Stenosis Arteri Karotis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu stenosis arteri karotis?

Carotid stenosis atau stenosis arteri karotis adalah penyempitan pembuluh darah di bagian arteri karotis. Penyempitan ini biasanya disebabkan oleh penumpukan zat lemak dan endapan kolesterol yang disebut plak.

Tekanan yang dihasilkan dari arteri yang menyempit mengakibatkan ventrikel/bilik jantung tidak dapat mengembang sempurna dan jantung tidak berfungsi dengan baik.

Stenosis arteri kerotis adalah kondisi serius karena dapat menghambat aliran darah ke otak, yang dapat menyebabkan stroke.

Seberapa umumkah stenosis arteri karotis?

Stenosis arteri kerotis adalah kondisi yang umum terjadi pada lansia. 100 dari 1000 orang berusia lebih dari 80 tahun diketahui mengembangkan stenosis arteri kerotis.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala stenosis arteri karotis?

Pada tahap awal, penyakit ini seringkali tidak memunculkan tanda atau gejala apapun. Biasanya seseorang baru akan menyadari mengalami stenosis arteri karotis ketika mengalami transient ischemic attacks (TIA) atau serangan stroke mendadak. Sebagian besar TIA terjadi kurang dari 10 menit.

TIA disebabkan karena aliran darah ke bagian otak tertentu terhenti dalam waktu singkat. Beberapa tanda dan gejala khas dari TIA akibat stenosis arteri karotis adalah:

  • Merasa lemah, baal, atau kesemutan di satu sisi wajah atau tubuh
  • Gangguan penglihatan
  • Bingung
  • Kehilangan keseimbangan
  • Tiba-tiba sakit kepala parah tanpa sebab yang jelas
  • Bicara tak jelas atau sulit bicara
  • Sulit menelan (disfagia)

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab stenosis arteri karotis?

Penyebab stenosis arteri karotis adalah karena proses aterosklerosis, yaitu terjadinya penumpukan plak di arteri yang bertugas untuk menyalurkan darah ke otak.

Penyebab lain yang lebih jarang dari stenosis arteri karotis adalah:

  • Aneurisma
  • Peradangan arteri
  • Robekan arteri karotis
  • Displasia fibromuskular
  • Kerusakan jaringan akibat terapi radiasi
  • Pembuluh darah kaku

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk stenosis arteri karotis

Beberapa faktor hal yang mungkin dapat meningkatkan risiko Anda mengami stenosis arteri karotis adalah:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Tingginya kadar lipid dalam darah
  • Diabetes mellitus
  • Merokok
  • Antibodi antiinsulin
  • Obesitas
  • Gaya hidup tidak sehat
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami aterosklerosis, stenosis arteri karotis atau aorta.
  • Laki-laki kurang dari 75 tahun berisiko lebih tinggi. Wanita lebih dari 75 tahun berisiko lebih tinggi dari laki-laki. Tidak hanya itu, orang dengan penyakit jantung koroner berisiko lebih tinggi menderita carotid stenosis.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk carotid stenosis (stenosis karotis)?

Terapi tergantung pada derajat stenosis dan gejala. Terapi dapat berupa obat-obatan atau pembedahan.

  • Terapi medis yaitu menurunkan risiko (berhenti merokok, mengontrol kadar lipid dan diabetes) dan aspirin dosis rendah (81 atau 325 mg per hari)
  • Pembedahan untuk carotid stenosis disebut dengan carotid endarterectomy (CEA). Biasanya operasi ini dilakukan pada orang dengan gejala dan 70-99% stenosis jika harapan hidup lebih dari 5 tahun. Pengalaman dokter bedah melakukan operasi CEA berperan penting dalam menentukan keberhasilan operasi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk carotid stenosis (stenosis karotis)?

Dokter membuat diagnosis dari riwayat medis dan pemeriksaan sistem saraf. Dokter akan mendengarkan arteri karotis menggunakan stetoskop mencari suara aliran darah yang tidak normal yang disebut bruit karotis.

  • Biasanya dilakukan pengukuran kadar lipid (kolesterol, trigliserida) dan kadar gula darah puasa
  • Ultrasonografi arteri karotis untuk menilai derajat penyempitan rongga karotis

Angiografi dan magnetic resonance imaging (MRI) dapat dibutuhkan sebelum operasi untuk menentukan area yang butuh dioperasi. Dokter dapat menganjurkan untuk berobat ke dokter spesialis (saraf, bedah vaskuler)

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi carotid stenosis (stenosis karotis)?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi stenosis arteri keratis adalah:

  • Diet seimbang dengan banyak buah, sayuran dan kacang
  • Kurangi lemak Anda dan kurangi konsumsi makanan olahan
  • Hubungi dokter Anda jika gejala Anda tidak membaik atau bahkan memburuk dengan terapi. Hubungi jika Anda merasakan gejala baru
  • Habiskan obat yang diresepkan dokter

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

    Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

    Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Saling Berkaitan, Ini Tips Cegah Hipertensi dan Atrial Fibrilasi

    Hipertensi dan atrial fibrilasi berhubungan erat terhadap kualitas kesehatan. Cari tahu langkah cerdas bagaimana cara mencegah hipertensi dan dampaknya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Konten Bersponsor
    alat mencegah hipertensi
    Hipertensi, Kesehatan Jantung 30 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

    Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    syok hipovolemik

    Syok Hipovolemik

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    ibu hamil makan daging kambing

    Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    bahaya makanan asin

    Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    darah tinggi setelah melahirkan

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit