyata Ada Efek Sampingnya, Lho!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Berbuka dengan yang manis terutama buah kurma adalah kebiasaan yang paling sering diterapkan oleh umat muslim selama bulan Ramadan. Bagaimana tidak, manfaat dari buah kurma bagi kesehatan tubuh cukup banyak. Namun, ketika dikonsumsi terlalu banyak tentu buah kering ini memiliki bahaya. Apa saja efek samping makan kurma?

Efek samping makan kurma terlalu banyak

resep kurma

Kurma merupakan buah yang berasal dari tanaman di daerah beriklim kering dan gurun. Buah dari pohon palem ini bisa dikonsumsi langsung, tetapi umumnya melalui proses pengeringan terlebih dahulu.

Bahkan, tidak sedikit orang yang mengolah kurma menjadi smoothies atau menambahkannya pada es krim atau penganan manis lainnya. 

Kandungan serat dan kalori yang tinggi dalam kurma memang baik untuk tubuh. Akan tetapi, keduanya bisa menjadi bumerang bagi tubuh Anda jika dikonsumsi terlalu banyak. Mulai dari kenaikan badan hingga gangguan pada pencernaan. 

1. Masalah pencernaan

cara mencegah sembelit

Salah satu efek samping akibat makan buah kurma terlalu banyak adalah timbulnya masalah pencernaan akibat serat yang tinggi. Pasalnya, setiap 100 gram buah kurma mengandung serat sebanyak 7.5 gram. 

Serat adalah nutrisi yang penting agar pola makan tetap seimbang dan berfungsi membantu mencegah sembelit. Konsumsi makanan berserat juga membuat perut terasa kenyang lebih cepat, sehingga sangat diperlukan bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. 

Asupan serat setiap orang berbeda, tetapi banyak ahli yang merekomendasikan 20-35 gram serat per harinya. Sementara itu, satu porsi kurma akan memberikan 7-13% kebutuhan serat yang dianjurkan. 

perut sering kembung

Apabila kurma dengan kandungan serat yang tinggi dimakan terlalu banyak, masalah pencernaan dapat mengintai Anda, seperti:

  • perut kembung
  • kram perut
  • sembelit
  • sering buang gas

Berbagai gangguan pencernaan di atas dapat terjadi karena serat menyebabkan gerakan usus lebih cepat. Bahkan, serat juga membantu memproduksi gas di dalam tubuh, sehingga asupan serat yang berlebihan bisa berpengaruh terhadap sistem pencernaan Anda. 

2. Meningkatkan risiko penyakit diabetes

manfaat cek gula untuk neuropati diabetesi saat puasa

Selain menyebabkan masalah pencernaan, efek samping lainnya dari konsumsi buah kurma terlalu banyak adalah meningkatkan risiko penyakit diabetes. Mengapa demikian?

Begini, kurma mengandung pemanis alami yang hampir setara dengan 30 gram gula. Kandungan gula yang tinggi tersebut membuat kurma dianggap sebagai makanan dengan indeks glikemik yang tinggi pula.

Indeks glikemik atau GI merupakan sebuah ukuran seberapa cepat makanan dapat memengaruhi kadar glukosa darah. 

Dilansir dari University Health News, kurma mengandung skor GI yang cukup sedang dan tidak akan terlalu meningkatkan kadar gula darah Anda. Namun, ketika dikonsumsi lebih dari tiga buah ternyata cukup berpengaruh terhadap glukosa Anda, terutama ketika menderita diabetes. 

Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai membatasi konsumsi kurma dengan kandungan gula yang tinggi, seperti 1-2 buah dalam satu hari adalah pilihan yang aman. Apabila Anda tidak yakin, silakan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi kurma. 

3. Diare

diare pada hiv

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kurma mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Apabila buah kurma dimakan terlalu banyak, efek samping yang mengintai Anda adalah diare. 

Kondisi ini dapat terjadi karena sebagian rasa manis dari kurma berasal dari kandungan fruktosa, yaitu gula alami yang ditemukan pada buah dan sayuran. Akan tetapi, tidak semua orang dapat mencerna fruktosa dengan baik atau biasa disebut intoleransi fruktosa.

Akibatnya, gula dapat melewati seluruh sistem pencernaan karena fruktosa tidak diserap dengan baik, sehingga tubuh tidak dapat memecahnya.

Pada saat gula tersebut sampai di usus, senyawa ini dapat menyebabkan diare dan membuat Anda sering buang gas. Hal ini dikarenakan adanya reaksi dengan bakteri alami di usus. 

Berapa banyak konsumsi kurma yang dianjurkan?

manfaat kurma

Manfaat yang ditawarkan oleh buah kurma lebih banyak ketimbang efek samping ketika makan terlalu banyak. Akan tetapi, banyak orang yang mungkin ingin tahu berapa batas aman konsumsi kurma agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan. 

Sebenarnya jumlah batas aman konsumsi kurma tergantung pada beberapa faktor. Mulai dari usia, kesehatan, hingga kondisi lainnya. Sampai saat ini belum ada penelitian yang cukup untuk menentukan kisaran dosis yang sesuai untuk kurma. 

Namun, Anda tetap perlu mengikuti petunjuk yang ada pada label produk dan berkonsultasi dengan dokter jika merasa khawatir buah kurma memengaruhi kondisi tubuh saat itu. 

Makan buah kurma memang tidak boleh berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan tubuh. Namun, ketika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kurma dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan nutrisi yang penting, seperti kalium, zat besi, dan magnesium.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Akibat Konsumsi Gula Berlebih

Bukan saja kerusakan hati dan penyakit jantung, konsumsi gula berlebih juga bisa menimbulkan efek buruk lain pada kesehatan tubuh Anda. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Fakta Gizi, Nutrisi 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Xerostomia (Mulut Kering)

Xerostomia adalah kondisi mulut yang kering. Cari tahu gejala, penyebab, faktor risiko, dan cara pengobatan xerostomia di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Eksfoliasi, Apakah Aman dan Cocok untuk Semua Tipe Kulit?

Salah satu tren baru dalam dunia kecantikan adalah eksfoliasi. Simak apakah tipe kulit Anda bisa cocok dengan prosedur skincare yang satu ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Berbagai Kebaikan Kurma yang Mujarab untuk Kesehatan Tubuh

Kebanyakan orang Indonesia mungkin sudah akrab dengan buah kurma. Namun, sudah tahukah Anda apa saja manfaat buah asal negeri Jazirah Arab ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 29 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pengertian micellar water adalah

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gerak peristaltik dan sindrom usus malas

Mengulik Gerak Peristaltik dan Hubungannya dengan Sindrom Usus Malas

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
pro kontra antidepresan

Jenis-Jenis Obat Antidepresan, Plus Efek Samping yang Ditimbulkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit