Gastroenteritis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gastroenteritis?

Gastroenteritis adalah peradangan pada lapisan usus yang biasanya disebabkan infeksi. Beberapa orang sering menyebut penyakit ini dengan sebutan flu perut atau penyakit muntah-muntah dan berak-berak merujuk pada gejalanya. 

Sebagian besar infeksi disebabkan oleh virus, tapi bisa juga disebabkan oleh bakteri atau parasit. Gejalanya sering kali hampir serupa dengan diare atau keracunan makanan.

Infeksi ini menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi dan berkontak dengan orang yang terinfeksi. Keluhan utama akibat gastroenteritis adalah dehidrasi. Dehidrasi terjadi saat terlalu banyak cairan tubuh yang terbuang dari muntah dan diare.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Gastroenteritis adalah kondisi yang umum terjadi. Meskipun dapat menyerang segala usia, anak-anak, orangtua, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan mengalami penyakit ini.

Berdasaran laporan Cleveland Clinic, diperkirakan 3 hingga 5 miliar orang di seluruh dunia mengalami diare akut yang disebabkan oleh gastroenteritis per tahun. Dari 100 juta kasus di Amerika Serikat, didominasi oleh anak-anak dan menyebabkan 5 hingga 10 juta kematian per tahun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gastroenteritis?

Gejala utama dari gastroenteritis adalah diare. Kondisi ini terjadi akibat usus besar mengalami infeksi sehingga kehilangan kemampuan untuk menahan cairan di perut sehingga menyebabkan feses jadi encer.

Selain diare, sebagian besar orang yang terkena gastroenteritis akan mengalami gejala berikut:

  • Sakit perut atau kram perut parah
  • Demam dan tubuh terus mengeluarkan keringat
  • Mual dan muntah
  • Berat badan akan menurun
  • Inkontinensia feses, yakni sulit menahan diri untuk tidak BAB
  • Nyeri otot dan sendi terasa kaku
  • Kulit menjadi lembap

Tergantung dari penyebabnya, gejala tersebut dapat terjadi 1-3 hari setelah terinfeksi dan berlangsung selama 1-2 hari, atau dapat mencapai 10 hari.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Umumnya, flu perut bisa disembuhkan dengan perawatan rumahan. Namun, Anda tetap harus mengutamakan kunjungan ke dokter jika mengalami gejala seperti berikut ini:

  • BAB terus-menerus dalam 24 jam atau BAB berdarah.
  • Muntah yang berkepanjangan lebih dari 2 hari atau muntah darah.
  • Dehidrasi (haus, mulut kering, urine berwarna kuning gelap, urine sedikit atau bahkan tidak ada, pusing).
  • Demam tinggi, dengan suhu lebih dari 40 derajat Celsius.

Sementara pada bayi dan anak kecil, Anda harus menghubungi dokter Anda jika ia mengalami gejala berikut ini:

  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius.
  • Rewel dan menangis terus
  • Tampak lemas atau lemah
  • Diare berdarah
  • Memperlihatkan tanda-tanda dehidrasi
  • Muntah lebih dari beberapa jam
  • Tidak buang air kecil dalam 6 jam
  • Tidur tidak seperti biasanya

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikan ke  dengan dokter. Tubuh masing-masing orang merespons suatu infeksi berbeda-beda, jadi gejala yang dirasakan setiap orang tidak selalu sama.

Penyebab

Apa penyebab gastroenteritis?

Penyebab utama dari flu perut adalah infeksi virus dan bakteri. Keduanya bisa masuk ke dalam tubuh lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Anda juga bisa tertular penyakit ini bila terus berinteraksi dengan orang yang terinfeksi, terutama menggunakan berbagai peralatan yang sama, seperti gelas, sendok, maupun piring.

Lebih jelasnya, virus atau bakteri yang dapat menginfeksi usus besar, antara lain:

Novovirus

Novovirus merupakan penyebab flu perut yang paling umum pada anak-anak maupun orang dewasa. Kemungkinan besar menyebar melalui keluarga, teman, atau suatu perkumpulan yang di dalamnya ada orang yang terinfeksi.

