home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Buta Warna Tak Selalu Hitam dan Putih: Mengenal Jenis-Jenis Buta Warna

Buta Warna Tak Selalu Hitam dan Putih: Mengenal Jenis-Jenis Buta Warna

Meski namanya buta warna, gangguan penglihatan ini tidak sesederhana hanya bisa melihat hitam putih saja. Ada banyak jenis buta warna, mulai dari yang sebagian hingga total. Lalu, apa yang dilihat oleh orang yang buta warna?

Seluk beluk mata, sang jendela dunia

Pada mata terdapat lapisan retina yang memiliki 2 macam sel untuk menangkap cahaya, yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang sangat sensitif terhadap cahaya sehingga berguna ketika Anda berada dalam suasana ruangan redup, sedangkan sel kerucut memiliki keakuratan yang lebih baik sekaligus memiliki fotopigmen yang berguna untuk bisa membedakan warna.

Sel kerucut memiliki 3 macam fotopigmen yang berguna untuk membedakan 3 warna dasar, yaitu merah, biru, dan hijau. Warna selain tiga warna dasar tersebut merupakan kombinasi dari ketiga warna dasar, seperti warna kuning yang merupakan kombinasi warna merah dan hijau.

Lalu, apa yang menyebabkan buta warna?

Buta warna paling sering disebabkan oleh kelainan genetik yang diwariskan dari orangtua. Pada buta warna hijau merah, gen yang bertanggungjawab terhadap buta warna terdapat pada kromosom X, sehingga laki-laki yang hanya memiliki 1 kromosom X lebih banyak menderita buta warna dibandingkan wanita yang memiliki dua kromosom X. Sedangkan buta warna biru kuning merupakan kelainan autosomal.

Beda jenis buta warna yang dimiliki, beda pula apa yang dilihatnya

Buta warna tidak sesederhana hitam putih saja, tapi ada beberapa jenis buta warna berdasarkan jenis kelainan sel kerucut dan jenis sel kerucut yang terlibat. Terdapat tiga jenis buta warna, yaitu

  • Buta warna hijau merah
  • Buta warna biru kuning
  • Buta warna total

1. Buta warna hijau-merah

Buta warna hijau merah atau red-green color blindness merupakan jenis buta warna yang paling sering ditemukan. Kondisi ini disebabkan oleh hilangnya atau keterbatasan fungsi dari sel kerucut merah (protan) atau hijau (deutran). Terdapat beberapa jenis buta warna hijau, yaitu:

  • Protanomaly: fotopigmen merah sel kerucut abnormal. Warna merah, jingga, dan kuning terlihat lebih hijau.
  • Protanopia: fotopigmen merah sel kerucut tidak berfungsi total. Warna merah akan terlihat sebagai hitam. Beberapa warna sperti jingga, kuning, dan hijau tampak seperti kuning.
  • Deuteranomaly: fotopigmen hijau sel kerucut abnormal. Warna hijau dan kuning tampak lebih merah, dan sulit membedakan warna ungu dan biru.
  • Deuteranopia: fotopigmen hijau sel kerucut tidak berfungsi total. Warna merah terlihat kuning kecoklatan dan warna hijau sebagai cokelat pucat (beige).

2. Buta warna biru kuning

Jenis buta warna biru kuning atau blue-yellow color blindness lebih jarang dibandingkan dengan buta warna hijau merah. Disebabkan oleh karena fotopigmen biru (tritan) tidak berfungsi atau hanya berfungsi sebagian. Ada 2 jenis buta warna biru kuning, yaitu:

  • Tritanomaly: fungsi sel kerucut biru terbatas. Warna biru tampak lebih hijau dan sulit membedakan antara kuning dan merah dengan warna merah muda. Buta warna jenis ini sangat langka.
  • Tritanopia: jumlah sel kerucut biru terbatas atau kurang. Warna biru tampak hijau dan kuning tampak seperti ungu. Buta warna ini juga sangat langka.

3. Buta warna total

Jenis buta warna total atau monochromacy membuat pasien sama sekali tidak bisa melihat warna dan ketajaman penglihatan mereka juga dapat terpengaruh. Ada dua macam, yaitu:

  • Monokromasi kerucut: Jenis buta warna ini terjadi akibat kegagalan fungsi dari 2 jenis sel kerucut. Untuk dapat melihat warna, diperlukan minimal 2 jenis sel kerucut agar otak dapat membandingkan 2 macam sinyal yang berbeda. Jika hanya 1 jenis sel kerucut yang bekerja maka proses pembandingan tersebut tidak berjalan sehingga warna tidak terlihat. Terdapat 3 jenis monokromasi tergantung sel kerucut yang masih bekerja, yaitu monokromasi sel kerucut merah, monokromasi sel kerucut hijau, dan monokromasi sel kerucut biru.
  • Monokromasi batang: Ini adalah jenis buta warna yang paling jarang dan paling berat. Pada buta warna ini, tidak terdapat sel kerucut sama sekali. Hanya terdapat sel batang yang bekerja sehingga dunia benar-benar terlihat sebagai hitam putih dan abu-abu. Pasien dengan monokromasi batang cenderung tidak nyaman ketika berada di lingkungan bercahaya terang.

Bagaimana dokter mendiagnosis jenis buta warna?

Banyak pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memeriksa buta warna, namun yang paing umum dan mudah dilakukan adalah dengan menggunakan tes Ishihara. Sebuah buku yang berisi gambar-gambar dan angka-angka tertentu akan diperlihatkan kepada pasien dan pasien akan diminta untuk membaca angka-angka yang ada dalam gambar tersebut. Akan tetapi, tes buta warna yang dikembangkan oleh seorang dokter asal Jepang bernama dr. Shinobu Ishihara ini hanya dapat digunakan untuk pemeriksaan buta warna hijau merah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Thendy Foraldy
Tanggal diperbarui 01/04/2017
x