Proses Melahirkan Bayi Kembar yang Harus Diketahui Calon Orangtua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Melahirkan anak kembar mungkin membuat ibu menjadi lebih gugup, apalagi bila ini pengalaman kelahiran pertama kali. Tak perlu khawatir, hal ini wajar karena calon orangtua akan menyambut kehadiran dua bayi sekaligus.

Supaya lebih siap lahir dan batin, sebaiknya ketahui dengan baik serba-serbi melahirkan bayi kembar melalui ulasan berikut ini.

Mengapa kebanyakan bayi kembar lahir prematur?

mendapatkan anak kembar melahirkan

Kebanyakan kehamilan bayi kembar akan dilahirkan prematur, sedangkan kembar tiga atau lebih biasanya akan lahir lebih cepat lagi.

Jadi, semakin tinggi kelipatan jumlah bayi kembar dalam kandungan, semakin tinggi pula risiko ibu untuk melahirkan prematur (sebelum minggu ke-37 kehamilan).

Ada banyak alasan mengapa melahirkan anak kembar kerap terjadi lebih awal alias prematur.

Dalam beberapa kasus persalinan anak kembar, waktu melahirkan bayi sudah tidak bisa ditunda lagi karena waktunya sudah tiba.

Biasanya kondisi ini disebabkan oleh rahim yang sudah berkontraksi, air ketuban pecah, preeklampsia, hingga leher rahim sudah mengalami pembukaan lahiran.

Hamil anak kembar memang meningkatkan risiko persalinan lebih cepat.

Dalam kasus lainnya, kemungkinan terjadi komplikasi atau ada risiko tertentu yang dihadapi sehingga mau tidak mau bayi kembar harus dilahirkan lebih cepat.

Tekanan darah tinggi saat hamil (hipertensi gestasional), masalah pada plasenta seperti plasenta previa dan abruptio plasenta, atau intrauterine growth restriction (IUGR) kerap jadi penyebabnya.

IUGR yaitu kondisi di mana satu atau lebih bayi Anda tidak berkembang sebagaimana mestinya di dalam kandungan.

Jadi, ibu perlu mengenali betul tanda-tanda melahirkan seperti kontraksi asli melahirkan, bukan kontraksi palsu yang kerap hilang dan muncul.

Itu sebabnya, persiapan persalinan dan perlengkapan melahirkan tidak boleh lupa disediakan sejak jauh-jauh hari agar tidak terburu-buru.

Apa bedanya melahirkan anak kembar dengan persalinan biasa?

tanda-tanda mau melahirkan tanda-tanda persalinan

Bila ibu hamil anak kembar, diskusikan rencana melahirkan dengan dokter kandungan atau bidan secepatnya.

Calon orangtua akan dianjurkan untuk melahirkan di rumah sakit atau klinik bersalin dengan fasilitas yang memadai, bukan melahirkan di rumah.

Ini karena melahirkan bayi kembar memiliki risiko komplikasi persalinan yang lebih tinggi daripada persalinan satu bayi.

Pada kebanyakan kasus, dokter dan bidan mungkin sudah merencanakan dan menentukan tanggal melahirkan bayi kembar Anda pada trimester ketiga.

Pada tanggal yang telah ditentukan tersebut, persalinan akan dirangsang menggunakan induksi persalinan oleh tim medis.

Diskusikan lebih lanjut dengan dokter dan bidan untuk detailnya karena kondisi dan kehamilan setiap orang itu berbeda-beda.

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum melahirkan anak kembar?

induksi melahirkan induksi persalinan

Sebenarnya, mempersiapkan sebelum hari melahirkan anak kembar tiba sama saja seperti bersiap diri sebelum menjalani proses persalinan pada umumnya.

Itu sebabnya, membekali diri dengan beragam pengetahuan mengenai tahapan melahirkan penting sebagai bentuk persiapan diri Anda.

Di samping itu, mengutip dari Kids Health, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai metode persalinan apa yang kemungkinan akan dijalani nantinya.

Misalnya merencakan akan melahirkan anak kembar dengan metode melahirkan normal ataupun operasi caesar.

Bahkan, ibu juga bisa menentukan pilihan untuk melahirkan normal dengan posisi persalinan yang paling nyaman.

