Panduan Menjalani Diet Carbo Loading Sebelum Olahraga Berat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak metode diet yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan berat badan ideal ataupun untuk sekadar menerapkan hidup sehat. Namun, diet carbo loading berbeda. Diet ini tidak bertujuan untuk menurunkan berat badan, karena justru pelaku diet ini malah mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah banyak. Untuk apa?

Apa itu diet carbo loading?

Istilah carbohydrate loading atau biasa yang disebut dengan diet carbo loading mungkin masih terasa asing bagi sebagian besar orang. Pasalnya, diet ini memang hanya terkenal di kalangan atlet tertentu.

Diet carbo loading adalah sebuah strategi diet tinggi karbohidrat yang dirancang untuk memberi makan sel-sel otot dengan glikogen. Karbohidrat yang dikonsumsi diolah oleh tubuh dan simpan dalam jaringan hati dan otot dalam bentuk glikogen – menjadi molekul penghasil tenaga. Hal ini bertujuan untuk  memperbanyak jumlah bahan bakar yang disimpan dalam otot-otot Anda, sehingga mampu memperlambat kelelahan dan meningkatkan kinerja atletik Anda selama melakukan olahraga jangka panjang (endurance), seperti lari marathon, misalnya.

Pada prinsipnya, diet carbo loading merupakan metode diet yang melibatkan pengaturan nutrisi dan perubahan pola latihan untuk memaksimalkan sumber energi dalam bentuk glikogen otot.

Bagimana cara melakukan diet carbo loading?

Diet carbo loading dilakukan seminggu sebelum melakukan olahraga endurance. Caranya adalah dengan menambah asupan makanan yang tinggi karbohidrat, yang diiringi dengan penuruan intensitas latihan secara bertahap.

Biasanya, asupan karbohidrat yang dibutuhkan ketika melakukan olahraga biasa hanya 5-7 gram karbohidrat per kg berat badan sehari-hari. Namun, saat melakukan metode diet ini, para atlet idealnya dianjurkan untuk memenuhi asupan karbohidrat sebanyak 10-12 gram karbohidrat per kg berat badan setiap harinya selama tiga sampai empat hari sebelum berkompetisi/berolahraga berat.

Jadi, misalnya berat badan Anda 50 kg, maka Anda perlu mengonsumsi 500-600 gram karbohidrat untuk diet carbo loading. Hal ini dilakukan agar para atlet memiliki energi yang cukup untuk berolahraga lebih lama sebelum mereka menghadapi penurunan kinerja daya tahan tubuh.

Apakah diet carbo loading bisa dilakukan untuk semua orang?

Diet carbo loading berbeda dengan diet low carbo, karena diet carbo loading direkomendasikan hanya untuk mereka yang melakukan olahraga selama 90 menit atau lebih. Umumnya, metode diet carbo loading ini dilakukan para atlet jenis olahraga cabang endurance seperti atlet triathlon, marathon, balap sepeda dan rally motor jarak jauh, renang jarak jauh, dah dayung jarak jauh. Namun ada juga atlet binaraga dan body contest yang  memanfaatkan strategi diet carbo-loading.

Sedangkan cabang olahraga yang tidak dianjurkan melakukan strategi diet carbo loading adalah mereka para atlet dari jenis olahraga yang lebih membutuhkan kekuatan otot, olahraga yang tidak bersifat turnamen, dan durasinya kurang dari 90 menit. Oleh sebab itu, jika Anda bukan atlet yang terlatih dan hanya melakukan olahraga di gym, jalan santai, atau hanya untuk sekadar berekreasi, tidak disarankan untuk melakukan metode diet ini.

Pasalnya, hal ini akan membuat berat badan Anda bertambah bukan malah menurunkan berat badan, karena asupan karbohidrat yang tinggi tidak sebanding dengan pembakaran kalori yang Anda lakukan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Menjalani 30 Hari Diet Bebas Gula

Konsumsi gula berlebih meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, hingga kanker. Untuk memerangi risiko mengerikan ini, satu solusinya: diet bebas gula.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Tips Makan Sehat, Nutrisi 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Banyak orang butuh waktu untuk mencerna makanan, namun ada juga yang langsung merasa ingin BAB setelah makan. Apakah ini normal? Benarkah bisa bikin kurus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Cara Memanggang Makanan Agar Nutrisinya Tidak Hilang

Cara memanggang yang salah bukan hanya menghilangkan nutrisi makanan tapi juga dapat berbahaya bagi tubuh. Perhatikan tips memanggang makanan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat kunyit untuk pencernaan kunyit putih, manfaat kunyit asam, manfaat jamu kunyit, masker kunyit, manfaat kunyit untuk wajah, khasiat kunyit

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit