Cubital Tunnel Syndrome

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu cubital tunnel syndrome?

Cubital tunnel syndrome adalah kondisi di mana saraf ulnar di dalam siku merasa sakit saat ditekan. Penyebab umum dari cubital tunnel syndrome adalah peningkatan tekanan – biasanya dari tulang atau jaringan ikat – pada saraf di pergelangan tangan, lengan, atau siku. 

Anda lebih mungkin mengalami cubital tunnel syndrom jika:

  • Sering sandaran di siku berulang kali, terutama pada permukaan yang keras.
  • Menekuk siku dalam waktu yang lama, seperti saat berbicara di ponsel atau tidur dengan tangan di bawah bantal.
  • Aktivitas fisik yang intens yang meningkatkan tekanan pada saraf ulnar.
  • Kadang-kadang, kondisi ini juga dapat terjadi karena pertumbuhan tulang yang abnormal di siku.

Seberapa umumkah cubital tunnel syndrome?

Cubital tunnel syndrome adalah jenis kerusakan saraf periferal yang umum. Gejala dapat muncul pada semua orang. Namun, orang yang mengalami obesitas lebih berisiko tinggi. Saraf ulnar juga dapat rusak setelah cedera pada siku, atau penggunaan instrumen kerja yang banyak menggerakkan siku berulang kali.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala cubital tunnel syndrome?

Gejala paling umum dari cubital tunnel syndrome adalah nyeri dan mati rasa di siku, lengan atas, atau jari-jari. Gejala lain dari cubital tunner syndrome adalah:

  • Kesemutan di jari manis dan kelingking
  • Kelemahan otot di jari sehingga sulit untuk menggenggam benda atau sekadar mencubit

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda perlu menghubungi dokter jika Anda merasa memiliki tanda atau gejala di atas. Seandainya Anda telah mendapatkan perawatan cubital tunnel syndrome, hubungi dokter jika gejala tidak membaik atau malah memburuk. Jika selama pengobatan gejala baru muncul, Anda harus menghubungi dokter.

Penyebab

Apa penyebab cubital tunnel syndrome?

Beberapa penyebab umum dari cubital tunnel syndrome adalah:

  • Tekanan langsung pada saraf di tulang lengan atas dan tulang hasta
  • Benturan berulang kali
  • Perubahan bentuk siku yang disebut valgus ulna (siku melipat ke dalam)
  • Saraf kepala yang meregang
  • Siku yang meradang atau membengkak (synovitis)
  • Pertumbuhan otot (hypertrophy)

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk cubital tunnel syndrome?

Penyakit ini dapat terjadi pada semua orang. Mengetahui risiko memburuknya penyakit dan cara mencegahnya akan membantu Anda memulihkan kondisi ini. Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena cubital tunnel syndrome adalah:

  • Sering sandaran di siku dalam waktu yang lama, terutama di atas permukaan yang keras
  • Melipat siku dan menahannya dalam satu postur yang sama dalam waktu yang lama, misalnya saat berbicara lewat telepon atau tangan di bawah bantal saat sedang tidur.
  • Menjadi pelempar besbol (baseball pitcher) karena gerakan memutar yang diperlukan untuk melempar dapat merusak ligamen yang rumit di siku.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk cubital tunnel syndrome?

Pengobatan kondisi ini lebih ditekankan untuk melindungi saraf dari tekanan. Beberapa hal yang sering dilakukan sebagai pengobatan cubital tunnel syndrome adalah:

  • Mengubah kebiasaan menggunakan siku dengan menghindari siku yang terlipat dalam jangka lama (misalnya saat sedang menelepon).
  • Mengenakan bantalan dan penyangga siku di malam hari selama tidur termasuk efektif.
  • Gunakan obat anti radang (NSAID) untuk meredakan nyeri dan radang.

Anda boleh melanjutkan pengobatan sampai gejala dapat terkontrol dan masalah motorik tidak lagi muncul. Sebagian besar orang membaik dalam beberapa hari sampai beberapa minggu.

Jika otot mulai mengecil, pasien tidak bisa memulihkan kekuatan otot sekalipun dengan pengobatan. Operasi mungkin dipertimbangkan bila pengobatan tidak manjur atau terdapat tanda kehilangan kontrol otot dan mobilitas.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk cubital tunnel syndrome?

Dokter mendiagnosis berdasarkan riwayat pengobatan dan pemeriksaan fisik, X-ray mungkin digunakan untuk mengeliminasi kemungkinan kondisi lain. Kebanyakan kasus tidak memerlukan tes. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin melakukan tes spesial termasuk tes untuk mengukur neurotransmitter dan otot listrik (EMG). Tes ini membantu membuat diagnosis yang benar dan mengesampingkan kondisi lain.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cubital tunnel syndrome?

Perubahan gaya hidup yang sehat adalah cara terbaik untuk mencegah perkembangan penyakit lebih jauh. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi cubital tunnel syndrome adalah:

  • Mengunjungi dokter dan spesialis secara teratur
  • Lindungi siku, jangan menaruh siku di atas permukaan keras dalam waktu yang lama, jaga siku tetap lurus pada malam hari dengan bebat
  • Temui terapis untuk belajar cara menghindari tekanan pada saraf.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

    Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

    8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

    Ada banyak hal yang menjadi penyebab sering buang air kecil, mulai dari kebiasaan minum, konsumsi obat, hingga penyakit. Apakah Anda memiliki salah satunya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 10 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    merawat kulit orang diabetes

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    transplantasi ginjal

    Transplantasi Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    akantosis nigrikans

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit