Manfaat dan Risiko Melahirkan Dengan Posisi Jongkok (Squatting)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Juni 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Persalinan adalah momen menegangkan sekaligus ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil. Setiap wanita tentu ingin mendapatkan pengalaman dan posisi persalinan yang nyaman. Meski kebanyakan wanita melahirkan dengan posisi berbaring, ternyata posisi jongkok diyakini sebagai posisi terbaik untuk bersalin. Mengapa demikian? Apa saja manfaat dan risiko saat melakukan posisi melahirkan jongkok? Cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Manfaat melahirkan dengan posisi jongkok

bab saat melahirkan

Posisi melahirkan jongkok atau squatting adalah cara tepat untuk mendapatkan persalinan yang cepat dan mudah. Sebab dengan berjongkok, posisi rahim dan panggul akan miring ke arah depan. Ini akan memudahkan bayi untuk masuk ke jalan lahir dan siap untuk menuju fase kedua persalinan, alias fase mengejan.

Alana Bibeau, Ph.D, seorang doula sekaligus anggota dari Rhode Island Birth Network Board of Trustess, mengungkap kepada Parents bahwa posisi jongkok dapat meningkatkan diameter panggul ibu hingga 20 sampai 30 persen. Ketika diameter panggul ibu melebar, kontraksi persalinan akan datang lebih intens dan menjadi pertanda bahwa bayi akan segera lahir dalam waktu dekat.

Selain itu, posisi jongkok juga dapat meningkatkan jumlah oksigen pada otot rahim sehingga rasa sakit saat melahirkan menjadi lebih berkurang. Bahkan, posisi ini dapat menurunkan risiko episiotomi atau gunting vagina. Pasalnya, jongkok dapat membuat otot-otot dasar panggul menjadi lebih renggang dan rileks sehingga memudahkan bayi keluar dari vagina.

Walaupun posisi melahirkan dengan berjongkok itu baik, pertimbangkan risikonya

ngeden mengejan saat melahirkan

Pada dasarnya, tidak ada posisi melahirkan yang sempurna tanpa risiko. Walaupun diyakini sebagai posisi melahirkan terbaik, posisi jongkok juga menyimpan sejumlah risiko yang patut untuk dipertimbangkan oleh para ibu hamil.

Ketika ibu hamil berjongkok atau squatting, anggota tubuh bagian atas akan menekan lebih banyak ke arah bawah. Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah di area pinggul, lutut, dan pergelangan kaki menjadi tersumbat. Akibatnya, ibu hamil cenderung merasa tidak nyaman saat melahirkan dengan posisi jongkok.

Nah, di sinilah peran suami maupun doula (pendamping persalinan) untuk membantu menahan tubuh Anda saat berjongkok. Dengan demikian, Anda bisa lebih fokus pada teknik pernapasan sambil menghemat energi untuk menghadapi proses persalinan.

Posisi melahirkan ini juga perlu persiapan yang baik

mencukur bulu kemaluan sebelum melahirkan

Pada dasarnya, apa pun posisi melahirkan yang Anda pilih nantinya harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh Anda sendiri. Bila Anda tetap ingin melahirkan dengan posisi jongkok, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan maupun bidan terlebih dahulu.

Sebab kembali lagi, hal ini dipengaruhi oleh kondisi tubuh Anda dan bayi dalam kandungan, siap atau tidak untuk melewati proses bersalin dengan posisi jongkok. Jika dokter memberikan lampu hijau, maka dokter mungkin akan memberikan trik khusus agar proses persalinan Anda berjalan dengan lancar.

Kini para doula maupun tim medis pun sudah banyak menganjurkan para wanita untuk banyak berjongkok sejak kehamilan. Ini bertujuan agar pijakan kaki ibu semakin kuat saat mengejan sehingga mempercepat proses persalinan.

Bila perlu, mintalah bantuan doula yang menguasai teknik-teknik melahirkan dengan nyaman. Jadi, apa pun posisi melahirkan yang Anda pilih, pastikan untuk selalu memahami kemampuan dan kenyamanan diri sendiri. Dengan demikian, persalinan akan minim dari rasa trauma dan berlangsung dengan lebih tenang.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Bu, Ketahui Dampak Buruk Bayi Sering Mengejan

Ketika bayi sering mengejan akibat sembelit, perlu segera dilakukan upaya untuk kembali melancarkan pencernaan agar tidak menyebabkan dampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
bayi sering mengejan
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 26/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

Setiap kehamilan pasti punya tanggal HPL. Apabila hamil lewat bayi tabung atau IVF, bagaimana cara menghitung hari perkiraan lahir yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Melahirkan, Kehamilan 16/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gentle birth adalah melahirkan minim rasa sakit

Apa Itu Gentle Birth? Benarkah Bisa Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 5 menit
ibu hamil melahirkan di rumah sakit

Sebelum Ibu Hamil Melahirkan di Rumah Sakit, Perhatikan Dulu Hal Penting Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . Waktu baca 9 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit