Hati-hati, Sembarangan Pakai Obat Tetes Mata Bisa Sebabkan Kebutaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang langsung meneteskan obat mata yang dijual bebas di apotek untuk mengobati mata merahnya, tanpa berkonsultasi dulu ke dokter. Mungkin Anda juga termasuk salah satunya. Padahal, pemakaian obat mata tidak boleh sembarangan. Pemakaian obat tetes mata yang sembarangan dapat meningkatkan risiko glaukoma. Risiko ini terutama tinggi untuk obat tetes mata steroid. Tidak percaya? Ketahui ulasan lengkapnya dalam artikel ini.

Sembarangan pakai obat tetes mata steroid meningkatkan risiko glaukoma

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Umumnya glaukoma disebabkan karena tingginya tekanan dalam bola mata.

Obat mata steroid yang digunakan setiap hari dan dalam jangka waktu panjang akan meningkatkan penumpukkan glikosaminoglikan, yaitu komponen struktural utama dari tulang rawan yang ditemukan dalam kornea. Penumpukan glikosaminoglikan ini akan menyumbat aliran cairan di dalam mata.

Selain itu, obat mata steroid juga akan meningkatkan produksi protein di trabecular meshwork (saluran-saluran di mata) yang kemudian dapat menyumbat aliran cairan di dalam mata. Karena aliran cairan di dalam mata terbendung akibat terjadinya penyumbatan, hal tersebut membuat tekanan di bola mata meningkat.

Peningkatkan tekanan di bola mata ini akan menyebabkan kerusakan saraf optik yang menghubungkan penglihatan dengan otak. Akhirnya, lama kelamaan luas pandangan pun akan menyempit sehinga menyebabkan glukoma. Jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama, bahkan dapat berujung pada kebutaan.

Selain glaukoma, penggunaan obat tetes mata dalam jangka panjang  yang mengandung steroid juga bisa menyebabkan lensa menjadi keruh atau dalam bahasa medisnya disebut dengan katarak.

Pentingnya membaca informasi kandungan dalam kemasan obat tetes

Pemakaian obat tetes mata steroid harusnya ditebus dengan resep dokter. Tapi, pada kenyataannya obat mata jenis ini banyak dijual bebas di di apotek maupun toko obat. Untuk mengetahui apakah obat tetes mata yang Anda gunakan mengandung steroid atau tidak, Anda bisa membaca kandungan obat yang tertera pada kemasan. Biasanya, jenis steroid dapat ditemukan dalam kandungan: dexamethasone, fluorometholone, dan prednisolone.

Pada dasarnya obat tetes mata yang boleh digunakan hanya obat dengan kandungan ringan, seperti artificial tears atau air mata alami. Jika Anda mengeluhkan kondisi mata merah disertai dengan rasa sakit, nyeri, dan berair, sebaiknya periksa ke dokter mata untuk mendapat penanganan yang lebih tepat.

Menggunakan obat tetes mata yang banyak di jual di pasaran memang bisa menjadi solusi yang mudah. Tapi, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, misalnya, ketika obat tetes mata yang digunakan tidak memberikan efek melegakan. Atau, kondisi mata Anda justru jadi memburuk ataupun timbul gangguan lain pada mata. Apabila sudah begini, segera hentikan penggunaan obat tetes mata tersebut dan kunjungi dokter spesialis mata. Informasikan produk obat tetes mata yang digunakan kepada dokter.

Ingat, mata merupakan organ penting yang harus dijaga kesehatannya juga kebersihannya. Gunakan obat tetes mata seperlunya. Misalnya jika terjadi gangguan ringan. Segera konsultasi ke dokter spesialis mata jika kondisi Anda tidak segera membaik atau timbul gejala lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Mata Belekan yang Harus Diwaspadai

Coba perhatikan bagaimana kondisi mata belekan Anda di pagi hari. Apakah kering seperti remah, lengket berserabut warna putih, atau justru hijau kekuningan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Stroke Mata, Ketahui Mulai dari Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Selama ini Anda sudah tahu stroke bisa menyerang otak. Namun, ternyata Anda juga bisa kena serangan stroke mata. Apa itu stroke mata dan apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Begini Cara Membaca Resep Kacamata dari Dokter dan Optik Anda

Sebelum beli kacamata, Anda perlu memeriksa mata untuk mendapatkan resep agar kacamata yang dibeli sesuai. Tapi, tahukah Anda cara membaca resep kacamata?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali, Jenis Lensa Kacamata Berdasarkan Material dan Fungsinya

Bagi Anda yang memakai kacamata, penting untuk memilih jenis lensa yang tepat. Selain mengoreksi penglihatan dengan baik, lensa juga harus nyaman digunakan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mata seperti melihat kilatan cahaya

Mata Seperti Melihat Kilatan Cahaya, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyebab mata minus

Penyebab Mata Minus, dari Genetik hingga Kebiasaan yang Tidak Disadari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mata merah

Berbagai Cara Mengatasi Mata Merah yang Disarankan Secara Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Ciri-ciri mata minus

Yakin Mata Anda Minus? Coba Cek Ciri-Cirinya di Sini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit