home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sebenarnya, dari Mana Asal Intuisi dan Mengapa Harus Dituruti?

Sebenarnya, dari Mana Asal Intuisi dan Mengapa Harus Dituruti?

Pernahkah Anda berada pada situasi harus memilih satu dari beberapa pilihan, kemudian langsung memilih tanpa berpikir panjang? Bisa jadi, saat itu, Anda mengandalkan intuisi dan perasaan. Ya, intuisi adalah suatu hal yang bisa datang kapan dan di mana saja untuk memberikan Anda ide terkait dengan pengambilan keputusan. Semua orang memiliki intuisinya masing-masing, tapi tidak semua mempercayainya. Lalu, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan intuisi? Simak penjelasannya berikut, yuk!

Apa itu intuisi?

Anda mungkin pernah berpikir bahwa intuisi adalah suatu hal yang berkaitan dengan magis atau takhayul. Padahal, intuisi adalah suatu bentuk pengetahuan yang muncul pada kesadaran Anda tanpa pertimbangan yang jelas.

Intuisi adalah firasat yang terbentuk dari pikiran bawah sadar. Pada saat itu, pikiran bawah sadar akan dengan cepat menyaring pengetahuan serta pengalaman masa lalu menjadi sebuah gagasan atau ide.

Lalu, gagasan atau ide tersebut menjadi sebuah pertimbangan singkat dalam mengambil keputusan tanpa melakukan analisis atau proses berpikir panjang terlebih dahulu.

Tidak semua orang percaya dengan kemunculannya, bahkan tak jarang yang mengabaikannya. Padahal, sering kali, ide atau gagasan yang muncul secara tiba-tiba ini membantu Anda memilih keputusan yang tepat.

Isu yang berkaitan dengan hal ini sudah cukup sering menjadi perdebatan sejak zaman dahulu, tetapi baru akhir-akhir ini para peneliti mengetahui dari mana asal-muasal intuisi dan bagaimana hal ini terbentuk.

Sebenarnya dari mana intuisi berasal?

Pada otak terdapat dua tipe sistem berpikir, yaitu sistem sadar dan sistem tidak sadar (bawah sadar). Bagian otak yang mengatur sistem sadar manusia adalah otak kiri dan bekerja secara lebih lambat.

Nah, sistem ini menjadi pusat analisis Anda, membantu berpikir secara rasional, bekerja berdasarkan fakta dan pengalaman yang pernah terjadi. Anda secara sadar mengetahui semua yang dikerjakan oleh sistem ini.

Sementara itu, otak kanan yang mengatur sistem bawah sadar atau tidak sadar. Sesuai dengan namanya, sistem ini bekerja tanpa sepengetahuan Anda dan bisa menghasilkan respons yang cepat.

Lalu bagaimana dengan ide atau gagasan ini? Sistem bawah sadar adalah sistem yang mengatur intuisi. Sebenarnya, gagasan ini juga berasal dari informasi atau pengalaman yang pernah Anda alami atau ketahui sebelumnya.

Akan tetapi, informasi tersebut berada pada alam bawah sadar Anda. Jadi, ketika intuisi muncul, keputusan itu adalah keputusan yang terbentuk dari alam bawah sadar Anda.

Mengingat cara kerja alam bawah sadar yang tergolong cepat, intuisi muncul tanpa Anda harus berpikir dengan matang dan menganalisis semua kejadian yang pernah terjadi, atau tiba-tiba muncul begitu saja.

Apakah boleh mempercayai intuisi?

Tentu saja Anda boleh percaya kepada ide atau gagasan yang muncul secara tiba-tiba ini. Sayangnya, masih banyak orang yang meremehkan intuisinya sendiri. Padahal, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa intuisi dapat membantu membuat keputusan yang tepat.

Nah, Anda bisa mengasah ide atau gagasan instan ini. Ya, intuisi adalah kemampuan yang akan semakin tajam jika terus-menerus diasah. Menurut para ahli, ide atau gagasan ini akan berubah menjadi lebih baik seiring dengan bertambahnya waktu dan tergantung dengan seberapa sering Anda menggunakannya.

Salah satu alasan mengapa perlu mempertimbangkan intuisi yang Anda miliki adalah karena hal ini sering kali ‘tahu’ apa yang terbaik. Bahkan, meski Anda tidak bisa memahami dan menganalisisnya dalam kondisi sadar.

Para ahli bahkan menyatakan bahwa sistem alam bawah sadar Anda sudah mengetahui jawaban yang benar sebelum sistem sadar mengetahuinya.

Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan ide atau gagasan yang muncul ketika Anda berada di antara pilihan-pilihan yang sulit. Terkadang, intuisi mengetahui apa yang harus Anda pilih daripada dengan analisis yang membutuhkan waktu lama.

Bagaimana cara mengasah intuisi?

Pada dasarnya, setiap individu terlahir dengan ide instan ini. Namun, seiring waktu, intuisi seseorang mungkin akan lebih tajam dari orang lain. Nah, untuk membuat gagasan instan ini semakin tajam, Anda bisa mengasahnya.

