Berbagai Tips Hidup Sehat untuk Penderita Penyakit Hemofilia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hemofilia adalah penyakit gangguan pembekuan darah yang menyebabkan penderitanya mengalami perdarahan lebih lama dari biasanya. Itu sebabnya, perdarahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal pada pasien hemofilia. Oleh karena itu, artikel ini akan memberikan tips untuk hidup sehat dan aman bagi pasien penderita hemofilia. Seperti apa saja? Simak ulasannya di bawah.

Tips hidup sehat untuk penderita hemofilia

Hemofilia dapat menyebabkan penyakit sendi, seperti perdarahan pada sendi. Perdarahan di lutut, siku, atau sendi lain adalah bentuk umum lain dari perdarahan dalam pada orang yang memiliki hemofilia. Perdarahan ini dapat terjadi tanpa cedera atau sebab yang jelas.

Pada awalnya, pendarahan menyebabkan sesak di sendi tanpa rasa sakit yang nyata. Bahkan, kondisi ini bisa saja tampak baik tanpa ada tanda-tanda perdarahan. Sendi kemudian menjadi bengkak, panas ketika disentuh, dan menyakitkan untuk ditekuk. Pembengkakan terus terjadi seiring dengan perdarahan.

Akhirnya, gerakan pada sendi akan terbatas dan menyebabkan rasa sakit. Perdarahan sendi yang tidak ditangani dengan cepat dapat merusak sendi.

Oleh karena itu, untuk mencegah gejala-gejala ini, berikut adalah tips berisi aktivitas fisik dan pola makan yang sehat untuk pasien penderita hemofilia.

1. Aktivitas fisik

Tips hidup sehat yang pertama untuk penderita hemofilia adalah melakukan berbagai aktivitas fisik yang cukup, seperti olahraga. Latihan dan olahraga sehat baik bagi anak-anak dan orang dewasa dengan hemofilia.

Kebugaran fisik dan kekuatan otot merupakan landasan penting agar otot dan sendi lebih kuat, serta terhindar dari perdarahan. Olahraga teratur telah terbukti menurunkan jumlah perdarahan secara spontan (perdarahan yang tidak disebabkan oleh cedera).

Latihan fisik secara rutin beberapa kali per minggu akan membantu mempertahankan rentang gerak dan fleksibilitas tubuh. Selain itu, mobilisasi dini setelah perdarahan sendi juga bermanfaat untuk menghindari kekakuan sendi dan membekunya sendi.

Selain itu, meningkatkan kebugaran fisik memiliki banyak efek yang lebih positif pada kehidupan, seperti:

  • Meningkatkan kekuatan tulang dan bagian yang berhubungan dengan tulang
  • Meningkatkan kontak sosial
  • Meningkatkan kemandirian dan harga diri
  • Energi meningkat
  • Meningkatkan kinerja di sekolah dan kehidupan profesional
  • Penurunan berat badan dan risiko obesitas
  • Mencegah depresi dan kecemasan
  • Menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan diabetes

Nah, sebagai pasien dengan hemofilia Anda harus berpikir ke depan dan mempersiapkan diri untuk olahraga. Pastikan Anda mengikuti tips olahraga untuk penderita hemofilia yang sehat dan bebas risiko.

2. Makan makanan yang sehat

Tips sehat berikutnya berkaitan dengan pola makan yang sehat untuk penderita hemofilia. Sangat penting bahwa pasien dengan hemofilia menjaga berat badannya tetap terkendali. Pasalnya, kelebihan berat badan bisa berdampak pada penurunan berat bantalan sendi dan dapat meningkatkan nyeri sendi.

Selama berjalan, sendi lutut dan pergelangan kaki perlu menanggung sekitar 5 kali berat total tubuh seseorang. Untuk 2,5 kg kelebihan berat badan akan menambah beban pada setiap sendi.

Untuk mengetahui apakah Anda berada di atas berat badan normal yang dianjurkan, cobalah menggunakan kalkulator indeks massa tubuh (BMI)

Dalam upaya menurunkan atau menjaga berat badan Anda, sebaiknya mulai menu makanan yang kaya akan biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, rendah lemak, dan mengandung kadar gula dan garam yang seimbang.

3. Hati-hati dalam memilih suplemen dan obat

Sebagai pasien hemofilia Anda perlu berhati-hati mengenai suplemen dan obat-obatan. Suplemen dan obat tertentu dapat meningkatkan kecenderungan perdarahan atau pembekuan darah, seperti aspirin atau non-steroid anti-inflamasi (misalnya, Motrin®, Exedrin®, atau Alleve®).

Diskusikan suplemen atau obat pereda nyeri yang beredar di pasaran dengan dokter hemofilia Anda.

4. Konsultasikan dengan dokter sebelum menjalani operasi

Tips sehat lainnya untuk pasien penderita hemofilia adalah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani operasi. Operasi yang dimaksud meliputi operasi kecil, seperti pencabutan gigi, serta operasi besar lainnya.

Mengapa hal ini penting? Ingat, perdarahan pada penderita hemofilia berlangsung lebih lama dan sulit dihentikan dibanding dengan orang biasa. Prosedur sederhana seperti mencabut gigi saja sudah cukup berisiko tinggi bagi pasien hemofilia.

Maka itu, sebelum melakukan operasi apa pun, pastikan Anda mendiskusikan dengan dokter atau tim medis jika Anda menderita hemofilia. Biasanya, dokter mungkin akan memberikan obat pembeku darah sebelum prosedur operasi dilaksanakan.

5. Menjaga kebersihan mulut dan gigi

Tips yang juga tidak kalah penting untuk penderita hemofilia adalah menjaga mulut dan gigi tetap sehat. Seperti yang telah disebutkan di atas, hal sesederhana mencabut gigi dapat berakibat fatal pada pasien hemofilia karena risiko perdarahan yang dapat terjadi.

Selain itu, gigi yang kurang bersih dapat menyebabkan penumpukan plak. Plak yang dibiarkan terlalu lama akan menimbulkan peradangan pada gusi, sehingga perdarahan juga dapat terjadi.

Oleh karena itu, bentuk pencegahan agar Anda tidak mengalami masalah mulut dan gigi adalah menjaga kebersihannya. Anda bisa mulai dengan rutin menyikat gigi sebanyak 2 kali sehari, menggunakan benang gigi untuk membersihkan plak sesekali, serta tidak makan terlalu banyak makanan manis.

6. Berhati-hati dengan suntikan di bagian otot

Penting juga bagi penderita hemofilia untuk memperhatikan tips sehat berikut, yaitu tidak menerima suntikan di bagian intramuskular atau otot. Hal ini disebabkan karena menyuntikkan ke bagian otot lebih berisiko memicu perdarahan.

Orang-orang dengan hemofilia harus memberi tahu tim medis yang akan menyuntik bahwa mereka menderita hemofilia. Kondisi ini berlaku pada suntikan dalam bentuk apa pun, baik suntik imunisasi, vaksinasi, atau obat-obatan lainnya. Tips ini dapat mencegah terjadinya perdarahan berlebih, sehingga penderita hemofilia dapat menjalani hidup yang sehat.

7. Melakukan teknik RICE

Jika Anda mengalami cedera ringan, kemungkinan hal tersebut dapat berakibat fatal dan menyebabkan perdarahan di dalam sendi. Maka itu, setelah cedera berlangsung, segera lakukan teknik yang disebut dengan RICE.

Menurut situs Nationwide Children’s, RICE adalah teknik yang direkomendasikan untuk mengurangi risiko komplikasi hemofilia. Berikut adalah tips sehat untuk melakukan RICE untuk cedera pada penderita hemofilia:

  • Rest: istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera
  • Ice: kompres dengan air dingin atau es pada bagian yang cedera
  • Compression: berikan tekanan yang cukup dengan membalut perban
  • Elevate: angkat bagian lengan atau kaki yang cedera ke posisi yang lebih tinggi dari tubuh

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Efek Samping dan Kekurangan Menggunakan Kondom Wanita

Kondom wanita cukup efektif dalam mencegah kehamilan, tetapi juga memiliki sejumlah efek samping dan kekurangan. Apa saja contohnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kontrasepsi, Hidup Sehat, Seks & Asmara 3 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Bertambahnya Usia Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita

Mungkin banyak dari Anda yang belum mengetahui bahwa usia bisa memengaruhi kesuburan wanita. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesuburan, Kehamilan 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Alasan Merawat Kulit Wajah Harus Dilakukan Sedini Mungkin

Merawat kulit wajah dan tubuh perlu dilakukan sejak dini. Selain mencegah penuaan dini, merawat kulit juga turut menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 3 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Semua Hal tentang Rapid Test & Tes Swab yang Perlu Kamu Tahu

Mengapa hasil rapid test masih reaktif meskipun hasil swab-PCR menunjukkan hasil negatif? Apa beda hasil rapid dan swab-PCR? Simak di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 3 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk kuku

6 Makanan untuk Membuat Kuku Kuat dan Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
kelebihan kekurangan pakai kawat gigi alias behel

Manfaat dan Risiko Memakai Kawat Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
pijat injak punggung

Awas, Pijat Injak Punggung Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
pasca operasi usus buntu

Semua Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setelah Jalani Operasi Usus Buntu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit