Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Operasi Caesar Kedua, Ini Hal yang Perlu Ibu Ketahui

Operasi Caesar Kedua, Ini Hal yang Perlu Ibu Ketahui

Bila ibu pernah menjalani operasi caesar pertama, mungkin sudah pernah membayangkan apa yang akan dirasakan saat caesar kedua. Namun, tetap ada hal yang perlu ibu persiapan pada persalinan caesar kedua meski sudah pernah menjalani sebelumnya.

Alasan ibu perlu melakukan operasi caesar kedua

proses kehamilan

Untuk ibu yang pernah melakukan operasi caesar, mungkin saja dokter memilihkan cara aman untuk kembali melakukan operasi caesar pada kelahiran selanjutnya.

Namun, sebagian ada yang mampu melakukan kelahiran spontan atau pervaginam. Secara umum, ada beberapa alasan yang membuat dokter merekomendasikan kelahiran caesar.

Beberapa alasan dokter menyarankan ibu melahirkan caesar yaitu:

  • panggul ibu yang kecil,
  • bayi dalam kandungan berukuran besar,
  • ada abnormalitas pada bayi,
  • bayi sungsang, serta
  • kondisi kesehatan tertentu (gangguan detak jantung pada ibu, uterus tinggi risiko robek, persalinan terhambat).

Jika seorang ibu memiliki histori kelahiran caesar, ada banyak yang mengatakan bahwa jalan caesar untuk kedua kalinya lebih aman.

Namun, menurut Catherine Y. Spong, MD, dari National Institute of Child Health and Human Development, ada beberapa risiko yang perlu para ibu ketahui.

Sampai saat ini belum ada riset yang mumpuni untuk menjawab apakah operasi caesar menjadi pilihan yang teraman setelah kelahiran caesar pertama.

Risiko yang mungkin terjadi saat operasi caesar kedua

Sebagian tidak merekomendasikan kelahiran spontan setelah melakukan operasi caesar pada kelahiran sebelumnya.

Namun, kembali lagi pada kesepakatan dan rekomendasi dari dokter pada ibu hamil.

Perlu ibu ketahui, ada beberapa peningkatan risiko yang mungkin terjadi jika melakukan caesar untuk kedua kalinya atau lebih.

Mengutip laman Health Care Utah, ibu yang operasi caesar lebih dari sekali bisa mungkin mengalami risiko:

  • perdarahan,
  • infeksi,
  • cedera pada saluran kemih dan
  • cedera usus.

Namun, risiko cedera bisa lebih tinggi ketika seorang ibu kembali melakukan operasi caesar pada kehamilan selanjutnya, kurang dari 12 bulan.

Oleh karena itu, dokter biasanya merekomendasikan untuk merencanakan kehamilan berikutnya satu tahun setelah melahirkan caesar. Ini agar luka caesar bisa sembuh dan kuat.

Hal yang perlu ibu persiapkan jelang operasi caesar kedua

tips menjaga kesehatan ibu hamil dengan pola hidup sehat

Saat ibu mengetahui akan menjalani operasi caesar lagi, sudah ada bayangan tentang persiapan sebelum masuk ruangan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui dan persiapkan lagi untuk operasi caesar kedua.

1. Berpuasa

Biasanya dokter akan menyarankan ibu untuk berpuasa 8 jam sebelum operasi. Namun, waktu puasa setiap rumah sakit berbeda.

Ibu tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman apapun, termasuk air putih.

2. Mencukur rambut kemaluan

Perawat akan membantu ibu untuk mencukur rambut kemaluan saat akan menjalani operasi caesar.

Mencukur rambut kemaluan sebelum operasi caesar kedua bertujuan agar tidak menjadi sarang kuman saat masa nifas datang.

Darah nifas yang keluar setelah melahirkan akan sangat banyak. Kalau rambut kemaluan belum pendek, bisa tersangkut dan menjadi tempat tumbuhnya bakteri.

3. Tipe anestesi

Dokter akan menjelaskan tipe anestesi yang ibu jalani selama operasi caesar kedua. Meski begitu, ibu tidak akan merasakan sakit saat mendapatkan suntikan anastesi.

Ada beberapa tipe anastesi untuk kelahiran caesar, seperti epidural dan spinal. Tipe anestesi spinal biasanya dokter pakai untuk kelahiran caesar yang terencana.

Sementara itu, epidural biasanya digunakan untuk kelahiran caesar darurat. Kedua tipe anestesi ini tetap membuat ibu terjaga dan bernapas normal.

4. Bertanya detail soal mengatasi rasa sakit

Operasi caesar hanya memakan waktu sekitar 30-60 menit. Selebihnya, ibu harus berhadapan dengan rasa sakit.

Namun, tidak perlu cemas karena ibu bisa bertanya kepada dokter sedetail mungkin bagaimana cara mengelola rasa sakit dan pemulihan pasca operasi caesar kedua.

Biasanya, obat-obatan setelah operasi caesar akan dimasukkan melalui cairan infus. Setelah tubuh lebih kuat, obat-obatan bisa ibu konsumsi secara oral.

Selebihnya, ibu perlu tahu cara mengatasi rasa sakit di rumah dan bagaimana cara merawat luka caesar berdasarkan rekomendasi dari dokter.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Repeat C-Section Best Scheduled at 39 Weeks, Study Says. (n.d.). Retrieved March 17, 2020, from MedicineNet website: https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=154728

Multiple C-Sections. (n.d.). Retrieved March 17, 2020, from healthcare.utah.edu website: https://healthcare.utah.edu/womenshealth/pregnancy-birth/multiple-c-sections.php

Your planned caesarean birth. (2017, April 7). Retrieved from Raising Children Network website: https://raisingchildren.net.au/pregnancy/labour-birth/vaginal-caesarean-birth/planned-caesarean

Having a C-section? What pregnant women should know | Your Pregnancy Matters | UT Southwestern Medical Center. (n.d.). Retrieved March 17, 2020, from utswmed.org website: https://utswmed.org/medblog/c-section-what-to-know/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 24/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x