home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mungkinkah Bayi Kembar Dilahirkan Lewat Persalinan Normal?

Mungkinkah Bayi Kembar Dilahirkan Lewat Persalinan Normal?

Tentu saja boleh, selama kondisi kedua bayi normal dan tidak ada gangguan kehamilan lain. Tidak jarang ibu yang mengandung bayi kembar melakukan persalinan secara normal meskipun tercatat sebanyak 6 dari 10 bayi kembar dilahirkan melalui operasi caesar.

Posisi bayi dalam kandungan menjadi salah satu faktor penentu proses persalinan yang akan dijalani ibu. Persalinan normal dapat dilakukan jika setidaknya kembaran yang akan lahir pertama berada dalam posisi kepala di bawah dan plasenta tidak menghalangi leher rahim

Selain itu, faktor lingkungan tempat tinggal dan kebijakan rumah sakit juga memengaruhi anjuran proses persalinan. Beberapa rumah sakit akan merekomendasikan operasi caesar untuk ibu dengan bayi kembar dalam satu plasenta. Pasalnya, kembar identik berisiko mengalami komplikasi selama kelahiran. Apapun keputusan yang akan dijalani, keselamatan ibu dan bayi akan diawasi secara ketat.

Diskusikan dengan dokter dan bidan mengenai kondisi medis dan proses persalinan yang Anda pilih. Tanyakan mengenai kebijakan rumah sakit dan pengalaman para dokter dalam menangani bayi kembar lewat persalinan normal. Pastikan rumah sakit yang Anda pilih mengikuti pedoman NICE untuk kelahiran bayi kembar.

Dokter atau bidan akan mendiskusikan tindakan lanjut apabila ibu belum juga melakukan persalinan ketika:

  • Usia kandungan 36 minggu dengan kembar identik
  • Usia kandungan 37-38 minggu dengan kembar fraternal

Dokter atau bidan mungkin akan merekomendasikan persalinan dengan induksi atau operasi caesar.

Setelah 38 minggu, plasenta tidak dapat berfungsi secara maksimal seperti dulu. Oleh karena itu, persalinan bayi kembar sebaiknya dilakukan saat atau sebelum usia kandungan menginjak 38 minggu untuk mengurangi risiko bayi mati saat dilahirkan.

Persalinan normal untuk bayi kembar tentunya memerlukan penanganan yang lebih intensif daripada persalinan normal untuk satu bayi. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan operasi caesar demi keselamatan ibu dan anak.

Selama persalinan, dokter akan memantau bayi (EFM) dan merekomendasikan epidural untuk menghilangkan rasa sakit. Setelah ibu mendapatkan obat penghilang rasa sakit, dokter akan lebih mudah dan cepat membantu proses kelahiran bayi.

Diskusikan dengan dokter atau bidan mengenai obat penghilang rasa sakit ketika periksa kandungan. Dengan begitu, Anda akan punya waktu untuk mempertimbangkan pilihan terbaik bagi anda dan sang bayi.

Ingat! Meskipun sudah merencanakan persalinan normal, Anda bisa saja menjalani operasi caesar darurat karena:

  • Satu atau kedua bayi menjadi tertekan
  • Peranakan turun (prolaps)
  • Persalinan berjalan lambat
  • Persalinan normal tidak berhasil

Pada beberapa kasus, salah satu bayi kembar dapat dilahirkan secara normal, sementara bayi yang lain diangkat melalui operasi caesar. Kasus ini tercatat sebagai kasus langka yang hanya terjadi kurang dari 5% dari kelahiran kembar.

Tanyakan pada bidan mengenai kelas prenatal khusus untuk ibu yang mengandung bayi kembar. Dalam kelas ini, Anda dapat bertemu dengan banyak ibu hamil yang mengandung bayi kembar, atau yang sudah memiliki anak kembar.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 03/05/2016
x