Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan ahli akan mengatakan bahwa tidak ada waktu yang tepat untuk memulai keluarga. Namun, ada kelebihan dan kerugian dari hamil dan melahirkan di usia yang berbeda. Ketika hamil di usia 20-an, Anda akan memiliki lebih banyak energi untuk berlarian dan merawat anak, tetapi kekurangan sumber pendapatan dan pengalaman pribadi untuk menjadi panduan. 

Kelebihan hamil di usia 20-an

Usia 20-an adalah dekade terbaik untuk hamil dan melahirkan bayi. Berikut beberapa alasannya: 

Kualitas sel telur yang optimal

Seperti wanita lainnya, Anda dilahirkan dengan semua sel telur yang akan Anda miliki, sekitar 1 sampai 2 juta sel telur. Pada masa pubertas, jumlah sel telur Anda sekitar 300.000 sampai 500.000, tetapi indung telur (ovarium) Anda hanya melepaskan sekitar 300 sel telur selama masa reproduksi Anda.

Seiring bertambahnya usia, ovarium Anda menua bersama dengan seluruh tubuh Anda, dan kualitas sel telur Anda perlahan menurun. Itulah mengapa jika dibandingkan dengan sel telur wanita lebih muda, sel telur wanita yang lebih tua lebih cenderung memiliki kelainan genetik penyebab Down syndrome dan cacat lahir lainnya.

Risiko komplikasi kehamilan yang lebih kecil

Secara fisik, kehamilan lebih mudah bagi wanita di usia 20-an karena risiko yang kecil untuk terjadi komplikasi kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Risiko Anda juga lebih kecil untuk mengalami masalah kandungan seperti fibroid rahim, yang sering menjadi lebih bermasalah seiring berjalannya waktu.

Risiko keguguran juga jauh lebih kecil, yaitu sekitar 10 persen untuk wanita usia 20-an, 12 persen untuk wanita di awal usia 30-an, dan 18 persen untuk wanita di tengah hingga akhir usia 30-an. Risiko keguguran melonjak ke sekitar 34 persen untuk wanita di awal usia 40-an, dan 53 persen setelah mencapai usia 45.

Wanita muda tidak cendrung melahirkan bayi prematur atau bayi dengan berat lahir rendah jika dibandingkan dengan wanita di atas usia 35.  Dalam hal kesuburan, perbedaan kesuburan wanita di awal dan akhir 20-an tidaklah berarti.

Ketahanan fisik yang baik

Begitu bayi lahir, sebagai ibu berusia 20-an tahun, Anda cenderung memiliki ketahanan untuk bangun dengan bayi Anda beberapa kali saat malam dan tetap mampu beraktivitas di keesokan harinya. Selain kelebihan fisik, berikut poin positif lainya: Anda lebih fleksibel di usia 20-an, yang baik untuk pernikahan dan transisi menjadi orang tua.

Kekurangan hamil di usia 20-an

Beberapa kekurangan yang mungkin Anda alami saat usia 20-an antara lain:

Kurang siap menjadi orangtua

Banyak pasangan di usia 20-an yang, sederhananya, belum siap untuk menjadi orang tua. Membesarkan anak membebani secara emosional dan fisik, dan banyak orang tua—terutama yang muda—tidak sepenuhnya siap untuk pengorbanan dan kesabaran yang diperlukan.

Hubungan suami istri yang renggang

Idealnya, pasangan saling mendukung dalam menjalani transisi ini dan menjadi lebih dekat satu sama lain, tetapi banyak pasangan yang menjadi jauh dan asing terhadap satu sama lainnya, yang bisa sangat merusak pernikahan. Ibu muda cenderung merasa tertekan dan kewalahan dengan bayi, sehingga sang ayah bisa merasa diabaikan oleh istrinya. 

Lebih sulit membangun karir profesional

Saat berusia 20-an, Anda mungkin masih mencari jalan karir dan membangun diri secara profesional. Jika Anda menggunakan waktu tersebut untuk memiliki bayi, mungkin akan sulit bagi Anda untuk kembali menjalani karir. Meskipun seorang wanita langsung kembali bekerja setelah memiliki bayi, secara statistik ia akan memperoleh penghasilan yang lebih rendah daripada rekan-rekannya yang tidak memiliki anak.

Kondisi finansial yang tidak optimal

Selain itu, memiliki anak di usia 20-an mungkin tidaklah optimal secara finansial. Umumnya pasangan muda baru saja mulai berkarir, sehingga kondisi finansial belum mapan, sebagaimana usia 30-an dan selanjutnya.

Peluang keberhasilan hamil di usia 20-an

Di usia 20-an, statistik yang ada berpihak pada Anda. Sebagai wanita sehat di usia 20-an, Anda memiliki peluang 33 persen hamil di setiap siklus, jika Anda berhubungan seksual menjelang ovulasi. Di usia 30, peluang Anda sekitar 20 persen di setiap siklus.

Hanya sedikit wanita berusia 20 yang bermasalah dengan kesuburan, sementara 2/3 wanita di atas usia 40 memiliki masalah kesuburan. Seorang wanita berusia 20 tahun hanya memiliki 6 persen kemungkinan untuk tidak dapat hamil, sementara wanita berusia 40 tahun memiliki 64 persen kemungkinan untuk tidak dapat hamil.

Risiko lainnya, di usia 20, risiko mengandung anak dengan Down syndrome sebesar satu dari 2.000. Risiko ini melonjak ke satu dari 900 saat usia Anda 30, dan satu dari 100 saat Anda mencapai 40 tahun.

Hal yang harus dilakukan jika Anda belum ingin hamil di usia 20-an

Jika Anda ingin memiliki anak namun belum siap, Anda bisa mempertimbangkan untuk membekukan sel telur Anda.

Meskipun peluang kehamilan sehat menurun di akhir usia 30-an dan 40-an, Anda dapat memanfaatkan teknolgi reproduktif. Beberapa wanita “menabung” sel telur pada usia muda, sebagai persiapan jika mereka mengalami kesulitan hamil saat beranjak tua.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Minyak kelapa atau virgin coconut oil (VCO) memang sudah terkenal khasiatnya, bahkan untuk sang buah hati. Inilah berbagai khasiat minyak kelapa untuk bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Mendengar detak jantung janin merupakan hal berkesan bagi calon orangtua. Tapi seperti apa perkembangan jantung janin dalam kandungan? Intip di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Terapi Oksigen untuk Mengatasi Masalah Sesak Napas

Beberapa orang mungkin membutuhkan terapi oksigen untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darahnya. Siapa saja yang membutuhkannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pernapasan 2 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Sebelum terburu-buru mengambil obat, ikutilah tips-tips berikut untuk mengurangi nyeri haid Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
hamil tua tapi belum kontraksi

Sudah Masuk Usia Hamil Tua, Tapi Kok Belum Kontraksi? Apakah Perlu Cemas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit