home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Tanda Anda dan Pasangan Belum Siap Punya Momongan

5 Tanda Anda dan Pasangan Belum Siap Punya Momongan

Pasangan yang sudah menikah memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai arti berumah tangga. Sebagian pasangan suami istri merasa sudah siap untuk menambahkan kehadiran buah hati di tengah-tengah keluarga kecil mereka sesegera mungkin. Namun, tak jarang pula terdapat pasangan yang ingin menunda memiliki anak, bahkan mengaku belum siap. Lantas, apa saja yang biasanya menjadi pertimbangan atau pertanda Anda dan pasangan belum siap punya anak?

Apa saja tanda-tanda Anda dan pasangan belum siap punya anak?

Memilih untuk punya anak memang merupakan suatu keputusan besar yang diambil ketika telah berkeluarga, terlepas dari seberapa lama usia pernikahan Anda dan pasangan. Tentunya, tidak semua pasangan suami istri memiliki kesiapan yang cukup untuk menghadapi perubahan tersebut.

Umumnya, alasan-alasan yang menyebabkan sepasang suami istri belum siap untuk punya anak adalah sebagai berikut:

1. Belum siap secara finansial

Bukan rahasia lagi bahwa memiliki anak berarti Anda dan pasangan harus dapat mendukung anak secara finansial dalam merawat dan membesarkannya. Mulai dari biaya pendidikan, kebutuhan sehari-hari, hingga uang jajan sudah harus Anda persiapkan sejak awal.

Selain itu, ketika Anda memutuskan untuk punya anak, Anda harus mempersiapkan kemungkinan mengurangi pengeluaran untuk hal-hal yang Anda dan pasangan sukai, misalnya hobi, liburan ke luar negeri, atau membeli barang-barang tertentu.

Anda dan pasangan mungkin belum siap untuk punya anak apabila hal tersebut masih menjadi salah satu kekhawatiran utama.

2. Tujuan-tujuan lain dalam hidup belum tercapai

Ada kalanya Anda dan pasangan masih memiliki tujuan atau visi hidup yang belum sempat tercapai, baik itu adalah tujuan berdua maupun masing-masing. Misalnya, Anda masih ingin fokus berkarir, atau cita-cita pasangan Anda untuk keliling dunia belum tercapai.

Kadang kala, tujuan-tujuan hidup seperti yang telah disebutkan sebelumnya akan menyita waktu dan perhatian yang banyak, sehingga memiliki anak dipercaya beberapa orang hanya akan menjadi distraksi.

Selain itu, jika Anda dan pasangan mempunyai pemikiran bahwa memiliki anak sama dengan mengorbankan tujuan-tujuan dan visi hidup, itu artinya Anda dan pasangan belum siap punya anak.

3. Adanya rasa takut gagal menjadi orang tua

Banyak pasangan suami istri yang khawatir tidak dapat menjadi orang tua yang baik untuk anaknya kelak. Beberapa alasan di antaranya adalah proses melahirkan yang berisiko, memikirkan cara mendidik anak yang paling tepat, hingga menghadapi masalah-masalah ketika si kecil telah beranjak remaja.

Ketakutan ini biasanya muncul karena mendengar cerita dari teman, keluarga, atau bahkan berasal dari pengalaman pribadi di masa kecil. Apabila kekalutan ini masih Anda rasakan, itu mungkin merupakan pertanda Anda dan pasangan belum siap punya anak.

4. Masih merasa nyaman hidup berdua saja dengan pasangan

Masa-masa awal pernikahan umumnya memang merupakan masa paling indah bagi hampir setiap pasangan suami istri. Anda akhirnya dapat menghabiskan waktu lebih banyak berdua dengan pasangan,

Mungkin salah satu di antara Anda atau pasangan takut akan munculnya hal baru yang dapat mengubah kedekatan dalam pernikahan. Salah satunya adalah kehadiran seorang anak.

Perlu Anda ketahui bahwa perubahan pasti akan terjadi dalam pernikahan setelah Anda melahirkan, dan hal tersebut mustahil untuk dihindari. Namun, jika Anda khawatir perubahan bersifat negatif akan lebih banyak terjadi dibanding dengan yang positif, mungkin ini belum waktu yang tepat untuk Anda mempunyai momongan.

5. Anda dan pasangan berharap punya anak dapat memperbaiki hubungan

Sejumlah pasangan suami istri dengan hubungan yang tidak harmonis meyakini bahwa dengan memiliki anak, hal tersebut dapat mengembalikan kehangatan dan kedekatan dengan masing-masing pasangannya. Nyatanya, hal ini tidak selamanya benar.

Menurut Dr. Liz Higgins, seorang psikolog keluarga yang dikutip dari Elite Daily, memiliki harapan bahwa kehadiran anak dapat memperbaiki keharmonisan pernikahan justru merupakan tanda Anda dan pasangan belum siap punya anak.

Dr. Higgins menambahkan, memiliki anak lebih menciptakan banyak tantangan dan risiko terjadinya konflik dibanding pasangan yang tidak punya anak.

Oleh karena itu, dibanding dengan berpikir bahwa anak dapat menjadi solusi rumah tangga yang berantakan, lebih baik berfokus terlebih dahulu dalam memperbaiki hubungan Anda dan pasangan sebelum memutuskan untuk memiliki momongan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

10 Signs That You’re Not Ready to Have Children. https://www.cheatsheet.com/health-fitness/signs-that-youre-not-ready-to-have-children.html/. Accessed September 12, 2019.

If You’re Not Ready To Have Kids Right Now, You’ll Notice These 4 Things About Yourself. https://www.elitedaily.com/p/if-youre-not-ready-to-have-kids-right-now-youll-notice-these-4-things-about-yourself-15950993. Accessed September 12, 2019.

Having a Baby: When You Don’t Agree. https://www.psychologytoday.com/us/blog/fixing-families/201502/having-baby-when-you-dont-agree. Accessed September 12, 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 16/10/2019
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita