backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Mengenal Apa Itu Intuisi, Manfaat, dan Cara Mengasahnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 27/12/2023

Mengenal Apa Itu Intuisi, Manfaat, dan Cara Mengasahnya

Ketika dihadapkan dalam sebuah pilihan, pernahkah seseorang menyarankan Anda untuk mengikuti intuisi? Intuisi memang sering kali muncul secara tiba-tiba karena tidak melibatkan proses pemikiran panjang atau pertimbangan logis.

Dengan demikian, perlukah intuisi diikuti? Apakah intuition selalu membawa pada sebuah keputusan yang tepat? Simak uraian berikut untuk mengetahui jawabannya.

Apa yang dimaksud dengan intuisi?

Intuisi adalah gagasan yang muncul berdasarkan naluri tanpa pertimbangan secara logis. Meski begitu, intuisi tidak ada kaitannya dengan hal magis atau takhayul.

Intuisi dinilai muncul secara alamiah melalui alam bawah sadar. Gagasan ini bisa muncul dalam bentuk firasat atau perasaan.

Saat memikirkan sesuatu, alam bawah sadar Anda akan dengan cepat menyaring pengetahuan serta pengalaman di masa lalu untuk diolah menjadi sebuah gagasan.

Gagasan atau ide itu kemudian menjadi pertimbangan singkat dalam mengambil keputusan tanpa perlu melakukan analisis atau proses berpikir yang panjang.

Meski begitu, tidak semua orang percaya dengan kemampuan ini. Tidak sedikit yang bahkan mengabaikannya.

Padahal, intuisi memang bisa membantu membimbing seseorang mengambil keputusan dengan lebih cepat dan akurat, seperti disebutkan dalam sebuah penelitian terbitan jurnal Frontiers in Psychology (2016).

Dari mana asal intuisi?

sensory processing disorder

Kepercayaan tentang intuisi memang sudah menjadi perdebatan sejak zaman dahulu karena tidak diketahui secara pasti dari mana gagasan tersebut berasal.

Namun, seiring dengan dilakukannya berbagai penelitian, diketahui bahwa gagasan yang berasal dari alam bawah sadar ini merupakan hasil dari pengolahan informasi di otak.

Secara umum, otak bisa dibagi menjadi belahan kiri dan kanan. Melansir dari situs Health Harvard, bagian otak kanan lebih banyak berperan dalam cara berpikir secara intuitif.

Penjelasan tersebut sesuai dengan otak kiri yang selama ini memang dikenal berperan penting dalam membentuk cara berpikir logis. Selain itu, gagasan instan juga dikenal berasal dari alam bawah sadar.

Kombinasi antara cara kerja otak kiri dan sistem bawah sadar akan menghasilkan gagasan berdasarkan informasi atau peristiwa yang pernah Anda alami atau ketahui sebelumnya.

Karena cara kerja alam bawah sadar tergolong cepat, intuisi memang bisa muncul tanpa perlu pemikiran matang dan analisis mendalam.

Apakah boleh memercayai intuisi?

Tidak ada aturan secara pasti apakah Anda perlu memercayai atau mengabaikan gagasan yang muncul secara instan.

Intuisi memang bisa membantu Anda menentukan keputusan, tetapi tidak sepenuhnya akurat. Namun, intuition juga sudah terbukti kerap membawa seseorang memilih pilihan yang tepat.

Laman University of Minnesota menyebutkan bahwa intuisi yang murni akan membawa Anda kepada keputusan yang tepat.

Namun, ketika gagasan instan tersebut sudah terpengaruh oleh pikiran dan emosi, Anda mungkin tidak terbantu olehnya.

Untuk mendapatkan intuisi yang menghasilkan gagasan secara tepat, Anda bisa melatih atau membiasakannya.

Bagaimana cara mengasah intuisi?

Pada dasarnya, setiap individu terlahir dengan kemampuan untuk membentuk gagasan instan, atau dengan kata lain, berintuisi.

Kemampuan tersebut akan meningkat dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Artinya, semakin banyak pengalaman dan pengetahuan, semakin tinggi pula kemampuan seseorang untuk berintuisi.

Selain itu, berikut adalah dua cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mempertajam intuisi.

1. Mengasah intensi (niatan)

Tanpa sadar, selama ini Anda mungkin selalu menolak ide atau gagasan instan yang muncul. Jadi, bukannya tidak memilikinya, Anda hanya enggan untuk menggunakannya.

Maka, mulai saat ini cobalah untuk menerima gagasan instan tersebut. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui situasi apa yang bisa berhasil diatasi dengan intuisi dan mana yang tidak.

Dengan keberhasilan atau kegagalan gagasan tersebut, otak Anda juga akan menyimpannya sebagai sebuah pengalaman yang bisa digunakan untuk pertimbangan ke depannya.

2. Mengasah atensi (perhatian)

Intuisi erat kaitannya dengan kepekaan terhadap perasaan terhadap diri sendiri maupun lingkungan di sekitar. Inilah alasan mengapa seseorang yang intuisinya tinggi disebut sebagai seorang intuitif.

Supaya bisa lebih peka dengan kemunculan intuition, berikut adalah beberapa kebiasaan yang bisa Anda lakukan.

  • Menulis jurnal untuk melatih otak agar berpikir kritis dan lebih peka terhadap situasi di sekitar Anda.
  • Meditasi untuk menenangkan pikiran dan emosi sehingga otak bisa berpikir lebih jernih.
  • Mendiskusikan pemikiran Anda dengan orang lain untuk menemukan sudut pandang lain.
  • Menjelajah alam sekitar.
  • Meluangkan waktu untuk diri sendiri untuk membangun ketenangan.
  • Mulai melakukan olahraga rutin, sesederhana berjalan kaki 30 menit sehari.
  • Melatih imajinasi.

Meski terlihat kompleks dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut, kemunculan gagasan instan bisa Anda gunakan untuk membantu mengambil keputusan, terutama pada momen ketika Anda harus membuat keputusan dengan cepat.

Jika Anda masih merasa ragu atau butuh belajar lebih banyak seputar intuisi dan cara mengasahnya, konseling dengan seorang ahli seperti psikolog juga bisa dipertimbangkan.

Semua tentang intuisi

  • Intuisi adalah gagasan instan yang muncul berdasarkan naluri tanpa pertimbangan mendalam.
  • Dibentuk secara cepat oleh alam bawah sadar berdasarkan pengetahuan dan pengalaman.
  • Merupakan kemampuan yang bisa diasah dengan membiasakan diri untuk menerima gagasan instan yang muncul dan meningkatkan kepekaan.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 27/12/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan