Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet? Hindari Dengan Cara Ini!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Salah satu bagian tersulit dari diet adalah mempertahankan berat badan ideal yang telah tercapai. Tak jarang, setelah turun selama beberapa minggu, berat badan bisa kembali naik dalam waktu cepat. Penyebabnya bisa berasal dari laju metabolisme yang melambat seiring menurunnya berat badan.

Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara menghindarinya?

Mengapa turun berat badan dapat memelankan laju metabolisme?

Beberapa jenis diet ketat, khususnya yang menekankan pengurangan asupan kalori dan penurunan berat badan secara drastis, dapat menurunkan laju metabolisme tubuh. Metabolisme sendiri adalah proses tubuh mengolah zat gizi yang masuk menjadi sumber energi.

Saat mengalami penurunan berat badan, tubuh dipaksa untuk memecah cadangan energi yang terdapat di dalam otot sehingga massa otot menurun dan berat badan berkurang. Berat badan saling berhubungan dengan laju metabolisme. Akibat berat badan menurun, laju metabolisme pun menjadi lambat.

Selain itu, tubuh juga akan melakukan mekanisme perlindungan diri saat mengalami penurunan berat badan secara besar-besaran. Salah satunya adalah dengan menyampaikan sinyal lapar dari otak ke seluruh tubuh sehingga jumlah energi yang dibakar turut berkurang.

Cara meningkatkan laju metabolisme saat berat badan turun

Mengatur metabolisme memang tidaklah mudah, tapi Anda dapat menyiasatinya dengan mengatur pola makan, gaya hidup, dan banyaknya energi yang dibakar dari aktivitas fisik. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda coba.

1. Lakukan olahraga intensitas tinggi

Olahraga intensitas tinggi membantu meningkatkan metabolisme karena jenis olahraga ini melibatkan gerakan tubuh yang cepat dan intens. Tak hanya itu, olahraga intensitas tinggi juga dinilai lebih efektif untuk membakar lemak.

2. Lakukan kegiatan aerobik

Kegiatan aerobik merupakan salah satu cara paling efektif untuk membakar energi. Cobalah beberapa kegiatan aerobik seperti berjalan, berenang, atau bersepeda selama 30 menit. Lakukan selama 5 hari dalam seminggu, serta jangan lupa berikan jeda selama 10 menit dalam setiap kegiatan.

3. Lakukan olahraga kekuatan

Membangun massa otot akan membantu meningkatkan laju metabolisme. Guna memperoleh massa otot yang besar, kamu dapat melakukan olahraga yang melibatkan kekuatan otot dada, perut, pundak, dan kaki. Salah satu jenis olahraga yang bisa Anda lakukan adalah angkat beban.

4. Minum lebih banyak

Minum air putih, terutama air dingin, dapat membantu meningkatkan metabolisme dalam rentang waktu tertentu. Hal ini didukung oleh beberapa penelitian yang menemukan bahwa meminum 500 mL air dapat meningkatkan laju metabolisme sebanyak 10-30% selama satu jam.

5. Makan pedas dan minum teh

Beberapa jenis makanan dan minuman diyakini dapat meningkatkan laju metabolisme. Teh hijau dapat meningkatkan metabolisme hingga 4-5 persen, sementara teh oolong dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak hingga 10-17 persen.

Mengonsumsi kopi dan makanan pedas juga diyakini dapat meningkatkan metabolisme. Meski demikian, hal ini tidak begitu efektif dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Laju metabolisme berperan penting dalam menjaga berat badan tetap stabil. Meski metabolisme tidak dapat dikendalikan secara penuh, beragam tips di atas dapat membantu Anda menjaga metabolisme tidak turun saat tubuh kehilangan berat badan.

Dengan begitu, Anda tetap bisa menjalani diet secara efektif tanpa cemas berat badan akan kembali naik.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Beberapa jenis makanan dan minuman ternyata bermanfaat untuk meringankan keluhan pada penderita sakit maag. Apa saja daftarnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

4 Alternatif Sehat Pengganti Kopi di Pagi Hari

Tahukah Anda bahwa minum kopi sebaiknya tidak dilakukan di pagi hari? Lalu apa yang bisa jadi alternatifnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sarapan

Nasi uduk atau donat mungkin menjadi pilihan sarapan Anda. Sayangnya,keduanya termasuk sarapan tidak sehat. Yuk, cek makanan yang harus dihindari pagi hari.

Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Resep Kreasi Kale yang Bukan Cuma Salad

Tertarik ingin mulai makan kale, tapi banyak restoran yang hanya menyediakan salad? Kenapa tidak coba buat sendiri kreasi lauk-pauk lezat di rumah.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Resep Sehat, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
resep oatmeal sehat

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit