home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

Semakin bertambahnya usia, maka semakin tampak perubahan tubuh lansia dibanding saat masa muda. Umumnya lansia membutuhkan bantuan pada setiap kegiatan yang dilakukan. Namun, hal ini akan semakin sulit untuk dilakukan jika Anda dan orang tua tinggal saling berjauhan. Jika sudah seperti ini, hal yang terlintas di pikiran adalah mengajak orang tua untuk pindah, meski hal ini tidak selalu mudah.

Tips membujuk orang tua pindah dari rumah lama

membujuk orang tua pindah rumah
Sumber: Asian Scientist Magazine

Kebanyakan orang tua memang lebih senang tinggal di rumah lama dan enggan untuk pindah tempat lagi. Selain merasa sudah nyaman, mereka juga tak ingin meninggalkan kenangan yang ada di rumah selama bertahun-tahun tinggal di sana. Sayangnya, terkadang keinginan tak sejalan dengan keadaan.

Orang tua tentunya pendamping atau perawat lansia yang bisa memastikan bahwa seluruh kebutuhan mereka tercukupi. Sebagai anak atau orang yang terdekat, wajar bagi Anda untuk merasa khawatir ketika orang tua hanya tinggal berdua atau bahkan sendiri.

Jika keputusan Anda untuk membujuk orang tua sudah bulat, maka inilah langkah yang sebaiknya Anda lakukan.

1. Diskusikan dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya

Tentunya, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menyampaikannya pada orang tua Anda. Namun, jangan berbicara seolah orang tua tak punya pilihan lain karena cara ini akan menimbulkan kesan bahwa Anda memberi keputusan secara satu pihak.

Jelaskan pada orang tua berbagai alasan yang membuat Anda ingin mengajak mereka baik untuk tinggal bersama atau tinggal di panti jompo khusus lansia dengan pengawasan profesional. Sebut saja bahwa Anda akan membantu memenuhi kebutuhan yang sekiranya akan memudahkan hidup mereka.

Ingatlah, diskusi juga harus diadakan secara terbuka dan jujur dengan melibatkan anggota keluarga yang lainnya. Pandangan dari anggota keluarga sangatlah penting untuk membantu Anda dalam memutuskan hal yang terbaik.

2. Beri waktu percobaan untuk sementara waktu

Bila Anda ingin mengajak orang tua untuk tinggal bersama Anda, mungkin memberi waktu selama seminggu di rumah akan membantu mereka dalam memutuskan apakah mereka bersedia untuk pindah dari rumah yang lama.

Lain halnya jika Anda memutuskan untuk memasukkan orang tua ke wisma atau panti wreda. Anda bisa mengajak orang tua ikut serta saat mengunjungi beberapa lembaga terdekat dan mintalah pada petugas untuk berkeliling. Tanyakan berbagai fasilitas yang tersedia, ketahui juga jadwal kegiatan serta pola makan harian lansia.

Jangan khawatir jika orang tua belum berkenan, tetaplah berusaha untuk mengunjungi tempat lainnya dan ajaklah mereka pergi di hari yang berbeda.

3. Tanyakan pada orang sekitar

perbedaan demensia dengan delirium dan depresi

Layaknya menemani anak saat hendak masuk sekolah, orang tua juga membutuhkan teman agar tak merasa melewati fase ini sendirian. Coba tanyakan pada orang-orang di sekitarnya, apakah ada di antara mereka yang sudah tidak tinggal sendiri di rumah lama.

Jika salah satunya telah mendapatkan perawatan dari tenaga profesional, Anda bisa menanyakan info lebih lanjut seputar lembaga atau komunitas tempatnya bergabung. Mungkin orang tua akan merasa jauh lebih tertarik jika berada dalam lingkungan yang sama dengan orang yang sudah dikenalnya.

4. Tempatkan furnitur dari rumah orang tua ke tempat yang baru

Terkadang ada beberapa benda atau furnitur kesayangan yang dapat membantu untuk membuat orang tua merasa lebih nyaman di tempat yang baru. Hal ini dilakukan agar orang tua bisa lebih cepat merasa kerasan dan sedikit mengatasi rindu pada rumah yang telah ditinggalkan.

Cara ini mungkin akan lebih mudah dilakukan jika orang tua pindah ke rumah Anda. Namun, Anda juga bisa melakukannya bila orang tua memilih untuk tinggal di wisma.

Tanyakan terlebih dahulu seberapa banyak ruang yang tersedia dan berapa banyak yang bisa dibawa ke dalam kamar. Minta bantuan dari orang tua untuk mengarahkan letak furnitur sesuai keinginan mereka.

Membujuk orang tua untuk pindah memang tidak mudah, Anda pun tak perlu memaksakan keputusan terlalu cepat. Pindah ke tempat yang baru tentunya adalah keputusan yang besar, melepaskan nostalgia akan rumah lama juga tak mudah.

Pilihan lainnya, Anda bisa menawarkan bantuan dari perawat yang telah berlisensi untuk membantu dalam mengurus kebutuhan sehari-hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Home Away from Home: Relocating Your Parents. (2020). Retrieved 11 May 2020, from https://www.caregiver.org/home-away-home-relocating-your-parents

How to Convince Your Parent to Move to Assisted Living. (2020). Retrieved 11 May 2020, from https://www.agingcare.com/articles/convincing-parent-assisted-living-142136.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 24/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x