Body Dysmorphic Disorder

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu body dysmorphic disorder?

Gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder adalah kondisi psikologis di mana pasiennya biasanya merasa cemas terhadap penampilan fisik mereka dan berpikir bahwa tubuh mereka mengidap kelainan/defek tertentu, baik yang memang nyata maupun yang sebenarnya hanya imajinasi pasien saja.

Seberapa umumkah body dysmorphic disorder?

Dari 100 orang, laki-laki dan wanita, ada 1-2 pasien dengan body dysmorphic disorder. Bahkan 2-15% melakukan operasi plastik. Gangguan ini sering dimulai saat pubertas dan dapat bertahan seumur hidup.

Selengkapnya

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala body dysmorphic disorder?

Beberapa tanda dan gejala khas dari body dysmorphic disorder adalah:

  • Pasien tidak dapat berhenti berpikir mengenai bagian tubuhnya dan percaya bahwa ada yang salah walaupun sebenarnya tubuh mereka normal sempurna.
  • Beberapa bagian tubuh yang sering dipikir berlebihan yaitu: hidung, gigi, rambut kepala atau tubuh, payudara, rambut, tahi lalat, bekas luka dan tubuh.
  • Pasien terlalu terobsesi dengan penampilan hingga dapat menghambiskan waktu untuk berkaca beberapa jam dalam sehari. Mereka bercermin atau mengecek bagian tubuhnya secara konstan.
  • Sering datang ke dokter kecantikan, salon, dan dokter gigi untuk memperbaiki kekurangan namun tetap tidak puas dengan hasilnya
  • Karakteristik lain dari yaitu menghabiskan sebagian besar waktu dalam sehari untuk dandan, sering tak mau difoto atau direkam, makeup berlebihan, atau menggunakan baju berlebihan sebagai kamuflase

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda ingin menyakiti diri Anda atau orang lain mengatakan bahwa Anda terlalu cemas dengan kekurangan yang sebenarnya tidak nyata.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Status dan kondisi masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab body dysmorphic disorder?

Penyebab body dysmorphic disorder belum diketahui dengan jelas. Stigma gangguan jiwa berhubungan dengan penampilan dapat berupa depresi berat, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan kecemasan menyeluruh, fobia tempat ramai, dan gangguan makan. Belum ada bukti bahwa penyakit ini diturunkan dari keluarga.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk body dysmorphic disorder?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko body dysmorphic disorder adalah:

  • Memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit ini
  • Pernah mengalami kejadian negatif, seperti di-bully semasa kecil/remaja
  • Tekanan sosial, orang-orang mengharapkan kecantikan tertentu dari pasien
  • Terdapat gejala gangguan mental seperti cemas atau depresi

Tidak memiliki faktor risiko tidak berarti Anda tidak dapat menderita penyakit ini. Faktor ini hanyalah referensi saja. Anda harus konsultasi dengan dokter spesialis untuk informasi lebih rinci.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk body dysmorphic disorder?

Terapi body dysmorphic disorder tidaklah mudah, khususnya saat pasien tidak mau bekerja sama dalam terapi.

Namun dalam banyak kasus, terapi perilaku kognitif bersama dengan obat-obatan cukup efektif dan paling sering diberikan. Pada terapi perilaku kognitif, dokter harus tau patogen dan mencari tahu hubungan antara orang tersebut dengan reaksi mental (appearance inferiority) pasien.

Pasien sering berharap tidak realistis tentang bedah plastik, jadi, pasien harus berobat ke psikiater untuk membicarakan mengenai rasa bersalah akan penampilannya.

Support group juga sangat efektif untuk terapi penyakit mental.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk body dysmorphic disorder?

Body dysmorphic disorder adalah salah satu kondisi yang sering tidak disadari oleh pasien sehingga pasien menghindari dokter untuk membicarakan gejalanya. Dokter Anda dapat mendiagnosis dari riwayat medis dan pemeriksaan fisik atau merujuk ke ahlinya (psikiater, psikolog) untuk penilaian yang lebih baik. Kriteria diagnosis yaitu pasien merasa gugup dengan tubuhnya yang tidak dapat dijelaskan dengan kondisi psikiatrik lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi body dysmorphic disorder?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi body dysmorphic disorder adalah:

  • Pertimbangkan terapi kombinasi dengan anggota keluarga, pasangan dan orang penting lainnya
  • Bekerja sama penuh dengan dokter untuk sembuh dari penyakit

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

    Sama seperti penyakit lainnya, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Namun, komplikasi ini bisa dicegah lho. Berikut cara-caranya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    4 Cara Terbebas dari Gangguan Kecemasan

    Mengatasi gangguan kecemasan bisa menggunakan obat sampai meditasi, bahkan kelompok berbagi. Mana yang cocok dengan Anda? Cek di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Rachmadin Ismail

    Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

    Anda bingung saat orang terdekat mengalami masalah kejiwaan. Pertolongan pertama pada orang gangguan jiwa berikut ini mungkin bisa membantu Anda.

    Ditulis oleh: dr. Ayuwidia Ekaputri

    Terus-terusan Berduka, Ini Dampaknya bagi Hidup Anda

    Pulih dari perasaan berduka memang tidak mudah. Namun, jangan biarkan kondisi ini terus berlanjut. Memangnya, apa akibat dari berduka terus-menerus?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Direkomendasikan untuk Anda

    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    cemas tidak selera makan

    Alasan Perasaan Cemas Bikin Seseorang Tidak Selera Makan

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020
    overthinking

    Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda Ketika Overthinking

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020
    gaya hidup depresi

    6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 15/02/2020