Sekali pun dokter memperbolehkan untuk merencanakan proses melahirkan anak kembar secara normal, ibu tetap harus  bersiap untuk kemungkinan lain.

Pasalnya, bukan tidak mungkin ibu harus menjalani operasi caesar saat melahirkan bayi normal karena satu dan lain hal.

Bisakah proses melahirkan bayi kembar dilakukan secara normal?

Hamil bayi kembar tidak menutup kemungkinan untuk menjalani proses melahirkan secara normal atau melalui vagina. 

Proses melahirkan bayi kembar secara normal mungkin saja dilakukan apabila Anda memenuhi syarat-syarat berikut ini.

  • Kondisi kehamilan sehat
  • Ibu dan bayi di dalam kandungan tidak berisiko mengalami komplikasi
  • Bayi-bayi tidak identik (tidak berbagi plasenta yang sama)
  • Bayi pertama tidak sungsang
  • Semua bayi sehat dan berkembang sebagaimana mestinya

Melansir dari laman NHS, Anda mungkin diberikan bius epidural sebelum melahirkan.

Selanjutnya, dokter akan membimbing Anda untuk menerapkan cara mengejan saat melahirkan dan teknik pernapasan saat melahirkan.

Bagaimana proses melahirkan bayi kembar secara normal?

induksi melahirkan

Pada dasarnya, proses melahirkan bayi kembar hampir mirip dengan proses melahirkan satu anak secara normal.

Dokter akan memasangkan alat monitor pada perut ibu bersalin untuk memantau kondisi bayi-bayi Anda dalam kandungan.

Setelah ketuban pecah, dokter mungkin memasangkan fetal scalp clip pada kepala bayi pertama untuk memantau aktivitas jantungnya.

Anda tidak perlu khawatir, karena alat ini aman digunakan bagi ibu dan bayi selama proses melahirkan bayi kembar.

Kemudian, bayi akan dilahirkan satu per satu, tergantung pada metode persalinan yang Anda pilih bersama dengan tim medis.

Setelah bayi pertama lahir, Anda bisa beristirahat sebentar sembari dokter memeriksa posisi bayi kedua dan melakukan pemeriksaan vagina.

Tak lama setelah kelahiran bayi pertama, leher rahim Anda akan membuka lagi untuk memberi jalan bagi bayi berikutnya.

Namun, bila Anda tak kunjung mengalami kontraksi atau bukaan, dokter akan memberikan infus berisi obat hormon.

Obat tersebut digunakan untuk memicu kontraksi dan bukaan leher rahim (serviks).

Anda juga mungkin diberikan obat khusus untuk mencegah perdarahan hebat setelah melahirkan bayi kembar.

Jika ternyata bayi kedua (atau ketiga dan keempat) posisinya sungsang, dokter mungkin harus membenarkan dulu posisinya sebelum dikeluarkan.

Dalam kasus yang sangat langka, bayi selanjutnya akhirnya harus dilahirkan lewat operasi caesar untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi.

Bila semua bayi Anda telah lahir, bidan dan dokter akan langsung memeriksa kondisi bayi-bayi Anda.

Tim medis akan lantas menentukan apakah bayi Anda kembar identik atau tidak melalui plasentanya.

Cara lain untuk memeriksa apakah bayi kembar identik atau tidak yaitu melalui tes genetik (DNA).

Proses melahirkan anak kembar melalui operasi caesar

Ketimbang melahirkan dengan metode normal, kebanyakan anak kembar memang dilahirkan melalui operasi caesar. 

Ibu mungkin disarankan untuk melahirkan anak kembar dengan operasi caesar kalau Anda dan bayi memiliki risiko komplikasi.

Berikut beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk melahirkan bayi kembar melalui operasi caesar:

  • Posisi bayi pertama sungsang
  • Bayi-bayi Anda berbagi satu plasenta
  • Masalah lain pada plasenta seperti plasenta previa
  • Anda pernah kesulitan melahirkan normal pada persalinan sebelumnya
  • Anda sudah pernah melahirkan caesar
  • Kondisi gawat janin
  • Salah satu, kedua, atau ketiga bayi Anda mengalami masalah pertumbuhan dalam kandungan
  • Preeklampsia yang tidak bisa ditangani dengan obat-obatan
  • Prolaps tali pusat
  • Proses persalinan sudah berlangsung terlalu lama

Ibu mungkin hanya diberikan bius epidural yang akan membuat bagian pinggul ke bawah mati rasa.