Rotavirus

Virus ini paling sering menyebabkan flu perut pada anak-anak. Biasanya, virus masuk ke tubuh anak ketika ia memasukkan jari-jari atau mainan yang terkontaminasi ke dalam mulut.

Orang dewasa yang terinfeksi rotavirus sering kali tidak mengalami gejala, tapi ia tetap bisa menyebarkan penyakitnya.

Bakteri

Ada berbagai jenis bakteri yang dapat menyebabkan flu perut, yaitu:

  • Yersinia, yakni bakteri yang ada di dalam daging babi.
  • Staphylococcus dan salmonella, yakni bakteri yang ada pada produk susu yang tidak melewati proses pemanasan, daging atau telur mentah.
  • Shigella, yakni bakteri yang sering ditemukan di kolam renang.
  • Campylobacter, yakni bakteri ditemukan dalam daging ayam, burung, atau bebek mentah
  • E. coli, yakni bakteri ditemukan dalam daging sapi mentah dan salad.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk gastroenteritis?

Selain penyebab, ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang jadi rentan mengalami flu perut, di antaranya:

  • Usia. Lansia biasanya memiliki sistem imun yang lebih lemah sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi. Bayi dan anak kecil juga memiliki sistem imun yang lemah.
  • Sistem imun lemah. Ada beberapa kondisi yang melemahkan sistem imun Anda seperti bayi, pengidap HIV/AIDS atau sedang menjalani kemoterapi.
  • Tinggal di daerah dengan sanitasi air yang buruk. Jika Anda tinggal di daerah yang minim akses air bersihnya, Anda lebih berisiko terkena infeksi.
  • Tinggal di area yang cukup banyak orang. Anak-anak yang di penitipan anak, wisatawan, atau sekolah asrama lebih mudah tertular jika ada orang yang terinfeksi. 

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari gastroenteritis?

Komplikasi yang paling umum dari flu perut yang disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri adalah dehidrasi.

Pada orang bayi, anak-anak, dan lansia, dehidrasi dapat membuat menimbulkan masalah sehingga sering kali mereka harus menjalani rawat inap agar cairan tubuhnya kembali normal.

Pasalnya, bayi dan anak tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan sendirinya. Mereka memiliki keterbatasan fisik dan komunikasi. Sementara lansia, sering kali lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan untuk dirinya sendiri.

Komplikasi flu perut lainnya yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Ketidakmampuan untuk mengontrol pergerakan usus
  • Gagal ginjal
  • Perdarahan di usus yang berujung pada anemia
  • Kematian

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dalam mendiagnosis gastroenteritis, dokter akan menanyakan berbagai gejala yang Anda rasakan. Tidak hanya gejala, dokter juga akan melihat riwayat kesehatan Anda.

Banyaknya masalah pencernaan yang menimbulkan gejala serupa dengan flu perut, membuat dokter merekomendasikan tes kesehatan tambahan, yakni tes darah dan tes feses.

Kedua sampelnya akan diamati di laboratorium dan dideteksi adanya virus atau bakteri yang menyebabkan gastroenteritis.

Apa saja pilihan pengobatan gastroenteritis?

Melansir National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, orang dewasa dapat minum obat yang dijual bebas tanpa resep, seperti loperamide dan bismuth subsalicylate untuk mengobati flu perut akibat infeksi virus.

Namun, obat-obatan tersebut tidak dianjurkan diberikan pada bayi, anak, ibu hamil, ibu menyusui, atau orang dengan masalah kesehatan tertentu.

Oleh karena itu, konsultasikan lebih dulu pada dokter sebelum menggunakan obat. Bila gastroenteritis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik.

Dokter mungkin juga akan meresepkan obat lain untuk meredakan demam dan sakit perut, seperti acetaminophen, ibuprofen, atau aspirin. Namun, anak-anak dan orang yang punya masalah dengan lambung, acetaminophen yang boleh diminum.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi gastroenteritis?

