home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Terlalu Banyak Minum Susu Bisa Bikin Tulang Mudah Patah

Terlalu Banyak Minum Susu Bisa Bikin Tulang Mudah Patah

Kesehatan tulang sering kali dikaitkan dengan minum susu, mengingat kandungan kalsium di terkandung dalamnya yang dinilai memiliki peran besar untuk tulang. Banyak orang-orang yang rutin minum susu demi menjaga kesehatan tulang di masa kini serta mencegah kerusakan tulang di masa tua. Namun, penelitian lebih lanjut justru menunjukkan bahwa ternyata konsumsi susu tidak selalu mempunyai efek baik bagi tulang manusia. Bahkan, ternyata terlalu banyak minum susu bisa meningkatkan laju pengurangan kalsium di dalam tulang, loh!

Apakah susu benar-benar bisa menjaga kesehatan tulang, atau apakah ini hanya sekadar mitos yang diciptakan para produsen susu, ya?

BACA JUGA: 4 Dampak Negatif yang Mungkin Terjadi Akibat Susu

Kenapa susu disebut baik untuk kesehatan tulang?

Susu merupakan minuman yang mengandung komponen nutrisi lengkap, mulai dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, hingga berbagai jenis enzim biologis. Kandungan berbagai nutrisi di dalam susu inilah yang mendukung fungsi dan manfaat susu yang beraneka ragam, mulai dari sumber energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari hingga membantu transpor oksigen di dalam tubuh.

Salah satu kandungan di dalam susu yang paling dikenal oleh masyarakat luas adalah kalsium, salah satu jenis mineral yang mempunyai peran penting dalam pembentukan tulang, kontraksi otot, transmisi saraf, hingga penggumpalan darah. Selain kalsium, susu juga mengandung magnesium yang mempunyai peran tidak kalah penting dalam metabolisme tulang, serta mangan yang berperan dalam pembentukan tulang. Tak jarang, susu diberi predikat sebagai minuman yang ‘ramah’ terhadap kesehatan tulang.

Produk-produk susu dan turunannya (dairy products) memang mengandung kalsium yang jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium bagi tubuh, di mana satu gelas susu sapi dapat mencukupi 30 persen dari kebutuhan kalsium harian. Dibandingkan makanan lainnya, susu merupakan sumber kalsium yang mempunyai konsentrasi kalsium paling tinggi tiap saji. Kalsium-kalsium ini 99 persen disimpan di gigi dan tulang, sementara sisanya dapat ditemukan di darah dan jaringan lainnya.

Oleh karena itu, banyak orang yang percaya bahwa konsumsi susu dan produk turunannya akan mencegah osteoporosis dan penurunan kesehatan tulang karena dapat memenuhi kebutuhan kalsium pada tulang dan membantu memperpadat massa tulang.

BACA JUGA: Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Susu?

Terlalu banyak minum susu meningkatkan risiko patah tulang

Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kalsium di dalam susu dapat membantu memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis – yang bisa berlanjut menyebabkan risiko patah tulang. Namun, penelitian-penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa terlalu banyak minum susu ternyata tidak membantu menghindari kita dari risiko patah tulang.

BACA JUGA: 3 Hal yang Membuat Tulang Anda Mudah Patah

Wanita yang terlalu banyak minum susu justru memiliki risiko patah tulang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita lain yang mengonsumsi susu dalam jumlah sedikit. Risiko patah tulang meningkat sebanyak 16 persen pada wanita yang meminum susu 3 gelas atau lebih setiap harinya, dan risiko patah tulang pada bagian pinggang meningkat hingga 60 persen.

Berbagai bukti penelitian tentang pengaruh susu pada tulang

Penelitian-penelitian lainnya yang berkaitan dengan susu dan kesehatan tulang:

  • Penelitian dari Harvard menunjukkan bahwa individu yang meminum susu hanya satu gelas dalam seminggu, atau bahkan tidak minum susu sama sekali, memiliki risiko patah tulang yang sama saja dengan orang-orang yang minum lebih dari dua gelas susu setiap minggu.
  • Penelitian selama dua dekade oleh Harvard yang diikuti oleh 72.000 wanita menunjukkan bahwa tidak ada bukti bahwa konsumsi susu bisa mencegah patah tulang atau osteoporosis.
  • Penelitian lainnya yang diikuti lebih dari 96.000 orang menunjukkan bahwa semakin banyak susu yang dikonsumsi oleh seseorang, semakin besar kemungkinan patah tulang yang terjadi pada saat mereka dewasa.
  • Dilansir dari American Journal of Epidemiology, Cumming dan Klineberg mengumumkan bahwa konsumsi susu, terutama pada usia 20 tahun, justru diasosiasikan dengan peningkatan risiko patah tulang pinggang (hip fracture) pada usia tua (“Case-Control Study of Risk Factors for Hip Fractures in the Elderly”. American Journal of Epidemiology. Vol. 139, No. 5, 1994).

Tubuh kita kesulitan menyerap kalsium dari susu

Tidak sedikit penelitian yang menunjukkan bahwa banyak efek-efek kesehatan yang merugikan justru datang dari konsumsi susu. Hal yang mengejutkan adalah, ternyata tubuh sebenarnya kesulitan menyerap kalsium yang terkandung di dalam susu sapi, terutama susu sapi hasil pasteurisasi. Lalu, ternyata susu meningkatkan laju pengurangan kalsium di dalam tulang.

Susu merupakan makanan yang menyebabkan pH tubuh menurun (menjadi lebih asam) setelah dimetabolisme oleh tubuh, sehingga tubuh harus menetralkan pH tubuh untuk mencapai keadaan netral dengan cara menambahkan alkalin atau basa di dalam tubuh. Proses penetralan ini menggunakan kalsium yang bersifat basa. Ironisnya, kalsium yang banyak tersimpan di dalam tulang juga digunakan untuk menetralkan efek pengasaman yang disebabkan oleh metabolisme tubuh. Saat kalsium dilepaskan dari tulang, kalsium dibuang oleh tubuh melalui urin, yang menyebabkan defisiensi kalsium di dalam tubuh.

BACA JUGA: Kenapa Tubuh Kita Perlu Kalsium (Bukan untuk Tulang Saja)

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Tiara Putri Diperbarui 18/12/2020
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team