Dengan begitu, ibu masih akan tetap terjaga selama dokter melakukan pembedahan.

Dalam kasus khusus dan gawat darurat, ibu dapat diberikan bius total sehingga tidak sadarkan diri selama persalinan berlangsung.

Bayi akan diangkat satu per satu dalam persalinan caesar.

Urutan bayi kembar mana yang akan diangkat terlebih dahulu dalam metode melahirkan caesar tergantung pada posisi dan plasenta bayi di dalam kandungan.

Melahirkan bayi kembar dengan kombinasi normal dan caesar

melahirkan normal setelah miomektomi

Selain pilihan metode melahirkan bayi kembar dengan cara normal melalui vagina serta operasi caesar, ternyata keduanya juga bisa terjadi bersamaan.

Ya, Anda bisa melahirkan anak kembar dengan metode persalinan normal dan caesar sekaligus.

Ada kemungkinan ibu melahirkan bayi kembar pertama dengan metode normal melalui vagina, dan bayi kedua dilahirkan melalui operasi caesar.

Hanya saja, melahirkan anak kembar dengan dua metode ini terbilang cukup langka.

Biasanya, melahirkan bayi kembar dengan kombinasi dua metode melahirkan ini dilakukan dalam keadaan darurat.

Ambil contohnya bayi mengalami prolaps tali pusat atau abruptio plasenta.

Prolaps tali pusat merupakan kondisi ketika tali pusat bayi keluar sebelum bayi lahir sehingga memotong pasokan oksigen bayi.

Sementara abruptio plasenta adalah kondisi saat plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya.

Mungkinkah ibu melahirkan anak kembar beda hari?

Meski tidak terlalu umum, bayi kembar lahir beda hari bisa saja terjadi. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya masalah tertentu selama masa kehamilan yang membuat salah satu bayi harus dilahirkan lebih dulu (prematur) daripada kembarannya.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gynecology & Obstetrics, komplikasi kehamilan yang berisiko menyebabkan bayi kembar lahir beda hari adalah:

  • Lapisan yang melindungi bayi sobek
  • Leher rahim lemah/tidak kuat
  • Preeklampsia yang sangat parah
  • Cairan ketuban tidak normal (terinfeksi)

Ada banyak lagi kemungkinan penyebab lainnya yang membuat kelahiran bayi kembar beda hari, tetapi para ahli masih harus menelitinya lebih lanjut.

Selain itu, semakin banyak bayi kembar yang ada di kandungan ibu, maka semakin mungkin proses melahirkan anak kembar beda hari terjadi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gen Ibu dan Gen Ayah, Mana yang Menyebabkan Hamil Kembar?

Gen ayah dan ibu mempunyai peran masing-masing pada kehamilan kembar. Lalu, gen siapakah yang lebih dominan sehingga membuat seseorang hamil anak kembar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 22 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Hal yang Perlu Diketahui dan Dipersiapkan saat Lahiran Caesar Kedua

Persiapan untuk operasi caesar kedua, sama seperti operasi sebelumnya. Tetapi ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui dalam menghadapi kelahiran caesar ini.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Melahirkan, Kehamilan 4 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Merawat Bekas Luka Operasi Caesar (Sesar) di Rumah

Metode sesar dilakukan untuk menjamin keselamatan Ibu dan si Kecil. Tak hanya kesehatan si Kecil, Ibu juga perlu merawat bekas operasi sesar di rumah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
merawat bekas operasi sesar
Melahirkan, Kehamilan 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melahirkan normal tanpa rasa sakit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit
seks setelah melahirkan

Melahirkan Bukan Penghalang Keintiman Seks, Kok! Ketahui Berbagai Informasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 11 menit
gentle birth adalah

Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit
sidik jari anak kembar

Benarkah Anak Kembar Memiliki Sidik Jari yang Juga Sama?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit