Sindrom Adie (sindrom Holmes-Adie)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sindrom Adie (sindrom Holmes-Adie)?

Sindrom Adie (sindrom Holmes-Adie) adalah kelainan saraf yang memengaruhi fungsi pupil mata. Pada beberapa orang, sindrom Adie menyebabkan pupil mata membesar secara tidak wajar dan lambat bereaksi terhadap sumber cahaya yang berada dekat. Yang lainnya mungkin malah memiliki pupil yang mengecil daripada normal. Orang-orang yang memiliki kelainan ini juga menunjukkan refleks yang lemah atau bahkan tidak memilikinya sama sekali,

Sindrom ini tidak membahayakan nyawa, juga tidak bisa bertambah buruk seiring waktu.

Nama lain dari sindrom Adie adalah Adie’s Pupil, Adie’s Tonic Pupil, Papillotonic Psuedotabes, dan Tonic Pupil Syndrome.

Seberapa umumkah sindrom Adie (sindrom Holmes-Adie)?

Sindrom Adie adalah kondisi langka. Dua dari seribu orang dilaporkan menunjukkan gejala-gejala sindrom Adie.

Sindrom Adie lebih banyak ditemukan pada perempuan daripada laki-laki, dengan perbandingan 2,6:1 di mana penyebabnya tidak diketahui.

Sindrom ini biasanya muncul pertama kali di rentang usia 25-45. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom Adie (sindrom Holmes-Adie)?

Pada kondisi normal, pupil mata mengecil saat terpapar cahaya atau saat memfokuskan penglihatan pada satu objek. Saat kondisi ruangan gelap atau redup; mengubah fokus pandangan; atau saat orang tersebut sedang bahagia, terkejut, atau marah, pupil akan membesar.

Kebanyakan orang yang memiliki sindrom Adie punya ukuran pupil yang lebih besar daripada normalnya. Pupil akan tetap membesar ketika mata terkena cahaya, atau bereaksi amat sangat lambat untuk beradaptasi pada cahaya atau untuk memfokuskan pandangan pada suatu objek. Bahkan bisa butuh beberapa menit untuk mengecil dan membesar kembali. Lama kelamaan, pupil yang membesar ini akan mengecil sehingga lebih kecil daripada pupil mata yang satunya (yang normal).

Kadang, kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan buram atau sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).

Orang-orang yang memiliki sindrom Adie memiliki refleks otot yang lambat atau tidak ada sama sekali. Misalnya, ketika dokter mengetuk tempurung lutut dengan palu karet, seseorang yang normal akan reflek menggoyangkan atau menendang kakinya. Orang yang memiliki sindrom Adie tidak menunjukkan reflek apapun (atau jika ada, sangat terlambat).

Beberapa penelitian medis melaporkan bahwa sindrom ini juga dapat menyebabkan gangguan kardiovaskuler.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab sindrom Adie (sindrom Holmes-Adie)?

Kebanyakan kasus sindrom Adie tidak diketahui penyebabnya. Profesional kesehatan menduga bahwa sindrom ini terjadi sebagai hasil kerusakan atau peradangan pada ganglion siliari, bundel saraf di rongga mata, tepat di belakang bola mata. Mereka juga menduga sindrom ini muncul sebagai akibat dari kerusakan pada bundel saraf post-ganglionik.

Ganglion siliari merupakan bagian dari sistem saraf parasimpatetik, yang bekerja mengatur fungsi sistem saraf otonom. Sistem saraf parasimpatetik membuat tubuh rileks dan menghambat atau memperlambat fungsi energi.

Ganglion siliari menyuplai serabut saraf ke mata. Serabut saraf ini membawa sinyal yang bertugas mengatur respon pupil terhadap rangsangan, misalnya mengecil saat terpapar cahaya membesar saat di ruangan gelap, atau rangsangan lainnya.

Kerusakan kedua saraf ini menyebabkan sindrom Adie. Pada kebanyakan kasus, kerusakan saraf bisa diakibatkan oleh infeksi virus, penyakit autoimun, tumor, trauma, peradangan akibat sipilis, komplikasi operasi mata, kelainan paraneoplastik, hingga vaskulitis parah pada manula.

Minimnya refleks otot tendon dalam dipercaya sebagai akibat kerusakan akar ganglion dorsal, bundel saraf di akar saraf tulang belakang.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sindrom Adie (sindrom Holmes-Adie) didiagnosis?

Dokter dapat mendiagnosis sindrom Adie lewat beragam tes pemeriksaan fisik dan melihat riwayat kesehatan Anda. Pemeriksaan mata dapat dilakukan oleh spesialis mata dengan meneteskan tetes mata khusus untuk melebarkan pupil mata. Setelahnya, dokter akan menyoroti cahaya ke mata untuk membandingkan ukuran pupil kedua mata Anda guna menentukan diagnosis.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sindrom Adie (sindrom Holmes-Adie)?

Pada kebanyakan kasus, tidak dibutuhkan pengobatan. Kacamata khusus mungkin diresepkan untuk mengatasi penglihatan yang buram. Kacamata hitam dapat membantu Anda beradaptasi dengan cahaya. Hilang refleks tendon adalah kondisi permanen.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom Adie (sindrom Holmes-Adie)?

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Benar Tinggi Badan Bertambah Saat Anak Tidur?

    Mungkin ada alasannya kenapa banyak orangtua sejak zaman dahulu selalu menyuruh anak tidur cukup. Apakah benar tinggi badan bertambah saat anak tidur?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala

    Menelusuri Jumlah Kasus Positif COVID-19 Anak di Indonesia

    Anak rentan mengalami gejala berat dan komplikasi. IDAI mencatat, angka kasus COVID-19 pada anak di Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 04/06/2020

    Orang yang Negatif Ternyata Beda dengan Orang Toxic, Ini Alasannya

    Istilah ‘orang negatif’ dan ‘orang toxic’ sering dikaitkan antara satu sama lain. Walaupun mirip, ada beberapa faktor yang membedakan keduanya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Dinilai Belum Aman, Uji Klinis Hydroxychloroquine untuk Obat COVID-19 Ditunda

    Hydroxychloroquine adalah obat malaria yang berpotensi menjadi obat COVID-19, tapi uji klinisnya dihentikan sementara karena dinilai tak aman bagi pasien.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 04/06/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    memilih kosmetik untuk kulit sensitif

    Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
    gejala kanker usus besar

    Apakah Anda Berisiko Kanker Usus Besar?

    Ditulis oleh: Luthfiya Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
    vaksin pneumonia

    Berbagai Vaksin yang Bisa Mencegah Pneumonia

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
    dampak menghirup udara kotor

    Tak Hanya di Luar, Udara Kotor di Dalam Ruangan Bisa Ganggu Sistem Pernapasan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020