4 Cara Memasak Pasta Gandum untuk Menu Diet

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pasta gandum merupakan salah satu bahan makanan yang terbuat dari biji-bijian dan baik untuk asupan diet. Pasta gandum mempunyai serat yang cukup tinggi, sehingga jika Anda makan sedikit saja sudah kenyang. Tapi, jika salah menu atau resep, bisa-bisa akan menghancurkan program diet yang Anda jalankan.

Mengapa pasta gandum baik untuk diet?

Sebetulnya pasta berbahan gandum bukanlah makanan yang paling baik untuk mendapatkan kalori yang minimal. Tapi bukan berarti tidak bisa menggunakan pasta gandum untuk menu diet Anda sehari-hari. Pasta yang terbuat dari gandum biasanya mengandung karbohidrat kompleks, serat, dan nutrisi lainnya.

Karena kandungan seratnya, pasta gandum akan membuat perut jadi kenyang lebih lama. Hal itu disebabkan oleh kandungan serat di dalam pasta gandum yang dicerna lambat oleh pencernaan. Selain baik untuk mendukung progam penurunan berat badan, pasta berbahan gandum ini juga bisa menyeimbangkan kadar kolesterol tubuh dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker tertentu.

Tips memasak dan mengolah pasta gandum

Saat menggunakan pasta gandum sebagai bahan untuk menu diet, Anda harus memerhatikan bahan, topping, dan berbagai jenis campuran lainnya pada masakan. Untuk memaksimalkan menu diet Anda, baiknya simak 4 aturan mengolah pasta gandum di bawah ini:

1. Tambahkan topping sayuran

Serat pada kandungan gandum di olahan pasta dapat membantu Anda mengendalikan makan makanan secara berlebih. Tapi jangan lupa untuk sedikit memberi asupan nutrisi dan gizi pada menu pasta Anda.

Anda bisa menambahkan brokoli, jamur, wortel, atau kacang plolong yang dikukus dan ditambahkan ke dalam pasta. Semakin banyak variasi yang Anda tambahkan, diharapkan semakin menggugah selera. Maka menu pasta dengan topping sayuran akan lebih memuaskan dan mengenyangkan.

2. Gunakan saus rendah kalori

Tidak lengkap rasanya makan pasta tanpa menggunakan saus pendamping. Harus diperhatikan juga ketika mengolah saus pasta agar tidak mengandung lemak dan kalori berlebih. Coba gunakan tomat, minyak zaitun, bawang putih dan daun kemangi yang ditumis bersamaan. Jika ingin menggunakan saus tomat, gunakan saus yang rendah kalori, daripada Anda menggunakan saus mentega atau krim siap saji.

3. Perhatikan porsi sajian

Saat mengonsumsi pasta, banyak orang yang tidak bisa mengontrol kalori untuk makan dan meraup helai demi helai pasta sebanyak-banyaknya. Penting untuk diingat, kalau pasta gandum akan terasa lebih kenyang daripada pasta biasa.

Dengan porsi makan yang lebih kecil, Anda bisa menjaga asupan kalori yang masuk agar tetap rendah. Aturan praktis dan pas untuk takaran jumlah asupan kalori menggunakan pasta gandum adalah menyamakan dengan sekepal genggaman tangan Anda.

4. Tambahkan protein pada pasta

Salah satu strategi untuk menjaga berat badan yang seimbang adalah dengan porsi sedikit namun bisa membuat perut kenyang. Anda bisa mengonsumsi bahan makanan berbahan protein.  Mengapa protein? Bila Anda makan lebih banyak protein, tubuh akan melepaskan hormon yang membuat Anda merasa kenyang, dan Anda cenderung tidak makan berlebihan. Sumber protein terbaik untuk menurunkan berat badan adalah dada ayam tanpa kulit, kacang polong, kedelai dan makanan laut lainnya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit