home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Diet Keto Apa Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah?

Diet Keto Apa Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah?

Diet keto membantu Anda membatasi asupan karbohidrat dan gula untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Selain itu, beberapa pihak yang mendukung metode ini juga mengatakan diet keto sekaligus bisa membantu menurunkan gula darah. Benarkah manfaat diet keto yang satu ini?

Sekilas info tentang diet keto

Diet keto merupalan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Asupan karbohidrat yang dibolehkan selama diet ini tidak lebih dari 30 gram dari total kalori harian, sementara asupan lemak harus diperbanyak hingga 60-70%, yaitu sekitar 3-4 gram per 1 gram karbohidrat dan protein yang dikonsumsi.

Beberapa makanan tinggi lemak dan protein yang disarankan ketika menjalani diet keto adalah:

  • Telur
  • Ikan berlemak, seperti salmon
  • Alpukat
  • Keju
  • Zaitun dan minyak zaitun
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian

Dengan diet keto, tubuh akan membakar lebih banyak lemak sebagai energi karena tidak memiliki cukup simpanan karbohidrat yang menjadi sumber energi utama. Dari sinilah manfaat keto muncul untuk menurunkan berat badan.

Manfaat diet keto benar juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah?

Ketika Anda membatasi konsumsi karbohidrat secara ketat, tubuh akan masuk ke dalam tahap ketosis. Kekurangan karbohidrat membuat kadar glukosa (gula darah) turun sehingga tubuh akan mulai memecah lemak keton untuk dijadikan sebagai sumber energi.

Ketosis sebenarnya merupakan bentuk ringan dari ketoasidosis yang biasanya menyerang penderita diabetes tipe 1, dan merupakan penyebab kematian utama pada penderita diabetes di bawah usia 24 tahun.

Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa keadaan ketosis tidaklah berbahaya. Pemecahan keton rupanya malah dapat membantu mengendalikan resistensi insulin. Ketika kadar gula darah dalam tubuh lebih stabil, ini juga sekaligus membantu mengurangi kebutuhan tambahan insulin (hormon yang membantu mengubah gula menjadi energi).

Selain itu, diet ketogenik juga membuat tubuh membakar lemak yang lebih banyak sehingga juga membantu mengurangi berat badan. Penurunan berat badan yang mendekati normal dihubungkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.

Itu kenapa manfaat diet keto dipercaya bisa membantu penderita diabetes mengendalikan kadar gula darah mereka. Beberapa penelitian bahkan mengatakan bahwa diet ketogenik dikatakan aman bagi penderita obesitas atau orang yang kelebihan berat badan.

Hati-hati dengan efek samping diet keto

Meski ada banyak manfaat diet keto yang bisa Anda dapatkan, sebaiknya juga kenali dan waspadai berbagai efek samping yang mungkin muncul setelahnya. Pasalnya diet keto memang sejak awal tidak diperuntukkan khusus sebagai cara menurunkan berat badan, melainkan sebagai pola makan khusus untuk orang yang memiliki gangguan epilepsi. Orang-orang epilepso kesulitan untuk mencerna karbohidrat di dalam tubuh, sehingga harus sangat dibatasi asupannya agar gejala epilepsi lebih mudah dikelola.

Bagi orang sehat, diet keto jangka panjang akan mengubah bagaimana cara metabolisme tubuh menggunakan energi yang tentu dapat membawa efek samping bagi tubuh. Beberapa efek samping yang bisa muncul pada awal melakukan diet ketogenik adalah:

Selain itu, keton yang dihasilkan terlalu banyak dalam tubuh saat diet keto ternyata dapat meningkatkan risiko ketoasidosis, yang merupakan kondisi medis berbahaya.

Jika Anda merasakan gejala diabetes-ketoasidosis berikut ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

  • Gula darah tinggi.
  • Mulut kering.
  • Sering buang air kecil.
  • Mual.
  • Bau napas seperti bau buah.
  • Kesulitan bernapas.

Bagi Anda yang sedang menjalani diet keto, disarankan agar menguji kadar gula darah sepanjang hari untuk memastikannya tetap dalam kadar normal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wu, Briand and Olsen, Natalie. (2017). Ketogenic diet for type 2 diabetes: Side effects, benefits, and alternatives. [online] Medical News Today. Available at: https://www.medicalnewstoday.com/articles/317431.php [Accessed 19 Aug. 2018].

Butler, Natalie and Cherney, Kristeen. (2017). How the Ketogenic Diet Works for Type 2 Diabetes. [online] Available at: https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes-ketogenic-diet#monitoring [Accessed 19 Aug. 2018].

Mawer, Rudy. (2018). The Ketogenic Diet: A Detailed Beginner’s Guide to Keto. [online] Available at: https://www.healthline.com/nutrition/ketogenic-diet-101#other-benefits [Accessed 22 Aug. 2018].

Stiehl, C. (2018). Is the Keto Diet Good For Diabetics? A Keto Expert Gives Us the Answer. [online] POPSUGAR Fitness. Available at: https://www.popsugar.com/fitness/Keto-Diet-Good-Diabetes-44993791 [Accessed 22 Aug. 2018].

Foto Penulis
Ditinjau oleh Arinda Veratamala, S.Gz
Ditulis oleh Arinda Veratamala, S.Gz
Tanggal diperbarui 07/10/2018
x