Menurut laman Taking Charge of your Health & Wellbeing milik University of Minnesota, terdapat dua cara untuk mengasah intuisi, yaitu dengan intention (niatan) dan attention (perhatian).

1. Mengasah dengan intention

Tanpa sadar, mungkin selama ini, Anda selalu menolak ide atau gagasan instan yang muncul. Jadi, bukannya Anda tidak memilikinya, tetapi enggan menggunakannya.

Kini, jika Anda ingin ide atau gagasan ini terasah, usahakan untuk menerima dan percaya pada setiap intuisi yang muncul. Mulai dengan niatan untuk terus meningkatkan kemampuan menggunakan intuisi.

Lalu, saat ide ini muncul, cobalah untuk memiliki pola pikir positif terhadapnya. Upayakan untuk percaya dengan intuisi tersebut saat hendak mengambil keputusan.

Satu hal yang perlu Anda ingat, intuisi adalah proses alami. Oleh sebab itu, awalnya mungkin masih sulit mengenali ide atau gagasan ini, tetapi semakin sering menggunakannya, Anda akan semakin familiar dengan kemunculannya.

2. Mengasah dengan attention

Intuisi adalah suatu gagasan atau ide yang mungkin Anda pernah abaikan. Hal itu yang membuat ide ini seolah terisolasi dalam pikiran Anda. Padahal, jika bisa menyadari kemunculannya, Anda bisa menggunakannya saat proses pengambilan keputusan.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mulai menyadari dan menggabungkan intuisi-intuisi yang muncul:

Menulis jurnal khusus

Tulis setiap kali Anda merasakan kemunculan intuisi, baik dari mimpi, sensasi, atau pikiran-pikiran yang muncul secara instan. Hal ini akan membantu Anda menyadari:

  • Kapan seringnya Anda menyadari kehadirannya.
  • Tingkat akurasi atau seberapa akurat ide atau gagasan instan yang Anda miliki.
  • Pentingnya kecepatan Anda memberikan respons terhadap ide atau gagasan instan yang muncul.

Jika Anda masih kesulitan untuk memulai menulis jurnal ini, cobalah untuk menuliskan berbagai hal yang Anda pelajari setiap hari. Lalu, tanyakan pada diri Anda sendiri, kira-kira apa ide atau gagasan yang Anda miliki hari itu?

Tuliskan jawaban yang terlintas pada pikiran Anda, meski terdengar tidak masuk akal. Setelah berhasil menuliskannya setiap hari selama satu bulan, cobalah baca kembali tulisan Anda dalam jurnal khusus tersebut.

Mempelajari dari alam

Cara lain untuk mengasah intuisi adalah dengan lebih memperhatikan sekitar adalah belajar dari alam. Biasanya, saat berada di alam, Anda bisa lebih fokus dengan perasaan yang tenang.

Ya, efek berada di alam tidak jauh berbeda dengan saat Anda sedang melakukan meditasi. Hal tersebut dapat membantu Anda mengakses gagasan ini, sebagai contoh:

  • Tanyakan pada diri sendiri mengenai solusi dari masalah yang sedang Anda hadapi.
  • Cobalah untuk fokus terhadap pertanyaan tersebut, kemudian lupakan sejenak.
  • Berjalan-jalan di taman sembari menikmati suasana sekitar.
  • Saat membutuhkan waktu untuk beristirahat, berhentilah sejenak, kemudian ambil benda yang ada di sekitar, misalnya bebatuan, ranting, daun, atau apa saja).
  • Perhatikan benda tersebut dengan seksama, lalu tanyakan pada intuisi Anda, “Apa informasi atau ide yang bisa Anda dapatkan dari benda tersebut untuk mendapatkan solusi dari masalah?”

Mendiskusikan dengan orang lain

Tidak harus sendiri, Anda bisa membangun ide atau gagasan instan ini dengan orang lain. Carilah teman diskusi yang membuat Anda merasa nyaman saat melakukan percakapan mengenai gagasan instan ini dengannya.

Lalu, cobalah beberapa aktivitas berikut ini untuk membantu membangun intuisi dan kemampuan Anda untuk mendiskusikannya dengan orang lain, di antaranya adalah:

  • Baca buku atau menonton film yang sama mengenai intuisi dan mendiskusikannya.
  • Saling berbagi tulisan yang Anda tulis dalam jurnal khusus yang Anda miliki.
  • Saling membagi inspirasi yang berkaitan dengan intuisi yang Anda miliki.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can I Develop My Intuition? Retrieved 29 April 2021, from https://www.takingcharge.csh.umn.edu/can-i-develop-my-intuition

Intuition – It’s More Than a Feeling. Retrieved 29 April 2021, from https://www.psychologicalscience.org/news/minds-business/intuition-its-more-than-a-feeling.html

Intuition. Retrieved 29 April 2021, from https://www.psychologytoday.com/intl/basics/intuition#where-intuition-comes-from

Foto Penulis
Ditulis oleh Annisa Hapsari pada 4 minggu lalu
x