home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Terbukti, Pasangan yang Tinggal Dengan Mertua Cenderung Punya Anak Sedikit

Terbukti, Pasangan yang Tinggal Dengan Mertua Cenderung Punya Anak Sedikit

Apakah saat ini Anda tinggal serumah dengan ibu mertua Anda? Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society Open Science rupanya menunjukkan bahwa tinggal serumah dengan ibu dari suami Anda (mertua) bisa berdampak pada jumlah anak yang dimiliki pasangan suami istri (pasutri). Bagaimana bisa keduanya saling berpengaruh? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Apakah tinggal dengan ibu mertua memengaruhi kesuburan menantu perempuan?

Sebenarnya baru ada satu penelitian yang dilakukan oleh Susanne Huber, Patricia Zahourek, dan Martin Fieder dari Departemen Antropologi, University of Vienna di Austria.

Para peneliti mempelajari apa dampaknya jika seorang istri tinggal serumah bersama dengan ibunya sendiri atau dengan ibu pasangannya. Untuk memperjelas pengaruh kehadiran ibu dan ibu mertua terhadap jumlah anak yang dimiliki pasutri, Fieder dan rekan-rekannya memantau catatan medis lebih dari 2,5 juta wanita usia subur dari 14 negara di seluruh dunia. Data ini dihimpun dari sensus IPUMS-International.

Dalam analisisnya, para peneliti mempertimbangkan berbagai variabel. Termasuk jumlah anak yang telah dilahirkan istri, usia istri, perkiraan periode reproduksi istri, serta apakah ibu kandung atau ibu mertua mereka ikut campur dalam kehidupan rumah tangga para pasutri yang diteliti.

Lalu bagaimana hasilnya?

Para periset menemukan bahwa pada sebagian besar kasus, pasutri tidak memilih untuk tinggal dengan ibu kandung maupun ibu mertua mereka.

Kecuali wanita-wanita di Iran, mayoritas perempuan yang sudah menikah tinggal hanya dengan pasangan mereka saja tanpa membawa anggota keluarga lainnya. Di luar itu, pada 13 negara lain termasuk Pakistan, Zambia, Romania, Brasil, dan Amerika Serikat (AS), masih ada cukup banyak wanita yang tinggal bersama dengan ibu mertua mereka.

Dalam negara-negara tersebut, penelitian ini menemukan bahwa wanita yang tinggal bersama dengan ibu kandung atau ibu mertuanya memiliki anak yang jumlahnya lebih sedikit daripada wanita yang tinggal hanya berdua dengan suaminya. Selain itu, para ilmuwan menemukan bahwa di kebanyakan negara, jumlah anak perempuan yang lahir lebih sedikit pada istri yang tinggal dengan ibunya sendiri dibandingkan dengan ibu mertuanya. Maksudnya, istri yang tinggal dengan ibunya lebih banyak melahirkan anak laki-laki. Sedangkan istri yang tinggal dengan ibu dari suaminya lebih banyak melahirkan anak perempuan.

Kenapa bisa begitu?

Meskipun penelitian ini hanya menemukan suatu kecenderungan semata dan tidak bisa menjelaskan secara pasti hubungan sebab-akibatnya, Fieder dan rekannya menemukan beberapa kemungkinan yang dapat menjelaskan alasan mengapa tinggal dengan ibu mertua atau ibu sendiri berpengaruh pada jumlah anak dalam keluarga.

Dalam beberapa keluarga, kehadiran mertua bisa menjadi beban finansial tersendiri. Meskipun mertua bisa sangat membantu pasutri dalam mengasuh anak, tak bisa dipungkiri bahwa pasutri juga perlu menyediakan berbagai kebutuhan orangtuanya. Karena itu, beban pasutri jadi dobel, yaitu mengurus anak dan orangtua mereka. Akibatnya, pasutri mungkin memilih untuk tidak punya anak banyak-banyak. Inilah alasan yang paling diyakini oleh para peneliti.

Tenang, tinggal dengan ibu mertua belum tentu memengaruhi kesuburan istri

Jangan khawatir bila Anda dan pasangan berencana untuk punya anak banyak, tetapi saat ini tinggal bersama mertua. Pasalnya, baru ada satu penelitian saja yang menyoroti fenomena ini. Penelitian tersebut pun belum menemukan penyebab pasti mengapa istri yang tinggal dengan ibunya atau ibu suaminya punya anak lebih sedikit.

Selain itu, dugaan terkuat dari peneliti lebih mengarah pada alasan sosial-ekonomi, bukan penyebab biologis. Maka, tidak perlu khawatir Anda jadi tidak subur atau susah hamil kalau harus tinggal bersama dengan ibu Anda atau ibu mertua.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mother in law may affect your fertility https://www.medicalnewstoday.com/articles/319910.php Diakses pada 3 Desember 2017.

Living with own or husbands mother is associated with low number of children https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5666251/ Diakses pada 3 Desember 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 20/04/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x