home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Lakukan 3 Hal Ini Saat Menghibur Pasangan yang Sedang Sedih

Jangan Lakukan 3 Hal Ini Saat Menghibur Pasangan yang Sedang Sedih

Normal bagi setiap manusia untuk mengalami kesedihan dan amarah terhadap sesuatu yang tidak berjalan semestinya. Hal ini juga bisa terjadi pada Anda maupun orang terdekat Anda. Jika pasangan Anda yang sedang bersedih, apa yang bisa Anda lakukan untuk menghibur dan membuatnya kembali tersenyum?

Jangan lakukan ini ketika pasangan sedang sedih

Beberapa hal yang mungkin Anda pikir bisa menghiburnya ketika pasangan sedang sedih, malah bisa membuat situasi semakin runyam. Sebaiknya, jangan lakukan ini untuk menghibur si dia yang sedang bermuram durja.

1. Menanyakan masalah terus menerus

Bertanya apa yang menyebabkan si dia sedih atau kesal, atau apakah ia baik-baik saja, tidak apa untuk sekadar cek ombak.

Tidak apa-apa untuk bertanya “Aku lihat kamu sedih terus dari tadi pagi. Mau cerita?” untuk sekadar cek ombak. Namun, jangan langsung membombardirnya dengan pertanyaan bawel — “Kamu kenapa sih? Kok nggak mau cerita? Kamu nggak percaya sama aku, ya? Siapa yang bikin kesal kamu?”

Masalahnya, tidak semua orang siap atau terbiasa untuk mengekspresikan perasaannya secara blak-blakan. Rentetan pertanyaan ini hanya dapat membuatnya tambah emosi. Jika ia menolak curhat, biarkanlah dulu sampai emosinya mereda dan siap untuk bercerita.

2. Menyepelekan masalahnya

Setiap orang memiliki reaksi dan cara yang berbeda untuk menyikapi suatu masalah. Misalnya, si dia merasa sedih karena usulan proyek ditolak manajer kantornya. Mungkin bagi Anda ini hanyalah masalah sepele, masih ada waktu dan kesempatan lainnya untuk mengajukan usulan lain. Meski begitu, ia mungkin memandangnya dengan cara yang berbeda. Ia mungkin menganggap ini adalah satu-satunya kesempatan emas untuk melesatkan karirnya.

Jangan menyepelekan masalah yang sedang dialami pasangan Anda. Yang ada ia justru merasa bahwa Anda tidak peduli dengan perasaannya, dan ia pun semakin merasa sedih.

3. Tidak peduli

Beberapa orang memilih untuk menyendiri saat sedang dirundung masalah. Jika ini yang diinginkan oleh pasangan, sebaiknya Anda menghormati keputusannya. Meski begitu, bukan berarti Anda serta merta jadi benar-benar cuek dengan kondisinya. Ini adalah langkah keliru yang bisa berujung pada konflik yang lebih runyam lagi. Jika Anda benar-benar mendiamkan pasangan, ia bisa menganggap bahwa Anda sudah benar-benar tidak peduli dengan dirinya.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan?

Hal yang paling penting ketika pasangan sedang sedih, marah ataupun kesal adalah menunjukkan bahwa Anda peduli dan menghargai dirinya. Bagaimana caranya?

1. Peluk dan temani sementara

Saat pasangan sedang sedih, marah, kecewa, hingga menangis, hal nomor satu yang bisa Anda lakukan adalah memberikan kenyamanan. Bisa dengan memeluk, mengelus pundak, usap-usap rambut, menyeka air mata, atau bahkan membiarkan pasangan Anda bersandar di pundak Anda sementara waktu.

Sentuhan hangat bisa meredakan rasa sedih dan kesal. Hal ini juga bisa menandakan bahwa Anda ada untuknya dan Anda mendukungnya untuk bisa melewati semua ini, bahkan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Anda pun bisa menyediakan camilan favoritnya atau secangkir teh hangat untuk membantunya lebih rileks.

2. Yakinkan dia untuk bisa menghadapi masalah dan jangan berdebat

Pada saat ini, penting untuk meyakinkan pasangan Anda kalau semua hal pada umumnya akan berlalu dan baik-baik saja. Hindari perdebatan yang seolah-olah menyalahi pasangan Anda. Jangan mencoba memperbaiki masalah tersebut dengan bertindak sendiri tanpa persetujuannya.

Cukup setujui saja apa yang ia lampiaskan atau katakan. Bantu pasangan yang bersedih atau marah dengan berusaha memahami ia sepenuhnya. Intinya, apa pun yang Anda lakukan, jangan malah sok memberi tahu apa yang seharusnya ia lakukan dan apa kesalahan yang telah pasangan Anda perbuat. Hal ini hanya akan menyebabkan perkelahian atau membuat situasi semakin buruk.

3. Biarkan dia menangis

Terkadang orang hanya perlu menangis ketika mereka sedang didera masalah. Ini merupakan sebuah pelepasan reaksi emosional yang bisa berdampak positif bagi mentalnya.

Jangan menyuruh pasangan Anda untuk berhenti menangis atau malah melarangnya untuk menangis (ya! Jangan melarang pria untuk menangis jika memang ia ingin menangis). Biarkan dia meluapkan emosinya.

Jika pasangan Anda mulai histeris atau menangis hingga sesenggukan, katakan padanya untuk menarik napas panjang, dudukkan di tempat yang nyaman, sambil menawarkan air minum dan pelukan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to show you care http://www.health.com/health/gallery/0,,20393228,00.html#how-to-show-you-care-2 Diakses pada 16 Desember 2017.

Things you should never say to her https://www.menshealth.com/sex-women/things-you-should-never-say-to-her Diakses pada 16 Desember 2017.

What to not say when your love one is upset https://www.huffingtonpost.com/robert-leahy-phd/how-to-talk-to-someone-yo_b_804980.html Diakses pada 16 Desember 2017.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 28/11/2019
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x