Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kepergok Anak Saat Berhubungan Seks? Ini yang Harus Dilakukan

Kepergok Anak Saat Berhubungan Seks? Ini yang Harus Dilakukan

Apa jadinya jika Anda dan pasangan kepergok anak saat seks? Tentu perasaan jadi campur aduk. Anda sebaiknya tidak panik jika mengalami kasus ini. Ada sejumlah cara yang perlu Anda lakukan sesuai dengan usia si kecil. Untuk lebih jelasnya, yuk simak tips-tips berikut.

Apa yang harus dilakukan ketika kepergok anak saat seks?

gondongan pada anak

Berhubungan seks sepatutnya hanya dilakukan dan diketahui oleh Anda dan pasangan saja. Bila orang lain melihat, pasti akan menimbulkan rasa canggung dan bisa jadi membuat Anda dan pasangan merasa trauma.

Apalagi jika anak sendiri yang melihat Anda sedang bermesraan dengan pasangan di ranjang. Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa melakukan hal-hal berikut.

1. Tenang, jangan langsung panik

Kepergok anak saat seks dapat terjadi jika si kecil tiba-tiba masuk ke dalam kamar. Sebaiknya Anda tetap tenang dalam menyikapi hal ini.

Menurut Judy Rosenberg, Ph.D dalam bukunya yang berjudul Be the Cause: Healing Human Disconnect, panik jika kepergok anak saat seks akan membuat mereka curiga bahwa yang sedang Anda lakukan itu salah. Selain itu, anak mungkin akan menjadi penasaran.

Untuk memecah keheningan atau kebingungan anak, Anda ajak ia berbicara, seperti “Adik, ngapain di sini? Kok, nggak ketuk pintu dulu?” atau menanyakan kenapa ia belum tidur. Sembari bertanya, pelan-pelan tarik selimut untuk menutupi tubuh Anda.

2. Amati reaksi anak

Terkadang karena sibuk mencari alasan, Anda malah tidak sadar bahwa sebenarnya anak tidak memperhatikan apa yang Anda lakukan. Mencari-cari alasan hanya akan membuatnya bingung.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda memberi tanggapan sesuai dengan reaksi anak. Jika ia nampak tidak peduli, Anda tidak perlu menjelaskan apa-apa.

Biasanya anak masuk ke kamar orang tua karena membutuhkan sesuatu. Fokuslah pada kebutuhannya. Apabila ia ingin minum, segeralah berpakaian lalu ambilkan air.

Bertindaklah seolah tidak terjadi apa-apa agar ia segera lupa atas kejadian yang baru saja dilihatnya.

Melansir jurnal Memory, anak sangat mudah melupakan kejadian di masa kecil. Hal ini disebut juga dengan childhood amnesia. Oleh karena itu, jika kepergok anak saat seks Anda tidak perlu khawatir secara berlebihan.

3. Alihkan perhatian anak

Hal lain yang sebaiknya Anda lakukan jika kepergok anak saat seks adalah segera mengalihkan perhatiannya. Seks bisa terlihat begitu menggairahkan bagi siapa pun yang melihat, terutama anak-anak. Segera alihkan perhatian si kecil agar ia tidak terpengaruh.

Anda bisa langsung mengajak si kecil keluar dari kamar dan mengambil camilan favoritnya. Anda juga bisa mengajaknya kembali ke kamarnya untuk tidur agar ia segera melupakan hal yang baru ia lihat.

4. Beri alasan dan penjelasan sesuai usia anak

Menurut Klingberg Family Centers, normalnya, anak yang berumur kurang dari 5 tahun belum mengetahui apa-apa tentang hubungan seks. Dia tidak akan tahu bahwa yang sedang Anda lakukan itu adalah hubungan intim.

Jika anak bertanya apa yang sedang Anda lakukan jawablah bahwa Anda sedang menggelitik ibu atau ayah, sedang memijatnya, sedang bermain mencari harta karun atau sedang bersiap untuk mandi.

5. Jika anak sudah beranjak dewasa, beri pengertian yang sebenarnya

gejala epilepsi pada anak

Bila si kecil sudah memasuki usia remaja, kepergok anak saat seks akan sedikit lebih rumit. Mungkin berat bagi Anda untuk memberi tahu apa yang Anda berdua lakukan. Padahal ini merupakan salah satu momen tepat untuk menerangkan tentang pendidikan seks.

Namun, hindari penjelasan yang terlalu banyak pada satu waktu. Beri ia kesempatan untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Anda bisa membahas apa yang sedang terjadi pada hari berikutnya.

Ada kemungkinan bahwa anak sebenarnya sudah mengetahui apa yang Anda dan pasangan lakukan. Sebaiknya, Anda tidak marah agar ia tidak trauma. Jelaskan bahwa hal itu hanya boleh dilakukan bagi orang yang sudah menikah.

Cara mencegah kepergok anak saat seks

Agar hubungan intim Anda dan pasangan dapat lebih leluasa dan terhindar dari risiko kepergok oleh si kecil, cobalah lakukan tips-tips berikut ini.

  • Pisahkan kamar si kecil sejak ia sudah lepas ASI yaitu sekitar usia dua tahun.
  • Selalu pastikan untuk mengunci pintu kamar sebelum berhubungan intim.
  • Pakai penutup saat berhubungan seks, misalnya dengan selimut untuk mengantisipasi anak menerobos kamar tiba-tiba.
  • Matikan lampu saat bercinta agar ia tidak langsung melihat jika kepergok anak saat seks.
  • Hindari menanggalkan seluruh pakaian agar Anda bisa dengan mudah menutupi area pribadi jika kepergok anak.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wang, Q., & Gülgöz, S. (2018). New perspectives on childhood memory: introduction to the special issue. Memory, 27(1), 1-5. doi: 10.1080/09658211.2018.1537119

What is Age-Appropriate?. (2020). Retrieved 20 May 2021, from https://www.stopitnow.org/ohc-content/what-is-age-appropriate#:~:text=It%20can%20be%20hard%20to,parts%20by%20looking%20and%20touching

Rosenberg, J. Be the cause. Retrieved 20 May 2021, from

https://www.google.co.id/books/edition/Be_The_Cause_Healing_Human_Disconnect/z85MtwEACAAJ?hl=en

Peer Review Panel – Forensic Scholars Today. (2021). Retrieved 20 May 2021, from http://concordia.csp.edu/forensicscholarstoday/peer-review-panel/

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 20/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x