home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kacamata Antiradiasi dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata Akibat Penggunaan Gadget

Kacamata Antiradiasi dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata Akibat Penggunaan Gadget

Popularitas kacamata antiradiasi meningkat beberapa tahun belakangan mengingat banyak orang yang kini menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini banyak aktivitas yang berpindah dari tatap muka menjadi tatap layar, membuat kita semakin sering dan lama menatap layar digital dibanding sebelumnya.

Bagaimana menjaga kesehatan mata ketika aktivitas menatap layar digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari?

Penggunaan kacamata antiradiasi, menjaga mata dari kelelahan

Menatap layar digital baik itu dari komputer, smartphone, ataupun gawai lainnya memengaruhi kesehatan mata. Gangguan pada kesehatan mata dapat timbul ketika kita terlalu lama menatap layar yang memancarkan radiasi, alias sinar biru atau blue ray.

Tahap paling awal masalah pada mata yang bisa kita rasakan adalah mata kering dan mata lelah. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa merangsang terjadinya miopi atau rabun jauh. Kelelahan pada mata kerap tidak disadari atau malah diabaikan karena terlalu asyik melakukan sesuatu dengan gawai padahal mata telah terbebani.

Sebetulnya mata memiliki kemampuan luar biasa dalam memulihkan diri. Misalnya pada keluhan mata kering, istirahat yang cukup bisa mengatasinya tanpa perlu tindakan medis. Tapi jika kondisi ini terus menerus terjadi, maka akan terakumulasi dan kemungkinan menimbulkan masalah yang lebih serius.

Dalam jangka panjang dapat timbul miopi atau bertambahnya tingkat keparahan miopi. Perlu diketahui bahwa miopi yang terus bertambah secara signifikan bisa meningkatkan risiko gangguan mata yang lebih serius.

Tingkat paling bahaya dari pajanan sinar layar digital dalam waktu lama secara terus-menerus adalah terjadinya degenerasi makula atau gangguan saraf mata bagian belakang yang kita sebut retina.

Untuk membantu masalah pajanan sinar layar digital pada mata maka tercetuslah gagasan kacamata antiradiasi.

Kacamata antiradiasi bisa membantu tapi bukan berarti kita aman berlama-lama menatap layar digital

Kacamata antiradiasi memberikan perlindungan mata dari sinar radiasi. Ada dua sinar radiasi di sekitar kita, yakni sinar UV dari matahari dan sinar biru atau blue ray dari layar gawai. Pada dasarnya layar digital itu tak hanya memancarkan sinar biru tapi juga sinar radiasi lain seperti sinar UV, gelombang mikro, dan sinar elektromagnetik walaupun tingkatannya sangat rendah.

Karena di masa pandemi ini kita lebih banyak menggunakan gawai baik untuk bekerja, belajar, dan lainnya, maka paparan radiasi yang diterima dari layar digital kemungkinan lebih banyak dari semestinya. Maka, penggunaan kacamata antiradiasi dapat membantu mengurangi pajanan sinar radiasi tersebut.

Kacamata antiradiasi ini memiliki beberapa tingkatan filtrasi. Ada bisa memfiltrasi 700-400 nanometer, namun ada juga yang 100% memfiltrasi radiasi. Namun, standarnya adalah kacamata ini mampu memfilter hingga 400 nanometer.

Dengan semakin meningkatnya popularitas kacamata antiradiasi, semakin banyak pula yang menjualnya dengan berbagai kualitas dan harga. Memakai kacamata antiradiasi dengan kualitas rendah lebih baik daripada tidak memakainya sama sekali saat menatap layar digital dalam waktu lama.

Bagi yang telah memiliki masalah mata astigmatisme ataupun rabun jauh, penggunaan kacamata antiradiasi ini menjadi lebih praktis. Selain membantu penglihatan, kacamata ini juga membantu memproteksi mata dari radiasi layar digital. Penggunaan kacamata antiradiasi juga membantu mata beristirahat dari penggunaan lensa kontak.

Ketika waktu penggunaan gadget atau perangkat layar digital meningkat, saya sangat menganjurkan untuk menggunakan kacamata antiradiasi untuk menjaga kesehatan mata. Tapi antiradiasi bukan berarti membebaskan kita dari efek buruk berlama-lama di depan layar. Perbedaan mata minus dan silinder

Mata juga punya hak untuk istirahat

Keasyikan dalam melakukan aktivitas di perangkat digital bisanya membuat kelelahan pada mata tidak terasa. Tidak sedikit yang rehat dari pekerjaan di depan layar komputer, tapi malah menghabiskan waktu istirahat dengan berselancar di media sosial melalui smartphone. Akhirnya mata tidak pernah beristirahat dan semakin menambah beban kelelahan bagi mata.

Perlu diingat, bahwa sesibuk apapun kegiatan kita kesehatan mata perlu diperhatikan. Mata kita perlu beristirahat dari cahaya layar komputer maupun gawai lainnya. Oleh karena itu coba terapkan pengaturan waktu dan aturan lain agar mata bisa beristirahat seperti di bawah ini.

  1. Terapkan aturan 20-20-20, yakni setiap kali 20 menit menatap layar luangkan 20 detik untuk mengistirahatkan mata dengan melihat pemandangan sekitar berjarak 20 kaki (6 meter).
  2. Cahaya layar perangkat digital tidak boleh lebih terang dari cahaya ruangan.
  3. Berikan jarak 30-40cm antara mata dan layar, dengan posisi duduk yang benar. Hilangkan kebiasaan menatap smartphone sambil berbaring.
  4. Kurangi lama waktu menatap layar. Jika di kantor sudah menghabiskan 5-6 jam menatap layar, maka istirahatkan mata Anda selama di rumah dari layar digital ini.
  5. Konsumsi sayur dan buah-buahan untuk menambah ketahanan mata.

Ingat, mata juga merupakan organ penting yang harus dijaga.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tri Agus Haryono, Sp.M
Ditulis oleh dr. Tri Agus Haryono, Sp.M
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x