Tidur adalah satu-satunya cara agar tubuh dapat beristirahat total dan memulihkan tenaga. Penurunan kemampuan otak dalam berpikir adalah dampak utama saat seseorang kekurangan waktu tidur, namun di sisi lain juga terjadi berbagai gangguan metabolisme tubuh. Meskipun terjadi secara perlahan, namun hal ini dapat berdampak serius bagi kesehatan dan lebih sulit dihilangkan.

Apa itu metabolisme?

Metabolisme adalah proses tubuh dalam menggunakan energi, untuk menjalankan berbagai fungsi pada tubuh. Tingkat metabolisme setiap orang berbeda, dapat dipengaruhi tenaga fisik yang digunakan, kerja otak dalam berpikir dan konsentrasi, atau aktivitas kelenjar tiroid. Semakin tinggi tingkat metabolisme yang digunakan saat beraktivitas, makin lama waktu yang diperlukan tubuh untuk beristirahat dengan cara tertidur. Biasanya, kecukupan tidur pada orang dewasa normal sekitar 7 hingga 8 jam setiap malam.

Saat kekurangan waktu tidur, tubuh akan menyesuaikan tingkat metabolisme, namun perubahan ini justru akan berdampak terhadap aktivitas metabolik baik dari segi sekresi hormon maupun cara tubuh dalam membakar kalori. Meskipun terjadi secara perlahan, perubahan metabolisme akibat kekurangan waktu tidur yang konsisten akan dapat menurunkan fungsi fisiologis tubuh dan kualitas kesehatan seseorang.

Apa saja perubahan metabolisme yang terjadi akibat kurang tidur?

Berikut beberapa perubahan metabolisme saat seseorang kekurangan waktu tidur:

1. Gangguan metabolisme glukosa, memicu diabetes

Kekurangan waktu tidur dapat mengurangi tingkat toleransi glukosa atau ketersediaan glukosa dalam darah, dan meningkatkan konsentrasi hormon stress kortisol di dalam darah. Meskipun demikian, kekurangan waktu tidur juga dapat mempengaruhi toleransi glukosa pada otak dan jaringan tubuh lainnya. Dalam waktu yang lama, tidur kurang dari enam jam dapat memicu penurunan toleransi glukosa hingga 40% dan hal ini dapat memicu perkembangan penyakit diabetes mellitus.

2. Membuat nafsu makan berlebih

Hal ini merupakan salah satu pemicu obesitas pada individu yang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Kurang tidur diketahui dapat meningkatkan hormon rasa lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon rasa kenyang (leptin) hingga setengah dari keadaan normal dibandingkan dengan saat mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Perubahan hormon tersebut dapat mulai terjadi ketika waktu tidur orang dewasa kurang dari 8 jam. Kekurangan waktu tidur juga menurunkan kemampuan seseorang untuk menghadapi stress dan meningkatkan keinginan untuk memakan makanan dengan rasa manis, asin, dan tinggi karbohidrat. Selain itu, bertambah waktu terjaga dan berkurangnya waktu tertidur juga memberikan kesempatan seseorang untuk memakan makanan lebih banyak.

3. Menurunkan kemampuan tubuh untuk menjalani aktivitas fisik

Berkurangnya tingkat aktivitas fisik saat kekurangan waktu tidur adalah hal yang wajar, karena energi dan tingkat metabolisme mengalami penurunan. Penurunan aktivitas fisik juga tidak terlepas dari keseimbangan hormon leptin dan ghrelin. 

Penurunan intensitas aktivitas fisik juga menentukan kebutuhan kalori, sehingga kurang aktif bergerak dapat mempengaruhi keseimbangan kebutuhan asupan dan pengeluaran kalori. Selain itu, penurunan aktivitas fisik pada seseorang yang kekurangan waktu tidur sering kali tidak disertai pembatasan asupan kalori akibat nafsu makan, sehingga mudah memicu kegemukan.

4. Memicu obesitas dan gangguan tidur

Obesitas merupakan salah satu pemicu berkurangnya kualitas dan durasi waktu tidur. Terlebih lagi orang yang obesitas lebih berisiko untuk mengalami sleep apnea yang merupakan gangguan tidur yang menghentikan irama bernapas saat tertidur. Akibatnya, seseorang akan mengalami kelelahan dan rasa lemas pada siang hari.

Gangguan metabolisme seperti nafsu makan berlebih dan disertai kurangnya aktivitas fisik  saat kekurangan waktu tidur dapat memicu obesitas, kemudian kondisi ini dapat memicu gangguan tidur yang akan memperburuk kondisi obesitas dan kembali menimbulkan gangguan metabolisme. Oleh karena itu, mengatasi obesitas menjadi sangat tanpa perbaikan kualitas tidur.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca