home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet? Hindari Dengan Cara Ini!

Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet? Hindari Dengan Cara Ini!

Salah satu bagian tersulit dari diet adalah mempertahankan berat badan ideal yang telah tercapai. Tak jarang, setelah turun selama beberapa minggu, berat badan bisa kembali naik dalam waktu cepat. Penyebabnya bisa berasal dari laju metabolisme yang melambat seiring menurunnya berat badan.

Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara menghindarinya?

Mengapa turun berat badan dapat memelankan laju metabolisme?

Beberapa jenis diet ketat, khususnya yang menekankan pengurangan asupan kalori dan penurunan berat badan secara drastis, dapat menurunkan laju metabolisme tubuh. Metabolisme sendiri adalah proses tubuh mengolah zat gizi yang masuk menjadi sumber energi.

Saat mengalami penurunan berat badan, tubuh dipaksa untuk memecah cadangan energi yang terdapat di dalam otot sehingga massa otot menurun dan berat badan berkurang. Berat badan saling berhubungan dengan laju metabolisme. Akibat berat badan menurun, laju metabolisme pun menjadi lambat.

Selain itu, tubuh juga akan melakukan mekanisme perlindungan diri saat mengalami penurunan berat badan secara besar-besaran. Salah satunya adalah dengan menyampaikan sinyal lapar dari otak ke seluruh tubuh sehingga jumlah energi yang dibakar turut berkurang.

Cara meningkatkan laju metabolisme saat berat badan turun

Mengatur metabolisme memang tidaklah mudah, tapi Anda dapat menyiasatinya dengan mengatur pola makan, gaya hidup, dan banyaknya energi yang dibakar dari aktivitas fisik. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda coba.

1. Lakukan olahraga intensitas tinggi

Olahraga intensitas tinggi membantu meningkatkan metabolisme karena jenis olahraga ini melibatkan gerakan tubuh yang cepat dan intens. Tak hanya itu, olahraga intensitas tinggi juga dinilai lebih efektif untuk membakar lemak.

2. Lakukan kegiatan aerobik

Kegiatan aerobik merupakan salah satu cara paling efektif untuk membakar energi. Cobalah beberapa kegiatan aerobik seperti berjalan, berenang, atau bersepeda selama 30 menit. Lakukan selama 5 hari dalam seminggu, serta jangan lupa berikan jeda selama 10 menit dalam setiap kegiatan.

3. Lakukan olahraga kekuatan

Membangun massa otot akan membantu meningkatkan laju metabolisme. Guna memperoleh massa otot yang besar, kamu dapat melakukan olahraga yang melibatkan kekuatan otot dada, perut, pundak, dan kaki. Salah satu jenis olahraga yang bisa Anda lakukan adalah angkat beban.

4. Minum lebih banyak

Minum air putih, terutama air dingin, dapat membantu meningkatkan metabolisme dalam rentang waktu tertentu. Hal ini didukung oleh beberapa penelitian yang menemukan bahwa meminum 500 mL air dapat meningkatkan laju metabolisme sebanyak 10-30% selama satu jam.

5. Makan pedas dan minum teh

Beberapa jenis makanan dan minuman diyakini dapat meningkatkan laju metabolisme. Teh hijau dapat meningkatkan metabolisme hingga 4-5 persen, sementara teh oolong dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak hingga 10-17 persen.

Mengonsumsi kopi dan makanan pedas juga diyakini dapat meningkatkan metabolisme. Meski demikian, hal ini tidak begitu efektif dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Laju metabolisme berperan penting dalam menjaga berat badan tetap stabil. Meski metabolisme tidak dapat dikendalikan secara penuh, beragam tips di atas dapat membantu Anda menjaga metabolisme tidak turun saat tubuh kehilangan berat badan.

Dengan begitu, Anda tetap bisa menjalani diet secara efektif tanpa cemas berat badan akan kembali naik.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can Losing Weight Slow Your Metabolism? http://www.eatingwell.com/article/290811/can-losing-weight-slow-your-metabolism/ Diakses pada 11 Februari 2019.

10 Easy Ways to Boost Your Metabolism (Backed by Science). https://www.healthline.com/nutrition/10-ways-to-boost-metabolism#section7 Diakses pada 11 Februari 2019.

How Can I Speed Up My Metabolism? https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/metabolism-and-weight-loss/ Diakses pada 11 Februari 2019.

Does Metabolism Matter in Weight Loss? https://www.health.harvard.edu/diet-and-weight-loss/does-metabolism-matter-in-weight-loss Diakses pada 11 Februari 2019.

7 Ways to Speed Up Your Metabolism. https://www.everydayhealth.com/healthy-living/fitness/7-ways-speed-up-your-metabolism/ Diakses pada 11 Februari 2019.

Influence of water drinking on resting energy expenditure in overweight children. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21750519 Diakses pada 11 Februari 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 19/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x