Mengapa Orang Berkacamata Terkesan Lebih Pintar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 Agustus 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi kebanyakan orang, mereka yang berkacamata dianggap terlihat lebih pintar dibandingkan mereka yang tidak. Namun, apakah anggapan ini benar? Simak penjelasan ilmiahnya berikut ini.

Alasan dibalik orang berkacamata terlihat lebih pintar

memakai kacamata

Pada tahun 2018, terdapat sebuah penelitian yang hendak mengidentifikasi mengapa kecerdasan dapat muncul pada gen tertentu. Penelitian tersebut melibatkan sekitar 300.000 peserta yang diharuskan menjawab soal agar para peneliti dapat menentukan tingkat kecerdasan mereka. 

Para peserta yang mengikuti penelitian tersebut memiliki keturunan nenek moyang yang berasal dari negara-negara di Eropa dengan rentang usia 16-102 tahun. Pada kelompok ini terlihat bahwa mereka memiliki tingkat kecerdasan 28% lebih tinggi, dan membutuhkan kacamata atau lensa kontak. Selain itu, lebih dari 32% peserta menderita rabun jauh (miopi).

Akan tetapi, penelitian ini masih sangat terbatas karena semua pesertanya berasal dari negara di Eropa. Akibatnya, sulit memperkirakan kecerdasan manusia yang berasal dari benua lain selain Eropa, seperti di Indonesia atau negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

Hal tersebut dikarenakan terdapat perbedaan antara orang Eropa dan Asia, mulai dari latar belakang budaya, wilayah geografis, dan iklim juga ikut berpengaruh. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti mengapa orang berkacamata terlihat lebih pintar.

Mengapa orang membutuhkan kacamata dalam kehidupannya?

kacamata anti radiasi komputer

Pada dasarnya, tidak semua orang berkacamata ingin terlihat pintar dan menggunakannya semata bagian dari fashion. Alasan utama mereka memakai benda tersebut adalah penglihatan yang buruk

Banyak gangguan penglihatan yang membutuhkan kacamata, mulai dari rabun dekat, rabun jauh, hingga presbiopia atau penglihatan buram terutama saat membaca karena faktor usia di atas 40 tahun.  Faktor penyebabnya pun beragam, tetapi karena kini sudah memasuki era komputer, kebanyakan orang mulai memakai kacamata karena terlalu sering menggunakan komputer.

Maka itu, perlu dipahami buka berarti orang yang berkacamata pasti pintar atau memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, mungkin Anda membutuhkan kacamata sebagai pendukung indera penglihatan Anda. 

  • Penglihatan buram dan kabur
  • Sakit kepala
  • Merasakan sakit pada daerah sekitar mata
  • Sensitif terhadap cahaya terang
  • Harus menyipitkan mata agar dapat melihat 
  • Penglihatan berbayang
  • Memiliki kesulitan saat menyetir

Tips memilih kacamata

gagang kacamata

Jika Anda memang membutuhkan kacamata karena penglihatan yang semakin buruk, silakan pilih kacamata berdasarkan bentuk wajah Anda.

  • Pilih bingkai kacamata yang tidak menyentuh pipi dan bulu mata
  • Pastikan posisi mata Anda berada di tengah lensa
  • Cobalah untuk menyesuaikan kaitan bingkai kacamata di belakang telinga dan pangkal hidung untuk ukuran yang pas
  • Bila perlu, tambahkan nose pads pada kacamata untuk mencegah kacamata berubah posisi di hidung dan memberikan kenyamanan.

Setelah berhasil menemukan kacamata yang tepat, pastikan untuk menggunakannya saat dibutuhkan saja. Jika saat beraktivitas, seperti berolahraga, penggunaan kacamata membatasi ruang gerak Anda, mungkin lensa kontak adalah pilihan yang tepat.

Meski anggapan orang berkacamata lebih pintar masih dipercaya bahkan mulai ada penelitian ilmiah yang mendukung, bukan berarti Anda bisa memakainya sembarangan dan tak sesuai dengan kondisi Anda. Daripada itu, perbanyaklah wawasan Anda dari berbagai sumber.

Menjaga kesehatan mata juga tetap baik karena tetap lebih nyaman jikah hidup tanpa gangguan penglihatan, bukan?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

Untuk memastikan mata anak terus sehat hingga ia dewasa nanti, kesehatan matanya harus dijaga sejak ia masih kecil. Bagaimana orangtua bisa membantu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Segudang Penyebab yang Memicu Reaksi Alergi pada Kulit

Penyebab alergi kulit yang perlu Anda ketahui antara lain adalah air, logam, sinar matahari, kosmetik, dan cat rambut. Bagaimana ciri-cirinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Alergi, Alergi Kulit 16 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ternyata, masalah jerawat juga bisa muncul gara-gara kacamata yang Anda gunakan setiap hari. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Jerawat, Kesehatan Kulit 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membaca resep kacamata

Begini Cara Membaca Resep Kacamata dari Dokter dan Optik Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Membaca jarak dekat dengan kacamata plus

Kenali, Jenis Lensa Kacamata Berdasarkan Material dan Fungsinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
buta warna

Buta Warna

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
Astigmatisme mata silinder

Mata Silinder (Astigmatisme)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit