Sapioseksual, Orang yang “Jatuh Cinta” dengan Kecerdasan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda mudah merasa kagum dan tertarik pada orang-orang dengan kecerdasan di atas rata-rata? Apakah Anda menikmati percakapan dan diskusi yang mengasah otak? Jika iya, mungkin saja Anda seorang sapioseksual. Apabila istilah tersebut mungkin terdengar asing bagi Anda, artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai istilah yang sedang populer ini.

Apa itu sapioseksual?

Kata “sapioseksual” sendiri berasal dari istilah “sapiens”, yang memiliki arti bijaksana. Jadi, dapat dikatakan bahwa sapioseksual adalah seseorang yang memiliki ketertarikan terhadap orang lain berdasarkan tingkat kecerdasan dan isi pikirannya.

Dilansir dari NPR.org, popularitas istilah tersebut mulai meningkat saat sebuah aplikasi kencan daring, OkCupid, memperkenalkan berbagai macam pilihan orientasi seksual untuk penggunanya. Salah satunya adalah sapioseksual.

Masing-masing orang memiliki preferensi tersendiri dalam memilih pasangan, mulai dari penampilan fisik, selera musik, hingga kesamaan hobi. Beberapa di antaranya memiliki ketertarikan emosional, bahkan seksual, pada orang dengan tingkat kepandaian tertentu.

Menurut Diana Raab, Ph.D., dalam artikelnya di Psychology Today, orang-orang yang mengaku sebagai sapioseksual percaya bahwa otak manusia merupakan organ seks terbesar. Mereka lebih bergairah dan antusias pada lawan bicara yang punya rasa ingin tahu, berpikir tajam, serta terbuka akan hal-hal baru.

Apabila diibaratkan sebagai foreplay dalam hubungan seks, hal-hal yang dapat “merangsang” seorang sapioseksual adalah percakapan berbau filsafat, politik, atau psikologi. Namun, tidak selamanya ketertarikan ini menjurus pada seksualitas.

Terkadang, sapioseksualitas juga dapat terjadi pada hubungan pertemanan biasa. Contohnya, Anda lebih suka berteman dengan orang-orang pintar karena Anda bisa mendiskusikan isu-isu seputar politik atau ekonomi, bisa dikatakan hal tersebut adalah bagian dari sapioseksualitas.

Fenomena ini didukung oleh sebuah jurnal penelitian yang terdapat di Intelligence. Penelitian yang dilakukan kepada 383 orang dewasa tersebut mencari tahu kualitas apa yang dicari dalam pasangan, serta ketertarikan mereka pada tingkat kecerdasan yang berbeda-beda.

Hasilnya menunjukkan bahwa “kecerdasan” menempati posisi kedua pada kualitas yang paling disukai dalam pasangan, setelah “baik dan pengertian”.

Mengapa seorang sapioseksual “jatuh cinta” dengan tingkat kecerdasan pasangannya?

Raab menambahkan di dalam artikelnya bahwa identitas manusia terbentuk dari apa yang terjadi selama masa kecilnya, termasuk bagaimana dia memandang hubungan asmara.

Faktor-faktor yang mendasari hal tersebut meliputi hubungan dengan orangtua, pengalaman cinta pertama, serta pengalaman intim pertama dengan pasangan.

Ada kemungkinan kita mencari pasangan dengan sifat atau kualitas diri yang tidak pernah kita miliki. Fenomena ini ternyata juga dapat membantu kita mengenal diri sendiri lebih dalam.

Misalnya, sewaktu masih kecil, orang-orang di sekitar Anda sering mengatakan Anda kurang pintar. Atau mungkin, Anda memiliki orangtua yang selalu menuntut Anda mendapat ranking satu di sekolah.

Itu sebabnya, setelah beranjak dewasa, Anda selalu ingin menjadi pribadi yang lebih cerdas, dan Anda juga mencari kualitas tersebut pada calon pasangan Anda. Aspek-aspek masa kecil inilah yang dapat berpengaruh pada preferensi asmara serta seksual Anda.

Namun, tidak menutup kemungkinan seorang sapioseksual juga mempertimbangkan kualitas lain di samping kecerdasan pasangannya. Misalnya seperti penampilan fisik, kebaikan hatinya, atau selera humor.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Cara Terbaik untuk Mengobati Gusi Turun yang Mengganggu

    Gusi turun tak boleh dianggap remeh karena bisa menyebabkan masalah gigi yang lebih parah. Sebelum terlambat, ketahui cara mengatasi gusi turun berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Gigi dan Mulut 7 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Alasan Merawat Kulit Wajah Harus Dilakukan Sedini Mungkin

    Merawat kulit wajah dan tubuh perlu dilakukan sejak dini. Selain mencegah penuaan dini, merawat kulit juga turut menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Kesehatan 3 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    6 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

    Sikap pasangan yang berubah drastis bisa menjadi tanda-tanda bahwa ia sedang selingkuh. Apa saja tanda-tanda yang bisa diperhatikan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Benarkah Masker dari Air Mani Pria Bisa Membuat Kulit Wajah Mulus dan Awet Muda?

    Tren masker wajah yang mengandung air mani pria sempat booming karena katanya dapat menghaluskan keriput. Namun, hati-hati. Tidak semua klaim itu benar.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi keringat dingin

    Memahami Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Keringat Dingin

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
    scrub matcha dari bahan alami

    Ragam Scrub dari Bahan Alami yang Bagus dan Bikin Glowing

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
    manfaat alpha arbutin

    Mengenal Alpha Arbutin, Bahan Andalan untuk Produk Perawatan Kulit

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    produk skincare

    Fungsi Produk Skincare dan Urutan Pemakaiannya Secara Umum

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit