Terlalu Banyak Minum Susu Bisa Bikin Tulang Mudah Patah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kesehatan tulang sering kali dikaitkan dengan minum susu, mengingat kandungan kalsium di terkandung dalamnya yang dinilai memiliki peran besar untuk tulang. Banyak orang-orang yang rutin minum susu demi menjaga kesehatan tulang di masa kini serta mencegah kerusakan tulang di masa tua. Namun, penelitian lebih lanjut justru menunjukkan bahwa ternyata konsumsi susu tidak selalu mempunyai efek baik bagi tulang manusia. Bahkan, ternyata terlalu banyak minum susu bisa meningkatkan laju pengurangan kalsium di dalam tulang, loh!

Apakah susu benar-benar bisa menjaga kesehatan tulang, atau apakah ini hanya sekadar mitos yang diciptakan para produsen susu, ya?

BACA JUGA: 4 Dampak Negatif yang Mungkin Terjadi Akibat Susu

Kenapa susu disebut baik untuk kesehatan tulang?

Susu merupakan minuman yang mengandung komponen nutrisi lengkap, mulai dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, hingga berbagai jenis enzim biologis. Kandungan berbagai nutrisi di dalam susu inilah yang mendukung fungsi dan manfaat susu yang beraneka ragam, mulai dari sumber energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari hingga membantu transpor oksigen di dalam tubuh.

Salah satu kandungan di dalam susu yang paling dikenal oleh masyarakat luas adalah kalsium, salah satu jenis mineral yang mempunyai peran penting dalam pembentukan tulang, kontraksi otot, transmisi saraf, hingga penggumpalan darah. Selain kalsium, susu juga mengandung magnesium yang mempunyai peran tidak kalah penting dalam metabolisme tulang, serta mangan yang berperan dalam pembentukan tulang. Tak jarang, susu diberi predikat sebagai minuman yang ‘ramah’ terhadap kesehatan tulang.

Produk-produk susu dan turunannya (dairy products) memang mengandung kalsium yang jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium bagi tubuh, di mana satu gelas susu sapi dapat mencukupi 30 persen dari kebutuhan kalsium harian. Dibandingkan makanan lainnya, susu merupakan sumber kalsium yang mempunyai konsentrasi kalsium paling tinggi tiap saji. Kalsium-kalsium ini 99 persen disimpan di gigi dan tulang, sementara sisanya dapat ditemukan di darah dan jaringan lainnya.

Oleh karena itu, banyak orang yang percaya bahwa konsumsi susu dan produk turunannya akan mencegah osteoporosis dan penurunan kesehatan tulang karena dapat memenuhi kebutuhan kalsium pada tulang dan membantu memperpadat massa tulang.

BACA JUGA: Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Susu?

Terlalu banyak minum susu meningkatkan risiko patah tulang

Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kalsium di dalam susu dapat membantu memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis – yang bisa berlanjut menyebabkan risiko patah tulang. Namun, penelitian-penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa terlalu banyak minum susu ternyata tidak membantu menghindari kita dari risiko patah tulang.

BACA JUGA: 3 Hal yang Membuat Tulang Anda Mudah Patah

Wanita yang terlalu banyak minum susu justru memiliki risiko patah tulang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita lain yang mengonsumsi susu dalam jumlah sedikit. Risiko patah tulang meningkat sebanyak 16 persen pada wanita yang meminum susu 3 gelas atau lebih setiap harinya, dan risiko patah tulang pada bagian pinggang meningkat hingga 60 persen.

Berbagai bukti penelitian tentang pengaruh susu pada tulang

Penelitian-penelitian lainnya yang berkaitan dengan susu dan kesehatan tulang:

  • Penelitian dari Harvard menunjukkan bahwa individu yang meminum susu hanya satu gelas dalam seminggu, atau bahkan tidak minum susu sama sekali, memiliki risiko patah tulang yang sama saja dengan orang-orang yang minum lebih dari dua gelas susu setiap minggu.
  • Penelitian selama dua dekade oleh Harvard yang diikuti oleh 72.000 wanita menunjukkan bahwa tidak ada bukti bahwa konsumsi susu bisa mencegah patah tulang atau osteoporosis.
  • Penelitian lainnya yang diikuti lebih dari 96.000 orang menunjukkan bahwa semakin banyak susu yang dikonsumsi oleh seseorang, semakin besar kemungkinan patah tulang yang terjadi pada saat mereka dewasa.
  • Dilansir dari American Journal of Epidemiology, Cumming dan Klineberg mengumumkan bahwa konsumsi susu, terutama pada usia 20 tahun, justru diasosiasikan dengan peningkatan risiko patah tulang pinggang (hip fracture) pada usia tua (“Case-Control Study of Risk Factors for Hip Fractures in the Elderly”. American Journal of Epidemiology. Vol. 139, No. 5, 1994).

Tubuh kita kesulitan menyerap kalsium dari susu

Tidak sedikit penelitian yang menunjukkan bahwa banyak efek-efek kesehatan yang merugikan justru datang dari konsumsi susu. Hal yang mengejutkan adalah, ternyata tubuh sebenarnya kesulitan menyerap kalsium yang terkandung di dalam susu sapi, terutama susu sapi hasil pasteurisasi. Lalu, ternyata susu meningkatkan laju pengurangan kalsium di dalam tulang.

Susu merupakan makanan yang menyebabkan pH tubuh menurun (menjadi lebih asam) setelah dimetabolisme oleh tubuh, sehingga tubuh harus menetralkan pH tubuh untuk mencapai keadaan netral dengan cara menambahkan alkalin atau basa di dalam tubuh. Proses penetralan ini menggunakan kalsium yang bersifat basa. Ironisnya, kalsium yang banyak tersimpan di dalam tulang juga digunakan untuk menetralkan efek pengasaman yang disebabkan oleh metabolisme tubuh. Saat kalsium dilepaskan dari tulang, kalsium dibuang oleh tubuh melalui urin, yang menyebabkan defisiensi kalsium di dalam tubuh.

BACA JUGA: Kenapa Tubuh Kita Perlu Kalsium (Bukan untuk Tulang Saja)

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit