backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

Begini Cara Menghadapi Operasi Caesar Anak Kedua

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Begini Cara Menghadapi Operasi Caesar Anak Kedua

Setelah memiliki pengalaman operasi caesar, tidak sedikit wanita yang ingin melakukan persalinan normal saat hamil anak kedua. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa karena beberapa alasan, dokter mungkin menyarankan Anda untuk menjalani operasi caesar kembali.

Lantas, adakah persiapan khusus yang harus dilakukan sebelum menghadapi operasi caesar yang kedua? Simak ulasan berikut untuk informasinya.

Kenapa ibu hamil perlu operasi caesar kedua?

Memiliki pengalaman operasi caesar pada persalinan pertama sebenarnya tidak membuat Anda harus menjalani metode persalinan serupa pada kehamilan berikutnya.

Artinya, Anda bisa memilih untuk melakukan persalinan normal setelah operasi caesar (VBAC) selama dokter mengizinkannya.

Akan tetapi, memang ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil sebaiknya kembali menjalani operasi caesar untuk yang kedua kalinya.

Penyebab ibu hamil harus menjalani operasi caesar untuk kedua kalinya bisa sama dengan alasan Anda menjalani operasi caesar pada kehamilan pertama.

Berikut adalah beberapa di antaranya.

  • Panggul ibu hamil terlalu kecil.
  • Ukuran janin terlalu besar.
  • Persalinan terlambat.
  • Posisi janin berisiko, contohnya bayi sungsang.
  • Kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, darah tinggi, atau penyakit jantung.
  • Masalah pada plasenta, seperti solusio plasenta.

Di samping berbagai kondisi di atas, operasi caesar kedua biasanya disarankan apabila bekas luka operasi caesar sebelumnya belum sembuh total.

Pasalnya, bekas luka tersebut bisa meningkatkan risiko ruptur uteri atau robekan pada otot rahim saat persalinan.

Selain itu, dokter mungkin menyarankan Anda untuk kembali memilih operasi caesar pada kehamilan kedua jika tipe sayatan operasi sebelumnya adalah vertikal.

Menurut situs Nemours KidsHealth, tipe sayatan vertikal dinilai lebih berisiko menyebabkan ruptur uteri dibandingkan diagonal.

Cara menghadapi operasi caesar kedua

Cara menghadapi operasi caesar kedua sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pengalaman pertama Anda.

Sebaliknya, pengalaman operasi caesar pertama akan membantu Anda untuk menghadapinya kembali.

Dokter biasanya menyarankan Anda untuk melakukan beberapa persiapan berikut sebelum menghadapi operasi caesar kembali.

1. Puasa delapan jam sebelum operasi

Untuk menghindari risiko muntah dan komplikasi paru-paru saat operasi caesar, puasalah selama delapan jam sebelum operasi.

Namun, tenang saja, Anda masih bisa minum air putih dan jus buah untuk menjaga energi. Saat membuat jus buah, pastikan tidak ada daging buah yang tersisa.

2. Mandi dengan sabun khusus

The University of Iowa menyarankan ibu hamil yang akan menghadapi operasi caesar untuk mandi menggunakan sabun dengan kandungan chlorhexidine gluconate (CHG).

Chlorhexidine gluconate adalah antiseptik yang bisa membantu menghilangkan berbagai kuman penyebab penyakit.

Dengan begitu, risiko infeksi selama dan setelah operasi caesar bisa diturunkan. Namun, hindari penggunaan CHG pada wajah, telinga, mata, dan vulva.

3. Jangan cukur bulu perut dan kemaluan

Anda mungkin pernah mendengar bahwa mencukur bulu kemaluan merupakan salah satu persiapan menjelang operasi caesar. Nyatanya, hal ini sebaiknya justru tidak dilakukan.

Mencukur bulu kemaluan dikhawatirkan bisa menimbulkan goresan kecil yang tidak disadari sehingga meningkatkan risiko infeksi. Hal yang sama juga berlaku untuk pencukuran bulu halus pada perut.

4. Cari tahu informasi tentang operasi caesar

Membekali diri dengan informasi terkait operasi caesar juga penting sebelum Anda menerima tindakan, termasuk tentang jenis anestesi yang digunakan dan prosesnya secara keseluruhan.

Namun, mencari informasi sendiri bisa menimbulkan overthinking. Untuk mencegahnya, Anda bisa langsung membicarakan seputar operasi caesar bersama dokter yang menangani Anda. 

5. Persiapkan mental

Meski Anda sudah memiliki pengalaman, tidak dapat dipungkiri bahwa momen-momen sebelum operasi caesar sering kali menimbulkan kecemasan atau ketakutan.

Oleh karena itu, Anda perlu mempersiapkan mental sebelum menjalani operasi caesar yang kedua kalinya.

Ibu hamil bisa mempersiapkan mental untuk menghadapi operasi caesar dengan berbagai cara, seperti meditasi, mendengarkan musik, dan berbagi kekhawatiran dengan suami atau orang terdekat.

Risiko pada operasi caesar kedua

Mengutip laman Health Care Utah, ibu hamil yang menjalani operasi caesar untuk kedua kalinya memiliki risiko lebih besar mengalami ruptur uteri, infeksi, dan pembentukan jaringan parut.

Namun, perlu Anda ingat bahwa pada dasarnya, setiap metode persalinan memiliki risikonya masing-masing.

Jadi, ikutilah rekomendasi persalinan dan berbagai arahan sebelum melahirkan dari dokter Anda, sebab segala keputusan dokter akan selalu mengutamakan keselamatan ibu dan janin.

Setelah berhasil melahirkan anak kedua dengan cara yang sama, Anda pun perlu menjalani pemulihan operasi caesar secara optimal

Kesimpulan

  • Kondisi yang membuat Anda harus menjalani operasi caesar pada kehamilan kedua adalah luka caesar yang belum sembuh total atau sayatan sebelumnya yang dilakukan secara vertikal.
  • Beberapa tips untuk menghadapi operasi caesar kedua yaitu puasa selama delapan jam sebelum tindakan, mandi dengan sabun antiseptik, tidak mencukur bulu kemaluan, dan mempersiapkan mental.
  • Operasi caesar untuk kedua kalinya meningkatkan risiko ruptur upteri, infeksi, dan pembentukan jaringan parut. Namun, perlu Anda ingat bahwa setiap metode persalinan memiliki risikonya masing-masing.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan