Diet Keto Apa Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Diet keto membantu Anda membatasi asupan karbohidrat dan gula untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Selain itu, beberapa pihak yang mendukung metode ini juga mengatakan diet keto sekaligus bisa membantu menurunkan gula darah. Benarkah manfaat diet keto yang satu ini?

Sekilas info tentang diet keto

Diet keto merupalan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Asupan karbohidrat yang dibolehkan selama diet ini tidak lebih dari 30 gram dari total kalori harian, sementara asupan lemak harus diperbanyak hingga 60-70%, yaitu sekitar 3-4 gram per 1 gram karbohidrat dan protein yang dikonsumsi.

Beberapa makanan tinggi lemak dan protein yang disarankan ketika menjalani diet keto adalah:

  • Telur
  • Ikan berlemak, seperti salmon
  • Alpukat
  • Keju
  • Zaitun dan minyak zaitun
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian

Dengan diet keto, tubuh akan membakar lebih banyak lemak sebagai energi karena tidak memiliki cukup simpanan karbohidrat yang menjadi sumber energi utama. Dari sinilah manfaat keto muncul untuk menurunkan berat badan.

Manfaat diet keto benar juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah?

Ketika Anda membatasi konsumsi karbohidrat secara ketat, tubuh akan masuk ke dalam tahap ketosis. Kekurangan karbohidrat membuat kadar glukosa (gula darah) turun sehingga tubuh akan mulai memecah lemak keton untuk dijadikan sebagai sumber energi.

Ketosis sebenarnya merupakan bentuk ringan dari ketoasidosis yang biasanya menyerang penderita diabetes tipe 1, dan merupakan penyebab kematian utama pada penderita diabetes di bawah usia 24 tahun.

Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa keadaan ketosis tidaklah berbahaya. Pemecahan keton rupanya malah dapat membantu mengendalikan resistensi insulin. Ketika kadar gula darah dalam tubuh lebih stabil, ini juga sekaligus membantu mengurangi kebutuhan tambahan insulin (hormon yang membantu mengubah gula menjadi energi).

Selain itu, diet ketogenik juga membuat tubuh membakar lemak yang lebih banyak sehingga juga membantu mengurangi berat badan. Penurunan berat badan yang mendekati normal dihubungkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.

Itu kenapa manfaat diet keto dipercaya bisa membantu penderita diabetes mengendalikan kadar gula darah mereka. Beberapa penelitian bahkan mengatakan bahwa diet ketogenik dikatakan aman bagi penderita obesitas atau orang yang kelebihan berat badan.

Hati-hati dengan efek samping diet keto

Meski ada banyak manfaat diet keto yang bisa Anda dapatkan, sebaiknya juga kenali dan waspadai berbagai efek samping yang mungkin muncul setelahnya. Pasalnya diet keto memang sejak awal tidak diperuntukkan khusus sebagai cara menurunkan berat badan, melainkan sebagai pola makan khusus untuk orang yang memiliki gangguan epilepsi. Orang-orang epilepso kesulitan untuk mencerna karbohidrat di dalam tubuh, sehingga harus sangat dibatasi asupannya agar gejala epilepsi lebih mudah dikelola.

Bagi orang sehat, diet keto jangka panjang akan mengubah bagaimana cara metabolisme tubuh menggunakan energi yang tentu dapat membawa efek samping bagi tubuh. Beberapa efek samping yang bisa muncul pada awal melakukan diet ketogenik adalah:

Selain itu, keton yang dihasilkan terlalu banyak dalam tubuh saat diet keto ternyata dapat meningkatkan risiko ketoasidosis, yang merupakan kondisi medis berbahaya.

Jika Anda merasakan gejala diabetes-ketoasidosis berikut ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

  • Gula darah tinggi.
  • Mulut kering.
  • Sering buang air kecil.
  • Mual.
  • Bau napas seperti bau buah.
  • Kesulitan bernapas.

Bagi Anda yang sedang menjalani diet keto, disarankan agar menguji kadar gula darah sepanjang hari untuk memastikannya tetap dalam kadar normal.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?
Sumber

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

4 Manfaat Minyak Hati Ikan Kod Bagi Kesehatan Anak

Berbagai cara tentu dilakukan ibu untuk mendukung pertumbuhan anaknya. Salah satunya yaitu dengan memberikan minyak hati ikan kod. Apa manfaatnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
minyak hati ikan kod

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Penyakit infeksi pada anak cukup mengkhawatirkan karena bisa mengganggu tumbuh kembang. Lantas, apa saja penyakit infeksi yang sering dialami anak?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
penyakit infeksi pada anak

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
kebutuhan zat besi bayi
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 12 Juni 2019

Yang juga perlu Anda baca

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Untuk mengetahui apakah Anda kena diabetes atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa kadar gula darah normal dalam tubuh. Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah tingginya kadar gula darah karena berkurangnya kemampuan tubuh memakai insulin. Umumnya, ini terjadi karena gaya hidup tak sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Jenis-Jenis Penyakit Diabetes

Selama ini Anda mungkin mengira ada dua klasifikasi diabetes, yaitu DM tipe 1 dan 2. Kenyataannya, ada 4 tipe diabetes yang berbeda. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes gestasional

Diabetes Gestasional, Kondisi Saat Gula Darah Naik di Masa Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit
gula dalam buah

Kandungan Gula Dalam Buah, Apa Efeknya Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit