home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah 'Tukang Selingkuh' Bisa Berubah? Ini Penjelasan Psikologisnya

Apakah 'Tukang Selingkuh' Bisa Berubah? Ini Penjelasan Psikologisnya

Karena perselingkuhan sudah jadi musibah yang umum terjadi, Anda mungkin mengenal atau bahkan pernah jadi korban tukang selingkuh. Ketika Anda ingin memperbaiki hubungan dengan pasangan yang sudah beberapa kali mengkhianati Anda, Anda mungkin bertanya-tanya apakah tukang selingkuh sejatinya bisa berubah dan memperbaiki diri.

Jawabannya tergantung, itu semua kembali lagi pada pribadi masing-masing. Akan tetapi, ada penjelasan psikologis dan berbagai faktor yang memengaruhi perubahan diri orang yang suka selingkuh.

Penyebab seseorang jadi tukang selingkuh

Bagi yang pernah diselingkuhi beberapa kali oleh orang yang sama – atau mungkin Anda sendiri hobi selingkuh – Anda perlu memahami bahwa permintaan maaf atau penyesalan semata tak bisa jadi jaminan orang tersebut tak akan selingkuh lagi.

Pasalnya, selingkuh bila dilihat dari sudut pandang psikologis merupakan suatu perilaku rumit yang didasari oleh alasan yang berlapis-lapis. Ketahuan oleh pasangan saja tak akan membuatnya kapok. Yang ada ia justru semakin mahir menutupi tindak-tanduknya. Untuk itu, Anda perlu memahami lebih jauh apa yang ada dalam pikiran si tukang selingkuh. Berikut adalah beberapa penyebab seseorang langganan selingkuh.

1. Terintimidasi oleh pasangan

Menurut seorang pakar psikologi klinis sekaligus anggota American Psychological Association, Linda Hatch, Ph.D., Anda mungkin selingkuh karena merasa terintimidasi oleh pasangan. Misalnya pasangan Anda adalah orang yang nyaris sempurna atau jauh lebih sukses dari Anda. Lama-lama Anda justru merasa minder dan akhirnya mencari sosok lain yang bisa membuat Anda merasa lebih baik. Inilah mengapa kadang orang berselingkuh dengan seseorang yang sepertinya tak lebih baik dari pasangannya sendiri.

2. Merasa ada yang kurang

Ada juga alasan selingkuh yang umum ditemui. Yaitu merasa bahwa ada yang kurang dari pasangan. Sebagai contoh, Anda mengira pasangan Anda cuma menyayangi Anda karena kekayaan Anda. Anda pun mencari sosok lain yang bisa menghargai sisi lain dalam diri Anda, misalnya sifat Anda yang humoris.

Padahal, belum tentu pandangan dan perkiraan Anda soal pasangan benar. Bisa saja pasangan menghargai Anda sepenuhnya, tetapi Anda tak menyadarinya. Jadi bukan berarti Anda tak pernah puas. Justru orang yang hobi selingkuh biasanya adalah pribadi yang tidak percaya diri.

3. Maniak seks

Banyak orang yang langganan selingkuh ternyata juga seorang maniak seks. Jadi perselingkuhan di sini adalah gejala dari gangguan yang serius, yaitu maniak. Orang-orang seperti ini tidak bisa mengendalikan nafsu dan dorongan seksual yang begitu besar, meskipun dirinya sudah memiliki pasangan. Maka meski dia sudah pernah ketahuan selingkuh, seorang maniak seks akan tetap selingkuh lagi di kesempatan berikutnya.

mencegah penularan hiv

Apakah orang yang suka selingkuh bisa berubah dan menghentikan kebiasaannya?

Tukang selingkuh bisa saja berubah dan menghentikan kebiasaannya. Namun, Anda memerlukan pendekatan dan metode yang tepat untuk sepenuhnya menghapus kecondongan selingkuh. Merasa kasihan dengan pasangan yang Anda sakiti saja tak mempan untuk mencegah Anda selingkuh di kemudian hari. Inilah mengapa orang yang suka selingkuh susah berubah.

Untuk berubah, Anda harus tahu akar permasalahannya dalam diri Anda, bukan pada diri pasangan. Selingkuh adalah pilihan Anda sendiri, tak ada yang bisa dilakukan pasangan Anda untuk mengendalikan perilaku Anda. Maka selama Anda belum benar-benar memahami alasan selingkuh, perubahan rasanya hampir mustahil.

Cara mengubah dan menghentikan keinginan selingkuh

Dirangkum dari penjelasan seorang pakar psikologi klinis dan konseling Jay Kent-Ferraro, Ph.D., yang seharusnya menjadi fokus bukanlah apakah tukang selingkuh bisa berubah. Melainkan apa saja faktor yang membuat Anda mengkhianati pasangan dan mengapa caranya adalah dengan selingkuh? Dengan menjawab pertanyaan ini, Anda baru saja menapakkan langkah pertama menuju perubahan.

Sebagai gambarannya, Anda tahu bahwa Anda merasa minder terhadap pasangan. Dengan mengetahui alasan tersebut, Anda pun bisa mengatasi rasa minder. Misalnya lewat komunikasi yang lebih jujur dengan pasangan atau mengembangkan diri agar Anda jadi lebih percaya diri. Dengan begitu, hasrat selingkuh pun redam.

Memang tak mudah untuk memahami alasan Anda atau pasangan selingkuh. Anda butuh kepekaan dan pemahaman diri yang cukup dalam. Untuk itu, Anda bisa melakukan konseling psikologis dengan seorang terapis. Terapis akan membantu menganalisis pola pikir Anda serta cara menghindari agar tidak terjebak lagi dalam perselingkuhan. Tanpa bantuan psikolog profesional, memang sulit sekali bagi seorang tukang selingkuh untuk berubah dan mengakhiri kebiasaan buruknya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can Serial Cheaters Change? https://blogs.psychcentral.com/sex-addiction/2014/12/can-serial-cheaters-change/ Diakses pada 29 Mei 2017.

Once a Cheater, Always a Cheater… Maybe Not? https://www.psychologytoday.com/blog/surprised-love/201201/once-cheater-always-cheater-maybe-not. Diakses pada 29 Mei 2017.

Serial Adultery: Is It Chance or Character? https://www.psychologytoday.com/blog/maybe-its-just-me/201004/serial-adultery-is-it-chance-or-character. Diakses pada 29 Mei 2017.

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri pada 04/10/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x