Selain pengobatan di dokter, sebenarnya ada pertolongan pertama ketika Anda mencurigai gejala yang ditimbulkan adalah flu perut, yaitu:

Tingkatkan asupan cairan

Segerakan diri untuk meningkatkan asupan cairan untuk menghindari komplikasi gastroenteritis. Anda bisa minum air putih, oralit, atau minuman yang mengandung elektrolit. Cobalah untuk minum secara perlahan, bukan sekali minum dalam jumlah besar.

Makanan sedikit-sedikit

Bila Anda merasakan gejala mual dan muntah, usahakan untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit tapi sering. Ini mencegah tubuh lemas sekaligus kekurangan nutrisi.

Mulailah untuk mengonsumsi makanan yang saat diare dan muntah, yaitu terasa hambar dan mudah dicerna, seperti bubur, pisang, atau roti. Hindari produk olahan susu, makanan berlemak, atau minuman yang mengandung kafein karena ini akan memperburuk kondisi usus Anda.

Istirahat

Terus-menerus muntah dan diare membuat tubuh Anda jadi lemas. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk beristirahat selama 1 atau 3 hari, hingga kondisi Anda membaik.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah gastroenteritis?

Selain bisa diobati, flu perut juga bisa dicegah dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

Vaksin

Beberapa negara sudah menerapkan vaksin gastroenteritis pada anak-anak pada usia satu tahun. Vaksin ini ditujukan agar tubuh dapat membuat sistem imun yang lebih kuat melawan rotavirus, yakni vaksin Rotatex dan Rotarix.

Rajin cuci tangan

Menjaga kebersihan diri sangat penting untuk mencegah penularan flu perut. Pastikan Anda mencuci tangan dengan rutin, setelah menggunakan toilet, setelah makan, akan menyiapkan makanan, atau melakukan aktivitas di luar rumah.

Apalagi ketika Anda sedang mengasuh bayi yang sedang sakit flu perut. Perlu Anda ketahui bahwa virus penyebab gastroenteritis terus ada di feses selama 2 minggu setelah ia sembuh.

Gunakan sabun dan gosok tangan Anda hingga ke sela-sela kuku selama 20 detik. Kemudian, bilas menggunakan air bersih mengalir. Keringkah tangan segera setelah Anda mencuci tangan.

Hindari penggunaan barang secara bergantian

Bagi Anda yang tinggal di asrama atau ketika anggota keluarga ada yang terkena gastroenteritis, jangan gunakan barang yang sama secara bergantian. Batasi interaksi dengan orang yang sakit, seperti tidak makan di meja yang sama atau tidur di meja yang sama.

Rutin membersihkan rumah

Virus dan bakteri penyebab gastroenteritis dapat hidup beberapa saat di permukaan benda-benda yang rumah. Oleh karena itu, Anda harus rutin membersihkan pemutar keran atau gagang pintu. Untuk cairan pembersih gunakan campuran air dengan pemutih atau pembersih lantai.

Selalu jaga kebersihan saat bepergian

Ketika Anda melakukan perjalanan ke suatu daerah atau negara, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan. Bukan hanya kebersihan, tapi juga makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah infeksi virus maupun bakteri, antara lain:

  • Minum air yang botolnya tertutup rapat dan kemasannya tidak rusak.
  • Hindari minuman yang dicampur es batu, jika Anda membelinya di tempat terbuka.
  • Hindari makanan yang dimasak kurang matang atau makanan mentah.
  • Pastikan membeli makanan di tempat yang bersih.
  • Selalu cuci tangan dan menyiapkan handsanitizer di dalam tas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

    Muntaber dapat menyebabkan komplikasi berupa dehidrasi. Tenang, ada beberapa obat yang bisa membantu meredakan gejala muntaber. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 21/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

    GERD adalah penyakit yang berhubungan dengan asam lambung. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 13 menit

    Gastritis

    Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 12 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mual karena gugup

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
    mengusir perut kembung

    9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 6 menit
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    diare tanda hamil muda

    Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 5 menit