home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Makan Kurma Terlalu Banyak Ternyata Ada Efek Sampingnya, Lho!

Makan Kurma Terlalu Banyak Ternyata Ada Efek Sampingnya, Lho!

Berbuka dengan yang manis terutama buah kurma adalah kebiasaan yang paling sering diterapkan oleh umat muslim selama bulan Ramadan. Bagaimana tidak, manfaat dari buah kurma bagi kesehatan tubuh cukup banyak. Namun, ketika dikonsumsi terlalu banyak tentu buah kering ini memiliki bahaya. Apa saja efek samping makan kurma?

Efek samping makan kurma terlalu banyak

resep kurma

Kurma merupakan buah yang berasal dari tanaman di daerah beriklim kering dan gurun. Buah dari pohon palem ini bisa dikonsumsi langsung, tetapi umumnya melalui proses pengeringan terlebih dahulu.

Bahkan, tidak sedikit orang yang mengolah kurma menjadi smoothies atau menambahkannya pada es krim atau penganan manis lainnya.

Kandungan serat dan kalori yang tinggi dalam kurma memang baik untuk tubuh. Akan tetapi, keduanya bisa menjadi bumerang bagi tubuh Anda jika dikonsumsi terlalu banyak. Mulai dari kenaikan badan hingga gangguan pada pencernaan.

1. Masalah pencernaan

cara mencegah sembelit

Salah satu efek samping akibat makan buah kurma terlalu banyak adalah timbulnya masalah pencernaan akibat serat yang tinggi. Pasalnya, setiap 100 gram buah kurma mengandung serat sebanyak 7.5 gram.

Serat adalah nutrisi yang penting agar pola makan tetap seimbang dan berfungsi membantu mencegah sembelit. Konsumsi makanan berserat juga membuat perut terasa kenyang lebih cepat, sehingga sangat diperlukan bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan.

Asupan serat setiap orang berbeda, tetapi banyak ahli yang merekomendasikan 20-35 gram serat per harinya. Sementara itu, satu porsi kurma akan memberikan 7-13% kebutuhan serat yang dianjurkan.

perut sering kembung

Apabila kurma dengan kandungan serat yang tinggi dimakan terlalu banyak, masalah pencernaan dapat mengintai Anda, seperti:

  • perut kembung
  • kram perut
  • sembelit
  • sering buang gas

Berbagai gangguan pencernaan di atas dapat terjadi karena serat menyebabkan gerakan usus lebih cepat. Bahkan, serat juga membantu memproduksi gas di dalam tubuh, sehingga asupan serat yang berlebihan bisa berpengaruh terhadap sistem pencernaan Anda.

2. Meningkatkan risiko penyakit diabetes

manfaat cek gula untuk neuropati diabetesi saat puasa

Selain menyebabkan masalah pencernaan, efek samping lainnya dari konsumsi buah kurma terlalu banyak adalah meningkatkan risiko penyakit diabetes. Mengapa demikian?

Begini, kurma mengandung pemanis alami yang hampir setara dengan 30 gram gula. Kandungan gula yang tinggi tersebut membuat kurma dianggap sebagai makanan dengan indeks glikemik yang tinggi pula.

Indeks glikemik atau GI merupakan sebuah ukuran seberapa cepat makanan dapat memengaruhi kadar glukosa darah.

Dilansir dari University Health News, kurma mengandung skor GI yang cukup sedang dan tidak akan terlalu meningkatkan kadar gula darah Anda. Namun, ketika dikonsumsi lebih dari tiga buah ternyata cukup berpengaruh terhadap glukosa Anda, terutama ketika menderita diabetes.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai membatasi konsumsi kurma dengan kandungan gula yang tinggi, seperti 1-2 buah dalam satu hari adalah pilihan yang aman. Apabila Anda tidak yakin, silakan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi kurma.

3. Diare

diare pada hiv

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kurma mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Apabila buah kurma dimakan terlalu banyak, efek samping yang mengintai Anda adalah diare.

Kondisi ini dapat terjadi karena sebagian rasa manis dari kurma berasal dari kandungan fruktosa, yaitu gula alami yang ditemukan pada buah dan sayuran. Akan tetapi, tidak semua orang dapat mencerna fruktosa dengan baik atau biasa disebut intoleransi fruktosa.

Akibatnya, gula dapat melewati seluruh sistem pencernaan karena fruktosa tidak diserap dengan baik, sehingga tubuh tidak dapat memecahnya.

Pada saat gula tersebut sampai di usus, senyawa ini dapat menyebabkan diare dan membuat Anda sering buang gas. Hal ini dikarenakan adanya reaksi dengan bakteri alami di usus.

Berapa banyak konsumsi kurma yang dianjurkan?

manfaat kurma

Manfaat yang ditawarkan oleh buah kurma lebih banyak ketimbang efek samping ketika makan terlalu banyak. Akan tetapi, banyak orang yang mungkin ingin tahu berapa batas aman konsumsi kurma agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Sebenarnya jumlah batas aman konsumsi kurma tergantung pada beberapa faktor. Mulai dari usia, kesehatan, hingga kondisi lainnya. Sampai saat ini belum ada penelitian yang cukup untuk menentukan kisaran dosis yang sesuai untuk kurma.

Namun, Anda tetap perlu mengikuti petunjuk yang ada pada label produk dan berkonsultasi dengan dokter jika merasa khawatir buah kurma memengaruhi kondisi tubuh saat itu.

Makan buah kurma memang tidak boleh berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan tubuh. Namun, ketika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kurma dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan nutrisi yang penting, seperti kalium, zat besi, dan magnesium.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dannie, M. (2018). Date fruit is great fruit, but too much can cause side effects. Livestrong. Retrieved 30 April 2020, from https://www.livestrong.com/article/484852-the-side-effects-of-date-fruit/

Dietary Fiber. (2018). International Foundation for Gastrointestinal Disorder. Retrieved 30 April 2020, from https://www.aboutibs.org/ibs-diet/dietary-fiber.html

IBS: Fructose Alert. (2010). The Gastroparesis & Dysmotilities Association. Retrieved 30 April 2020, from http://www.digestivedistress.com/fructose-alert

Date Palm. WebMD. Retrieved 30 April 2020, from https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-423/date-palm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 19/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro