Terjadi Perdarahan Setelah Kuret, Normal Apa Tidak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Setelah kuret banyak yang bilang Anda akan mengalami perdarahan. Apa benar begitu? Berbahaya atau tidak? Tenang, kuret adalah prosedur medis yang aman dilakukan. Kuret biasanya dilakukan di rumah sakit oleh dokter spesialis yang ahli dalam bidangnya. Kuret tidak berbahaya dan justru memang diperlukan untuk kondisi-kondisi tertentu untuk mencegah komplikasi atau kondisi makin parah. Lalu, apa benar pasca kuret rahim akan menyebabkan perdarahan? Apa perdarahan setelah kuret itu normal? Simak di bawah ini.

Mengenal prosedur kuret

Kuret adalah operasi kecil yang dilakukan dokter untuk mengeluarkan isi di rahim yang abnormal ataupun isi rahim yang akan diperiksa lebih lanjut. Kuret memiliki nama medis D&C (Dilatation & Curettage). Prosedur kuret digunakan untuk mengikis dan mengumpulkan jaringan dari bagian dalam rahim.

Anda mungkin perlu menjalani prosedur ini karena berbagai hal. Contohnya aborsi elektif, deteksi kanker rahim, untuk mengobati perdarahan menstruasi yang berat, atau untuk menghilangkan jaringan yang tersisa setelah keguguran.

Setelah kuret wanita biasanya mengalami perdarahan yang normal. Namun, perdarahan abnormal juga mungkin terjadi. Jika perdarahan pasca kuret tidak normal, Anda mungkin mengalami komplikasi tertentu.

Wajarkah kalau mengalami perdarahan pasca kuret?

Dilansir dari laman Livestrong, perdarahan ringan atau adanya bercak darah adalah salah satu tanda yang normal pasca kuret. Namun, jika perdarahan yang terjadi sangat berat (banyak jumlahnya), ini bisa menandakan ada sesuatu yang tidak beres. Perdarahan hebat pasca kuret pada wanita yang sudah menopause juga menandakan adanya masalah.

Wanita yang setelah kuret mengalami perdarahan hebat perlu mencari pertolongan medis.

Perdarahan hebat ini bisa terjadi karena terjadinya perforasi (lubang atau luka) rahim saat dilakukan kuret. Perforasi rahim adalah komplikasi yang mungkin terjadi pasca operasi di bagian dalam rahim. Misalnya luka pada pembuluh darah di dalam rahim. Pasalnya, alat kuret dari logam bisa menusuk rahim atau organ dalam lainnya sehingga bisa timbul perdarahan yang hebat pasca kuret.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah kuret?

Bisa dirawat atau pulang langsung beberapa jam setelah kuret

Kebanyakan wanita perlu dirawat di rumah sakit atau klinik selama beberapa jam setelah kuret dilakukan. Namun, ada pula yang harus rawat inap untuk diobservasi. Yang penting ikuti segala instruksi dokter yang menangani Anda.

Jika Anda diminta untuk menginap beberapa hari, kemungkinan ada kondisi medis lainnya yang perlu dipantau agar aman untuk Anda. Di rumah sakit biasanya Anda akan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi dan beberapa obat penghilang rasa sakit untuk meredakan kram perut.

Perut terasa kram seperti sedang haid

Setelah kuret Anda mungkin merasakan perut kram perut hingga 24 jam ke depan. Beberapa wanita ada yang hanya merasakan kram selama 1 jam ke depan, dan harusnya tidak lebih dari 24 jam.

Kram ringan dan perdarahan

Beberapa hari setelah kuret hingga 2 minggu ke depan masih mungkin terjadi keluarnya darah. Namun, bukan darah yang terus menerus keluar dalam jumlah banyak. Ibuprofen atau naproxen biasanya digunakan untuk mengatasi kondisi ini.

Kapan harus pergi ke dokter?

Sebelum dan setelah melakukan kuret, biasanya dokter akan memberikan instruksi lengkap untuk mencegah komplikasi. Ada beberapa hal juga yang bisa jadi tanda-tanda komplikasi yang membahayakan:

  • Pusing hingga pingsan beberapa hari setelah kuret
  • Perdarahan terus-menerus lebih dari 2 minggu
  • Kram terus-menerus lebih dari 2 minggu
  • Perdarahan yang terjadi lebih deras daripada saat menstruasi, atau jika darah yang keluar jumlahnya kira-kira bisa memenuhi satu pembalut setiap satu jam
  • Demam lebih dari 38 derajat celcius
  • Kedinginan dan menggigil
  • Tercium berbau busuk

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca