Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

6 Ciri Psikologis Apabila Anda Seorang 'Drama Queen'

6 Ciri Psikologis Apabila Anda Seorang 'Drama Queen'

Mungkin Anda sebal dengan orang yang suka melebih-lebihkan sesuatu hal. Biasanya orang yang memiliki kebiasaan itu disebut dengan julukan si drama queen. Namun, bisa jadi Anda adalah salah satunya, kenali ciri-cirinya berikut.

Apa itu drama queen?

Mengutip dalam Psychology Today, ratu drama atau drama queen adalah istilah yang menggambarkan tipe orang yang kehidupannya selalu terlibat dalam drama, berlaku untuk pria maupun wanita.

Para drama queen mengalami hidup seakan rollercoaster. Kehidupan yang semula indah, lalu berubah menjadi mengerikan. Keluar dari pekerjaan, ditipu, hingga terlibat hubungan yang tidak stabil atau toxic relationship.

Terdengar akrab? Jika Anda selalu menjadi pusat drama, apakah mungkin Anda termasuk sebagai orang kerap menciptakan situasi ini?

Ciri psikologis seorang drama queen

Drama queen, hidupnya dipenuhi dengan hal-hal yang didramatisasi. Tidak jarang tingkahnya tersebut justru membuat sebal orang-orang yang ada di sekitarnya. Bahkan dinilai sebagai toxic people.

Namun, apakah Anda yakin bukan termasuk salah satu dari mereka? Mungkin tanpa Anda sadari, Anda juga disebut drama queen oleh teman-teman Anda. Mengutip dalam Psychology Today, tanda jika Anda termasuk orang yang drama queen adalah sebagai berikut.

1. Drama queen selalu ingin jadi topik utama dalam forum

ratu drama

Berkumpul dengan teman memang menjadi tempat untuk saling curhat, tukar pikiran, dan mendengarkan satu sama lain. Namun, tidak jika Anda seorang drama queen. Anda justru sibuk menceritakan hal yang terjadi pada hidup Anda tanpa memedulikan cerita yang dimiliki teman-teman Anda.

Coba ingat-ingat kembali bagaimana Anda bercerita bersama teman-teman. Menurut penelitian dalam Qualitative Research in Psychology, apabila seseorang tidak jelas mengingatnya atau bahkan tak ingat sama sekali, menandakan orang tersebut adalah ratu drama.

Apa yang harus dilakukan? Biasakan untuk tanyakan terlebih dahulu cerita teman, sebelum memberi tahu kejadian yang pernah Anda alami sebelumnya.

Meski demikian, jangan hanya mengajukan pertanyaan saja, dengarkan dan simak semua cerita yang ia katakan serta ungkapkan apa pendapat Anda terhadap kejadian tersebut. Berusahalah untuk menanggapinya sealami mungkin dan jangan dibuat-buat.

2. Setiap bercerita, dimulai dengan kata-kata seruan

drama queen adalah

Penelitian lainnya, yaitu American Psychological Association menyebutkan tiap kali si drama queen memulai ceritanya di dalam forum, pasti diawali dengan kata-kata seruan.

Seperti misalnya, “OMG” atau “Ya ampun!” dan sebagainya. Apa yang harus dilakukan? Cobalah untuk tenang setiap Anda mulai bercerita.

Ganti semua kata seruan tersebut dengan kalimat yang tidak terlalu dramatis. Atur suara agar terdengar tenang dan mulailah untuk perlahan bercerita.

3. Apapun itu, selalu didramatisasi

drama queen

Coba ingat-ingat lagi bagaimana Anda menceritakan pengalaman atau kisah ke orang-orang sekitar? Seorang drama queen sering kali menjadikan dirinya pusat perhatian.

Bahkan ia berpikir jika masalah yang dihadapinya adalah satu-satunya masalah yang paling penting. Apa yang harus dilakukan? Pikirkan lagi apakah masalah tersebut sebanding dengan permasalahan yang dihadapi oleh orang-orang lain?

Apakah masalah ini berkaitan dengan hidup dan mati seseorang? Jika tidak, cobalah untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda. Semua orang memiliki masalahnya masing-masing.

4. Tidak berhenti bergosip

bergosip

Bergosip dan nyinyir memang terlihat menyenangkan dan ada rasa kepuasan tersendiri jika melakukannya bagi beberapa orang. Namun, gosip tak lagi menyenangkan jika sudah berlebihan.

Mengutip dalam Psychology Today, cerita yang keluar dari mulut drama queen tidak lagi mirip dengan kejadian yang aslinya, banyak ditambahkan ‘bumbu-bumbu’ ke dalamnya agar semakin menarik.

Apa yang harus dilakukan? Hentikan. Satu-satunya jalan untuk mengubah kebiasaan tersebut adalah dengan ia harus memiliki tombol berhenti sendiri.

Ia perlu benar-benar menyadari bahwa tidak baik jika menceritakan cerita yang tidak benar dan membuat masalah orang lain semakin runyam.


Pernah alami gangguan menstruasi?

Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


5. Menyimpan dendam yang merusak diri

balas dendam

Salah satu ciri dari drama queen adalah tidak pernah lupa dan menyimpan dendam hanya untuk kepentingannya sendiri. Ia susah melupakan dan mengikhlaskan kejadian buruk dan selalu menganggap dirinya yang paling terpuruk karena hal itu.

Jika Anda pernah mengalami trauma. Maka menciptakan kembali situasi yang dramatis dapat dilihat sebagai bentuk perilaku merusak diri sendiri.

Apa yang harus dilakukan? Setiap hidup pasti ada masalah dan kejadian yang tak menyenangkan, entah itu karena ulah orang-orang terdekat Anda atau tidak.

Hal yang terpenting adalah bagaimana menyikapi semua hal buruk tersebut. Jangan berpikir jika Anda adalah satu-satunya orang yang mengalami kerugian akibat mengalami suatu masalah. Berusahalah untuk berdamai dengan hati dan pikiran Anda.


Stres dan butuh teman berbagi cerita?

Ayo tanya psikolog kami atau berbagi cerita bersama di Komunitas Kesehatan Mental!


6. Hasil didikan dalam keluarga

drama dalam keluarga

Ketika Anda dibesarkan dalam keluarga di mana drama menjadi perilaku utama, mungkin sebagai hasil dari dibesarkan oleh orang tua yang narsistik.

Anda kemudian belajar bahwa begitulah cara orang bertindak dalam bersosialisasi. Tanpa mencari pembanding atau contoh lainnya.

Anda mungkin menginternalisasi bahwa orang menunjukkan cinta dan kasih sayang melalui perilaku yang tidak stabil dan dramatis dalam setiap hubungan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dempsey, Maria; Foley, Sarah; Frost, Nollaig; Murphy, Raegan; Willis, Niamh; Robinson, Sarah; Dunn-Galvin, Audrey; Veale, Angela; Linehan, Carol; Pantidi, Nadia; McCarthy, John (2019). Am I lazy, a drama queen or depressed? A journey through a pluralistic approach to analysing accounts of depression. Qualitative Research in Psychology, 1–21. doi:10.1080/14780887.2019.1677833

Fusco, G. M., & Freeman, A. (2007). The crisis-prone patient: The high-arousal cluster B personality disorders. In F. M. Dattilio & A. Freeman (Eds.), Cognitive-behavioral strategies in crisis intervention (pp. 122–148). The Guilford Press.

Jack, C. (2020). 5 signs you might be a drama queen . Retrieved January 17, 2022, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/women-autism-spectrum-disorder/202009/5-signs-you-might-be-drama-queen

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Mar 21
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa