Benarkah Memar Bisa Muncul karena Kelelahan?

    Benarkah Memar Bisa Muncul karena Kelelahan?

    Anda mungkin pernah mendapati memar secara tiba-tiba tanpa melihat adanya luka atau benturan yang menyertai. Kebanyakan orang beranggapan bila kondisi tersebut terjadi karena kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik yang padat. Namun, apakah benar memar bisa muncul karena kelelahan atau ini hanya mitos belaka? Simak jawabannya berikut ini.

    Benarkah memar bisa muncul karena kelelahan?

    memar atau darah beku

    Sebagian besar memar muncul karena pembuluh darah kecil (kapiler) di dekat permukaan kulit pecah akibat pukulan atau cedera.

    Jadi, anggapan masyarakat terkait memar karena kelelahan atau kecapekan tidak sepenuhnya benar.

    Memar yang sering kali terjadi di kaki dan lengan tersebut mungkin muncul karena Anda mengalami benturan atau cedera saat beraktivitas maupun berolahraga.

    Ketika mengalami cedera, pembuluh darah akan pecah dan keluar sehingga muncul tanda warna hitam, biru, atau ungu pada badan yang bukan terjadi karena kecapekan.

    Umumnya, pukulan yang sangat keras menyebabkan memar yang lebih besar. Namun, jika tubuh Anda mudah untuk mengalami memar, maka benturan pelan pun dapat menyebabkan memar yang parah.

    Beberapa orang, terutama wanita memang lebih rentan mengalami memar daripada pria.

    Selain itu, seiring dengan bertambahnya usia, kulit menjadi lebih tipis dan kehilangan beberapa lapisan lemak pelindung yang membantu melindungi pembuluh darah dari cedera.

    Bukan karena kelelahan, ini penyebab munculnya memar

    obat memar

    Beberapa orang memang sering kali mengalami memar secara tiba-tiba sehingga mereka mengira kondisi itu terjadi karena kelelahan.

    Padahal, asumsi tersebut belum diketahui secara pasti kebenarannya. Adapun beragam penyebab badan memar selain karena kecapekan, di antaranya sebagai berikut.

    1. Interaksi obat

    Pada beberapa kasus, penggunaan obat-obatan tertentu membuat Anda lebih rentan terhadap memar.

    Misalnya, obat antikoagulan (pengencer darah) dan obat nyeri yang dijual bebas (OTC) seperti aspirin, ibuprofen (Advil), dan naproxen (Aleve) bisa memengaruhi kemampuan darah untuk menggumpal.

    Jika Anda menduga bahwa memar yang dialami bukan karena kecapekan, melainkan akibat penggunaan obat bebas atau resep dokter, segera temui dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

    2. Kekurangan zat besi

    Kekurangan zat besi dapat memperlambat laju pembekuan darah. Dalam hal ini, anak-anak, gadis, wanita hamil, dan bayi paling sering mengalami kekurangan zat besi.

    Kondisi kekurangan zat besi lebih berpotensi menjadi penyebab Anda lebih rentan mengalami memar, bukan karena kelelahan.

    3. Diabetes

    Diabetes adalah kondisi kronis yang berkembang karena ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi atau menggunakan insulin.

    Kondisi ini dapat menyebabkan memar yang berlangsung lebih lama dari biasanya karena mempengaruhi penyembuhan luka.

    4. Trombosit darah rendah

    Trombosit darah adalah sel spesifik yang ada di dalam darah. Ketika pembuluh darah tertentu rusak, trombosit darah akan mengikat bersama untuk memperbaiki masalah.

    Orang dengan jumlah trombosit darah mungkin akan mengalami memar karena ada lebih sedikit trombosit dalam darah untuk memperbaiki pembuluh darah yang rusak.

    Kondisi trombosit darah yang rendah disebut juga dengan trombositopenia.

    5. Gangguan pembekuan darah

    Melansir Kaiser Permanente, gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand, dapat menjadi penyebab badan memar, bukan karena kecapekan.

    Seseorang dengan kelainan darah genetik memiliki risiko lebih tinggi mengalami memar dan perdarahan berlebihan yang mungkin mengancam nyawa.

    Kondisi memar mungkin akan terlihat seperti memar biasa, tetapi bisa melebar dan bertambah parah.

    Untuk mengetahui penyebab memar selain karena kelelahan yang Anda alami secara pasti, segera periksakan diri ke dokter.

    Dokter atau penyedia layanan kesehatan kemungkinan akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan terkait gejala dan riwayat kesehatan Anda.

    Selain itu, dokter mungkin juga akan memeriksa kadar trombosit darah Anda atau melakukan tes guna mengukur waktu yang dibutuhkan darah Anda untuk membeku.

    Jika kerap muncul saat kelelahan, bisakah mencegah memar?

    mudah memar gejala penyakit

    Meski munculnya memar akibat kelelahan atau kecapekan tidak benar, kondisi ini biasanya bukan suatu hal yang perlu dikhawatirkan.

    Mengutip Mayo Clinic, sebagian besar memar dapat hilang dengan sendirinya setelah tubuh kembali menyerap darah.

    Namun, begitu memar terbentuk, tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mengobatinya. Cara mencegah memar pun terbilang sulit terlebih bila belum diketahui penyebabnya.

    Penyembuhan memar sendiri sering kali memakan waktu lebih lama seiring bertambahnya usia.

    Kendati demikian, untuk mencegah memar atau badan biru, Anda beberapa cara yang bisa Anda lakukan, di antaranya berikut ini.

    • Gunakan pencahayaan yang baik di rumah supaya tidak terhindar dari cedera.
    • Jangan berlari ketika sedang menaiki tangga.
    • Atur furnitur dan kabel listrik di sekitar agar tidak menghalangi saat berjalan.
    • Perhatikan efek samping obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
    • Periksakan penglihatan dan pendengaran yang berpotensi menyebabkan terjatuh.

    Apa pengobatan untuk memar?

    kompres hangat dan dingin saat cedera

    Jika sudah terlanjur muncul, biasanya memar dapat memudar dalam waktu dua minggu tanpa menggunakan obat memar.

    Namun, memar dan hematoma yang lebih parah dapat berlangsung selama satu bulan atau lebih.

    Langkah-langkah di bawah ini mungkin dapat membantu memar yang Anda alami sembuh lebih cepat.

    • Istirahat dan tinggikan bagian tubuh yang memar untuk mencegah pembengkakan dan menghilangkan rasa sakit.
    • Kompres es selama 24 hingga 48 jam pertama setelah memar muncul. Bungkus es dengan handuk dan kompres memar tidak lebih dari 15 menit sekali dalam beberapa kali.
    • Gunakan bantal pemanas atau kompres air hangat ke area yang memar setelah dua hari.
    • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, jika tidak periksa ke dokter sebelum menggunakan NSAID.

    Dalam hal ini, perawatan medis untuk memar yang disebabkan kondisi oleh kondisi serius selain karena kelelahan akan berfokus pada tindakan pencegahan atau penghentian pendarahan.

    Selain itu, dokter atau penyedia layanan kesehatan mungkin akan menyesuaikan obat yang bisa menyebabkan memar atau mengobati masalah medis yang menyebabkan memar.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Bruises and blood spots under the skin. (n.d.). Custom Care & Coverage Just For You | Kaiser Permanente. Retrieved 8 November 2022, from https://healthy.kaiserpermanente.org/health-wellness/health-encyclopedia/he.bruises-and-blood-spots-under-the-skin.bruse

    Easy bruising: Why does it happen? (2022, April 20). Mayo Clinic. Retrieved 8 November 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/healthy-aging/in-depth/easy-bruising/art-20045762

    Bruises: Types, causes, diagnosis, treatment & prevention. (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved 8 November 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15235-bruises

    5 things you need to know about bruising. (2022, May 20). Leukaemia Care. Retrieved 8 November 2022, from https://www.leukaemiacare.org.uk/support-and-information/latest-from-leukaemia-care/blog/5-things-you-need-to-know-about-bruising-right-now/

    Bleeding and bruising: A diagnostic work-up. (2008, April 15). AAFP. Retrieved 8 November 2022, from https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2008/0415/p1117.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Adhenda Madarina Diperbarui 6 days ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto