home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Cara Mencegah dan Mengatasi Mata Kering

3 Cara Mencegah dan Mengatasi Mata Kering

Mata kering adalah kondisi yang umum saat ini. Mata kering terjadi ketika kelenjar air mata tidak memproduksi cukup air mata untuk melumasi mata. Kondisi ini dapat disebabkan baik oleh unsur lingkungan atau unsur medis.

Saat mengalami mata kering, pasien dapat merasakan sakit dan ketidaknyamanan. Ada beberapa pilihan pengobatan mata kering yang dapat meredakan gejala dan membantu mata menjadi lebih baik.

3 langkah mengatasi mata kering

1. Menghindari pemicu mata kering dari lingkungan

Lingkungan adalah faktor yang paling umum menyebabkan mata kering. Maka dari itu memilih tempat yang baik untuk tinggal dan bekerja serta menghindari rokok dan angin kencang akan membantu mengurangi risiko mata kering dan mencegah kondisi mata kering Anda semakin parah.

Lindungi mata Anda ketika mengendarai motor atau bersepeda dengan menggunakan kacamata pelindung. Selain itu, lindungi juga mata Anda saat menatap layar monitor terlalu lama dengan menggunakan filter sinar biru yang biasa terpasang di kacamata.

2. Mengonsumsi asam lemak dalam menu sehari-hari

Asam lemak Omega-3 terbukti dapat mengurangi gejala mata kering dengan mengurangi peradangan pada tubuh, terutama peradangan mata. Cobalah untuk mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya akan nutrisi ini karena akan membantu meredakan kondisi mata kering.

3. Menggunakan obat

Tetes mata dan salep buatan

Ini adalah cara paling umum yang digunakan untuk mengobati mata kering. Pasien dapat menemukan banyak obat bebas untuk mata kering di apotek. Obat-obatan ini dapat membantu meredakan gejala untuk sementara.

Jika Anda menderita mata kering kronis, lebih baik menggunakan tetes mata sampai kondisi mata membaik. Hampir semua tetes mata dalam bentuk botol multidosis biasanya mengandung pengawet yang terkadang dapat menyebabkan efek samping pada mata. Jika ini terjadi, Anda harus menggunakan tetes mata bebas pengawet.

Jika Anda ingin menggunakan produk yang dapat membantu mata selama tidur, Anda dapat menggunakan salep yang lebih tebal.

Obat untuk mengobati peradangan kelopak mata

Ketika terjadi peradangan di kelopak mata, hal tersebut sering mencegah kelenjar minyak mengeluarkan minyak ke dalam mata. Jika ini terjadi, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk membantu menghentikan peradangan.

Obat stimulan air mata

Obat berjenis kolinergik ini akan membantu kelenjar memproduksi lebih banyak air mata.

Tetes mata untuk mengendalikan peradangan kornea

Ini adalah tetes mata dengan resep yang mengandung obat penekan imun siklosporin dan kortikosteroid. Obat ini dapat membantu mengatasi peradangan pada permukaan mata dan mengatasi mata kering. Kortikosteroid tidak untuk digunakan dalam jangka panjang karena ada efek sampingnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Dry eyes: Cause and Treatment of Dry eyes – WebMD. www.webmd.com/eye-health/eye-health-dry-eyes. Accessed in March 5, 2017.
  2. Dry
    Eyes Home Remedies. www.healthline.com/health/dry-eyes-hone-remedies#Overview1. Accessed in March 5, 2017.
  3. Dry eyes Treatments
    and drugs –Mayo Clinic. www.mayoclinnic.org/diseases-conditions/dry-eyes/basics/treatment/con-20024129. Accessed in March 5, 2017.
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 05/11/2020
x